top of page

Pencegahan Karhutla Gambut Dimulai dari Pemantauan Kondisi Air Tanah

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu ancaman serius bagi ekosistem gambut. Karakteristik gambut yang kaya bahan organik membuatnya mudah terbakar ketika kehilangan kelembapan, terlebih saat musim kemarau berlangsung cukup panjang.


Karena itu, pencegahan karhutla gambut tidak cukup hanya dilakukan dengan memantau titik panas. Kondisi air di dalam lahan juga perlu diperhatikan, salah satunya melalui pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) secara berkala dan real-time.


Karakteristik Lahan Gambut

Lahan gambut terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan yang mengalami penguraian dalam kondisi jenuh air. Gambut memiliki kemampuan menyimpan air dalam jumlah besar sehingga keberadaan air menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi alaminya.


Namun, ketika gambut mengalami kekeringan, bahan organik yang tersimpan di dalamnya dapat menjadi sumber bahan bakar. Api bahkan dapat merambat hingga ke bawah permukaan sehingga kebakaran gambut lebih sulit dideteksi dan dipadamkan.


Air sebagai Faktor Penting dalam Menjaga Kelembapan

Ketersediaan air berperan penting dalam mempertahankan gambut tetap basah dan mengurangi kondisi yang mendukung terjadinya kebakaran. Karena itu, pengelolaan tata air menjadi salah satu bagian penting dalam perlindungan ekosistem gambut.


BMKG juga menggunakan informasi tinggi muka air tanah dalam upaya pencegahan karhutla. Pembasahan kembali atau rewetting dilakukan untuk menjaga kelembapan gambut sehingga lahan tidak mudah mengalami kekeringan.


Dampak Muka Air yang Terlalu Rendah

Ketika tinggi muka air tanah semakin turun, kondisi gambut dapat menjadi semakin kering. Kondisi tersebut meningkatkan potensi bahan organik gambut terbakar, terutama ketika bertepatan dengan periode kemarau dan rendahnya curah hujan.


Pemantauan di Jambi pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar area yang dipantau berada pada kategori TMAT di bawah -40 cm, yang menunjukkan meningkatnya kondisi rawan hingga sangat rawan kebakaran.


Pentingnya Data untuk Pencegahan Karhutla

Pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan berdasarkan kondisi lahan yang terukur. Data TMAT dapat membantu pengelola mengetahui perubahan kondisi air sehingga tindakan pengelolaan dapat dilakukan sebelum gambut menjadi semakin kering dan risiko kebakaran meningkat.


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menempatkan pengendalian tinggi muka air gambut sebagai bagian dari pengelolaan lanskap dalam pencegahan karhutla. Monitoring secara real-time memungkinkan kondisi lapangan diketahui lebih cepat untuk mendukung tindakan mitigasi.


Alat Ukur TMAT sebagai Solusi Monitoring

Alat Ukur TMAT
Sumber: Mertani

Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) merupakan perangkat monitoring yang dirancang untuk mengukur kondisi air tanah pada lahan gambut secara otomatis dan real-time. Selain TMAT, perangkat ini dapat memantau kelembapan tanah, suhu tanah, konduktivitas listrik tanah, serta curah hujan.


Data dari sensor dapat dikirim melalui berbagai pilihan konektivitas, seperti 2G, 4G, LTE, GSM, LoRa, WiFi, Bluetooth, hingga komunikasi satelit. Data kemudian dapat dipantau melalui sistem secara real-time, dilengkapi grafik, riwayat data, laporan, serta notifikasi untuk membantu pengelola merespons perubahan kondisi lahan dengan lebih cepat.


Pencegahan Dimulai Sebelum Api Muncul

Karhutla di lahan gambut tidak harus menunggu sampai muncul asap atau titik api untuk ditangani. Dengan mengetahui perubahan tinggi muka air tanah sejak awal, pengelola dapat mengambil langkah preventif untuk menjaga gambut tetap lembap dan mengurangi potensi kekeringan.


Penggunaan Alat Ukur TMAT menjadikan pemantauan kondisi gambut lebih terukur, cepat, dan berbasis data. Dengan menggabungkan monitoring TMAT, curah hujan, kelembapan tanah, dan informasi cuaca, pencegahan karhutla gambut dapat dilakukan lebih dini dan tepat sasaran. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber:

Comments


SPARING - Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam jaringan
WhatsApp

Contact Us

Get special offers tailored to your needs!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

bottom of page