Optimalisasi Pekarangan Rumah menjadi Lahan Produktif

Pekarangan Rumah dan Pemanfaatannya


Ilustrasi kegiatan berkebun-Mertani
Gambar 1 (Sumber: Hypeabis)

Pekarangan, atau sebidang tanah yang ada di sekitar rumah tinggal dapat dialih fungsikan untuk berbagai hal, tergantung bagaimana setiap orang memanfaatkannya. Kebanyakan dari masyarakat di Indonesia memilih menjadikannya sebagai apotek hidup maupun warung hidup. Ini dapat mengurangi biaya pangan yang seharusnya dikeluarkan, bahkan ada juga yang memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan. Bagaimana dengan kalian?

Pemanfaatan pekarangan untuk bercocok tanam kini menjadi aktivitas baru yang terbilang ramai sejak awal pandemi. Para pekerja yang merasa bosan dengan rutinitas mereka di rumah, mulai mencari kegiatan baru dengan merawat berbagai tanaman. Baik bunga, sayur mayur, maupun buah-buahan.

Adanya perkebunan di sekitar rumah selain memberikan stok bahan pangan yang bergizi, juga kegiatannya mampu menyegarkan otak setelah lelah seharian menyelesaikan tugasnya, baik itu golongan muda maupun tua. Merawat tanaman membuat perasaan menjadi lebih senang dan tidak terfokus hanya pada satu kegiatan. Bahkan seorang public figure pun tak jarang yang melakukan kegiatan ini.

Tidak hanya itu, masih ada beberapa manfaat lain dari bercocok tanam di pekarangan rumah. Apa saja? Mari simak penjelasan berikut ini.


a. Membakar Kalori


Sumber: Media Tani_Mertani
Gambar 2 (Sumber: Media Tani)

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh seorang pakar urban farming, David Domoney, bahwa berkebun selama 30 menit dapat membakar 150-200 kalori pada tubuh hanya dengan melakukan kegiatan sederhana seperti memotong rumput, menggali, dan menanam. Aktivitas ini setara dengan lari sejauh 3 km.


b. Menyehatkan Mental


Gambar 3 (Sumber: Kompas Health)_Mertani
Gambar 3 (Sumber: Kompas Health)

Dalam sebuah buku yang berjudul Allotment Gardening and Health: A Comparative Survey Among Allotment Gardeners and Their Neighbors Without an Allotment, yang ditulis oleh Agnes E van den Berg dan teman-temannya guna menggarap sebuah studi menunjukkan hubungan aktivitas berkebun di rumah dengan kesehatan mental pada tahun 2010. Hasilnya membuktikan bahwa berkebun di sekitar rumah dapat menenangkan pikiran, membuat perasaan menjadi lebih senang, juga mengusir rasa sepi.

Tidak hanya itu, seorang pengajar bidang nutrisi dan kesehatan jasmani di University of Westminter dalam The Conversation juga mengatakan, bahwa bercocok tanam dapat memberikan berbagai efek positif seperti memberikan kepuasan hidup dan meningkatkan kepercayaan diri.


c. Solusi Krisis Ruang Hijau


Mertani
Gambar 4 (Sumber: Sarihusada)

Mungkin bagi orang-orang yang tinggal di desa, ruang hijau tidak sulit untuk ditemui. Akan tetapi, berbeda halnya dengan permukiman padat seperti di perkotaan. Adanya pekarangan yang digunakan untuk bercocok tanam meskipun tidak luas, setidaknya telah memberikan kontribusi guna menambah kebutuhan area resapan air di perkotaan.


d. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh


Gambar 5 (Sumber: CNN Indonesia)_Mertani
Gambar 5 (Sumber: CNN Indonesia)

Ketika berkebun, sudah pasti kita akan terpapar sinar matahari. Kita semua tahu bahwa sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang paling baik. Vitamin D sangat dibutuhkan tubuh untuk kesehatan imun, juga dapat memberikan efek anti peradangan bahkan meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh.


e. Menjaga Kesehatan Otak


Mertani
Gambar 6 (Sumber: Mommyasia)

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease memberikan fakta bahwa berkebun dapat melatih otak. Berkebun dapat menjaga kesehatan kognitif, meningkatkan volume otak, dan mengurangi risiko pengakit Alzheimer hingga 50%. Hal ini dikemukakan oleh para ilmuwan setelah melakukan penelitian.


f. Melatih Kesabaran


Mertani
Gambar 7 (Sumber: Infoqu)

Bercocok tanam menjadi kegiatan yang membutuhkan banyak kesabaran. Hal ini karena prosesnya yang bertahap dan untuk mendapatkan hasilnya pun tidak instan. Terlebih bagi pemula yang belum mendalami ilmunya, di sini perkebunan mereka memiliki potensi gagal tumbuh. Itulah mengapa berkebun dapat melatih kesabaran.

