top of page

Karhutla Terus Meluas, Mengapa Lahan Gambut Sangat Mudah Terbakar?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat. Salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih adalah lahan gambut karena karakteristiknya membuat api dapat menyebar dan bertahan lebih lama.


Ketika kondisi gambut terlalu kering, risiko lahan gambut terbakar semakin tinggi. Karena itu, menjaga kelembapan gambut dan memantau tinggi muka air tanah menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.


Karakteristik Lahan Gambut

Lahan gambut terbentuk dari timbunan sisa tumbuhan yang mengalami proses penguraian dalam kondisi jenuh air. Gambut memiliki kemampuan menyimpan air seperti spons, sehingga kondisi basah sangat penting untuk menjaga ekosistemnya tetap stabil.


Masalah muncul ketika gambut kehilangan kandungan airnya. Kondisi tersebut membuat bahan organik di dalam gambut menjadi kering dan berubah menjadi bahan yang mudah terbakar, terutama ketika memasuki musim kemarau panjang.


Mengapa Gambut Mudah Terbakar Saat Kering?

Gambut yang kering tidak hanya mudah terbakar di permukaan. Api juga dapat merambat perlahan ke lapisan bawah tanah karena bahan organik yang menumpuk di dalam gambut dapat menjadi sumber bahan bakar. Kondisi ini membuat kebakaran sulit terlihat dari permukaan.


Kondisi kering biasanya semakin parah ketika air dalam ekosistem gambut tidak terjaga. Pembukaan lahan dan pembuatan saluran drainase dapat menyebabkan muka air turun, sehingga gambut kehilangan kelembapannya dan menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.


Penyebab Muka Air Gambut Turun

Salah satu penyebab utama turunnya muka air gambut adalah perubahan tata kelola air, termasuk pembangunan kanal atau drainase yang membuat air lebih cepat keluar dari kawasan gambut. Ketika air terus berkurang, lapisan gambut menjadi semakin kering.


Musim kemarau panjang juga dapat memperburuk kondisi tersebut. Jika penurunan muka air tidak segera diketahui, area gambut dapat berubah menjadi wilayah yang lebih rawan terbakar sehingga pencegahan perlu dilakukan sebelum api muncul.


Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Kebakaran pada gambut memiliki karakter berbeda dibandingkan kebakaran vegetasi biasa. Api dapat membakar lapisan gambut di bawah permukaan secara perlahan dan menghasilkan asap tebal, sehingga titik api tidak selalu mudah ditemukan.


Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar. Pemerintah juga mendorong pengelolaan tata air, termasuk pembangunan sekat kanal dan upaya pembasahan kembali gambut, untuk menjaga kondisi lahan tetap lembap.


Pentingnya Memantau Tinggi Muka Air Tanah

Pemantauan tinggi muka air tanah dapat membantu mengetahui apakah kondisi gambut masih cukup basah atau mulai mengalami kekeringan. KLHK menggunakan sistem SiMATAG-0,4m untuk mengelola data Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) sekaligus mendukung deteksi wilayah gambut yang kering dan rawan terbakar.


aptma
Sumber: Mertani

Dalam penerapannya, Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) dapat digunakan untuk memperoleh informasi kondisi muka air tanah secara berkala atau real-time, sesuai sistem yang diterapkan. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan tindakan lebih cepat sebelum kondisi gambut semakin kering dan risiko lahan gambut terbakar meningkat.


Lahan gambut bukan sekadar mudah terbakar ketika kering, tetapi juga dapat menyimpan api di bawah permukaan dan membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Menjaga tata kelola air menjadi langkah penting untuk mempertahankan kelembapan gambut.


Karena itu, pemantauan tinggi muka air tanah menggunakan Alat Ukur TMAT dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla. Dengan data kondisi gambut yang lebih cepat diketahui, potensi kekeringan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.  Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber

Comments


SPARING - Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam jaringan
WhatsApp

Contact Us

Get special offers tailored to your needs!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

bottom of page