Gambut Kering Menjadi Salah Satu Faktor yang Meningkatkan Risiko Kebakaran Lahan
- Marketing Mertani
- 22 hours ago
- 2 min read

Lahan gambut memiliki kemampuan alami untuk menyimpan air dalam jumlah besar. Namun, ketika kandungan airnya menurun akibat kemarau panjang, drainase, atau perubahan tata kelola lahan, gambut kering dapat menjadi bahan yang mudah terbakar.
Kondisi tersebut membuat pemantauan kelembapan dan tinggi muka air tanah menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran. Semakin cepat perubahan kondisi gambut diketahui, semakin cepat pula langkah mitigasi dapat dilakukan.
Karakteristik Gambut dan Kandungan Airnya
Gambut terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan yang mengalami proses penguraian secara tidak sempurna dalam kondisi minim oksigen. Struktur ini membuat gambut memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan air, sehingga kondisi hidrologinya sangat menentukan kestabilan ekosistem.
Ketika kandungan air masih terjaga, gambut cenderung sulit terbakar. Sebaliknya, penurunan air dapat membuat lapisan gambut kehilangan kelembapannya dan menjadi lebih mudah terbakar, termasuk pada bagian bawah permukaan yang sulit terlihat secara langsung.
Penyebab Gambut Kehilangan Kelembapan
Salah satu penyebab utama gambut kehilangan kelembapan adalah berkurangnya pasokan air selama musim kemarau. Kondisi tersebut dapat semakin parah ketika curah hujan rendah dalam waktu lama, sehingga air yang tersimpan di dalam gambut terus berkurang.
Selain faktor cuaca, drainase melalui kanal juga dapat mempercepat keluarnya air dari lahan gambut. Pengelolaan yang menyebabkan muka air turun membuat gambut semakin kering dan pada akhirnya meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Kondisi Gambut Saat Musim Kemarau
Musim kemarau membuat proses penguapan berlangsung lebih tinggi sementara pasokan air dari hujan berkurang. Jika kondisi kering berlangsung cukup lama, lapisan gambut dapat mengalami penurunan kelembapan yang membuatnya semakin rentan terhadap sumber api.
Risiko tersebut menjadi lebih serius ketika kemarau berlangsung bersamaan dengan kondisi iklim yang lebih kering. BMKG pada 2026 juga memperingatkan bahwa kondisi El Niño dapat memperpanjang dan memperkuat kekeringan di sejumlah wilayah, sehingga kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan.
Hubungan Gambut Kering dengan Risiko Kebakaran
Gambut kering memiliki bahan organik yang dapat menjadi sumber bahan bakar. Ketika api muncul, kebakaran tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi dapat merambat ke lapisan gambut di bawah tanah sehingga lebih sulit dideteksi dan dipadamkan.
Karena itu, menjaga gambut tetap basah merupakan salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko kebakaran. Upaya pembasahan lahan atau rewetting dapat membantu menaikkan kembali tinggi muka air tanah dan mempertahankan kelembapan gambut.
Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah untuk Menjaga Kondisi Gambut

Pemantauan tinggi muka air tanah dapat membantu mengetahui kondisi air di dalam lahan gambut secara lebih terukur. Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) digunakan untuk memantau perubahan ketinggian air secara berkala atau real-time, sehingga penurunan muka air dapat diketahui lebih cepat sebelum kondisi gambut semakin kering.
Data dari alat tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pengelolaan air, seperti pembasahan kembali lahan atau pengaturan sistem drainase. Dengan pemantauan yang dilakukan secara konsisten, perubahan kondisi gambut dapat diketahui lebih awal dan risiko kebakaran dapat ditekan. Gambut kering bukan sekadar tanda berkurangnya air, tetapi juga indikator meningkatnya kerentanan lahan terhadap kebakaran.
Oleh karena itu, menjaga ketersediaan air dan memantau tinggi muka air tanah menjadi bagian penting dari strategi pencegahan karhutla, terutama saat memasuki periode kemarau. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website: mertani.co.id
YouTube: mertani official
Instagram: @mertani_indonesia
Linkedin : PT Mertani
Tiktok : mertaniofficial
Sumber:






Comments