Proses yang berjalan membuat anda belajar lebih banyak pada alam, menjadikan anda orang yang lebih sabar, bijak, penuh kasih sayang, dan mampu merawat diri sendiri.


g. Mengeratkan Hubungan Sosial


Mertani
Gambar 8 (Sumber: Lifestyle Okezone)

Tanpa disadari, kegiatan ini mampu mengeratkan hubungan sosial, baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Misalnya saja, anda bekerja sama untuk merawat tanaman yang ada, juga berbagi pengalaman, dan bertukar ide untuk membuat perkebunan menjadi lebih baik. Hal ini membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih erat dengan perbincangan yang sehat.

Akan tetapi, untuk mendapat semua manfaat di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membudidayakan tanaman. Ada tahap-tahap yang harus dilakukan agar tanaman tersebut mampu memberikan hasil sesuai yang diinginkan.


1. Penanaman

Untuk menanam tumbuhan, ada ilmu yang perlu diterapkan, terutama waktu yang baik untuk menanamnya. Pagi dan sore hari dengan sedikit sinar matahari adalah waktu yang baik untuk menanam, sedangkan jumlah tanaman per bolybag dapat disesuaikan dengan jenis tanamannya. Selain itu, untuk menanam sayuran di pekarangan dapat diakukan dengan tahapan berikut ini.


a. Melakukan Pengolahan Tanah

Tanaman akan tumbuh dengan maksimal pada tanah yang subur, oleh karenanya perlu dilakukan pengolahan tanah. Caranya, diawali dengan mencangkul tanah sedalam 20-30 cm, lalu bolak-balikan tanah, terakhir ratakan tanah untuk digemburkan.


b. Buat Bedengan

Penanaman dan perawatan sayur menjadi lebih mudah dengan adanya bedengan sayur. Untuk mempermudah perawatan, buatlah alur di antara bedengan sebagai jalan setapak. Bedengan yang dibuat harus mudah dijangkau saat panen, dengan luas satu gedengan tidak boleh melebihi jangkauan tangan manusia.


c. Berikan Kompos atau Pupuk

Mudah untuk menambah unsur hara pada tanah, yaitu hanya dengan menaburkan pupuk atau kompos. Pemberian pupuk dapat dilarik sejauh 5 cm dari lubang tanam, di mana penaburannya dilakukan 2-3 Minggu sebelum lahan digunakan.


d. Memasang Ajir

Ajir yang dibuat dapat menopang tanaman agar mampu berdiri kokoh.


e. Membuat Lubang Tanam

Setelah menandai tanah dengan ajir, langkah selanjutnya adalah membuat lubang guna menanam bibit yang diinginkan.

2. Perawatan

Pada umumnya, parawatan pada tumbuhan yang bisa dilakukan adalah dengan cara berikut ini.

a. Melakukan teknik penyimaran air yang tepat

b. Siram tanaman di pagi atau malam hari

c. Siram tanaman secara merata dan secukupnya

d. Memberikan sinar matahari secara merata

e. Kontrol suhu dan kelembapan yang pas

f. Antisipasi hama dan penyakit sejak dini

g. Potong tanaman yang kering atau mati


Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai pemanfaatan pekarangan rumah dan cara memanfaatkannya. Informasi terkait ilmu perkebunan dan pertanian dapat kalian temui lebih lanjut pada akun instagram kami, yaitu @mertani_indonesia



Sumber:

https://www.swadayaonline.com/artikel/7233/Berkebun-Dengan-Memanfaatkan-Pekarangan-Rumah/

https://dkpp.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/langkah-langkah-menanam-sayur-di-pekarangan-70

https://www.dekoruma.com/artikel/81715/manfaat-berkebun-di-rumah

https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/manfaat-berkebun/

https://www.dekoruma.com/artikel/63201/cara-merawat-tanaman-efektif






13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
social-whatsapp-circle-512.webp