top of page

Peningkatan Pengawasan Kualitas Air Sungai di Semarang melalui WQMS



WQMS - Mertani
Rumah Sumur Pantau ( Sumber Pribadi )

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang begitu penting bagi kehidupan makhluk di bumi. Setiap makhluk hidup memerlukan air yang sehat untuk menunjang kebutuhan hidupnya, sehingga kualitas air yang buruk dapat memengaruhi kesehatan dan lingkungan. Makhluk hidup memerlukan air yang tidak mengandung unsur racun ataupun zat berbahaya agar kesehatan dapat senantiasa terjaga. Kualitas air sungai merupakan aspek penting yang memengaruhi kehidupan ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memantau kualitas air sungai secara terus-menerus. Salah satu cara efektif untuk melaksanakan tugas tersebut adalah dengan memasang Water Quality Monitoring System (WQMS) di berbagai sungai yang ada di wilayah pemerintahan.

Pencemaran air sungai akibat limbah industri, domestik, dan pertanian telah menjadi masalah serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam rangka untuk mengendalikan dan mengurangi dampak negatif tersebut, pemerintah perlu mengadopsi teknologi mutakhir seperti WQMS. Sistem ini mampu memberikan data real-time mengenai parameter kualitas air, seperti suhu, pH, konsentrasi oksigen terlarut, dan bahan pencemar lainnya.

CCTV WQMS - Mertani
CCTV ( Sumber Pribadi )

Untuk mengatasi permasalahan ini, kita perlu melakukan pengawasan terhadap kualitas air yang begitu penting. Untungnya, teknologi saat ini senantiasa berkembang untuk terus mendukung kemudahan bagi para masyarakat. Salah satu inovasi teknologi yang tercipta untuk mengatasi masalah dalam pemantauan kualitas air adalah, Water Quality Monitoring System Mertani. Kita bisa melakukan pengawasan terhadap kualitas air yang sering kita gunakan, dengan mudah. Nah, pada artikel Mertani kali ini, kita akan membahas seputar Water Quality Monitoring System yang menjadi sistem pemantauan kualitas air bagi masyarakat.

Seperti yang dilakukan oleh Mertani beberapa pekan lalu, yaitu instalasi WQMS (Water Quality Monitoring System) di Semarang. Tim Mertani melakukan pemasangan dua device WQMS untuk membantu pemantauan kualitas air yang ada di Sungai Ngaglik dan Sungai Blobok. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 10 hingga 15 Desember 2023.

Program pemasangan device WQMS ini berada di bawah pengawasan dan permintaan Pemerintah, yaitu BBWS Pemali Juana. Lokasi pemasangan dari kedua device WQMS ini adalah di sungai, yang memiliki potensi tinggi terkena pencemaran. Sungai Ngaglik dan Sungai Blobok adalah sungai yang mengarah atau mengalir ke Rawa Pening, sehingga perlu diperjelas tingkat kualitas airnya. Rawa Pening menjadi salah satu sumber air bagi Kabupaten Semarang, seperti perairan untuk pertanian, peternakan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Rawa Pening juga supply terhadap bendungan yang digunakan sebagai sarana PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di daerah Semarang. Dengan memasang WQMS, pemerintahan dapat memantau kualitas air secara real-time. Hal ini memungkinkan deteksi cepat terhadap perubahan signifikan dalam parameter kualitas air yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.


Proteus - Mertani
Proteus Water Sensor ( Sumber Pribadi )

Spesifikasi dari WQMS yang dipasang adalah, WQMS Custom yang dapat mengukur berbagai parameter yang terkandung di dalam air, seperti BOD, COD, TOC, DOC, Optical Brighteners, Ammonium, Dissolved Oxygen, dan berbagai parameter penting lainnya. Parameter yang terkandung dalam sumber air, sangat penting untuk diukur karena menjadi sarana keberlanjutan dari nasib sungai dan sumber air lainnya.

Nah, pada kegiatan ini, proses pemasangan alat berlangsung selama kurang lebih 5 hari. Pemasangan WQMS memerlukan prosedur dan peraturan tertentu dalam pemasangannya, karena WQMS terdiri dari part komponen yang penting dan sensitif. Selain itu, dalam penggunaan dan perawatan WQMS juga memiliki prosedur tersendiri. Seperti kemarin, kegiatan di Semarang selain pemasangan device WQMS, Mertani juga memberikan pelatihan terhadap pihak terkait. Setelah pemasangan, Dinas terkait dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) berkunjung untuk mengawasi dan melihat proyek yang dikerjakan. Nah, pada kesempatan ini, Tim Mertani memberikan pelatihan atau training terhadap perawatan dan penggunaan WQMS. Dengan memanfaatkan WQMS, kita dapat menjaga kualitas air agar tetap baik dan bermanfaat bagi kehidupan. Itulah tadi sedikit cerita mengenai perjalanan tim Mertani kali ini. Ingin tahu lebih banyak tentang cerita kami bersama perusahaan lainnya? Anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id  

Instagram: @mertani_indonesia 

Linkedin : PT Mertani 


Sumber:


83 views0 comments

Comments


WhatsApp
bottom of page