Kebakaran Gambut Tidak Hanya Dipengaruhi Cuaca, Kondisi Air Tanah Juga Berperan
- Marketing Mertani
- 1 day ago
- 3 min read

Kebakaran lahan gambut sering dikaitkan dengan cuaca panas dan musim kemarau. Namun, kondisi tersebut bukan satu-satunya faktor kebakaran lahan gambut. Kondisi vegetasi, bahan organik, serta tinggi muka air tanah juga sangat menentukan tingkat kerawanan suatu area terhadap kebakaran.
Ketika air tanah turun terlalu dalam, lapisan gambut menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Karena itu, pemantauan kondisi air tanah menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran sejak dini.
Faktor Cuaca dan Iklim
Musim kemarau dengan curah hujan rendah dapat menyebabkan berkurangnya pasokan air ke kawasan gambut. Kondisi kekeringan yang berlangsung lama membuat kelembapan gambut menurun dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Fenomena iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga dapat memperpanjang periode kering di Indonesia. Saat curah hujan berkurang, tinggi muka air tanah dapat ikut menurun sehingga gambut menjadi semakin rentan terhadap api.
Kondisi Vegetasi dan Bahan Organik
Gambut terbentuk dari akumulasi bahan organik yang kaya karbon. Dalam kondisi basah, bahan organik tersebut relatif sulit terbakar, tetapi ketika mengalami kekeringan, lapisan gambut dapat berubah menjadi sumber bahan bakar yang mudah menyala dan terbakar lebih dalam.
Perubahan vegetasi juga dapat memengaruhi kerawanan kebakaran. Drainase dan kebakaran berulang dapat mengubah struktur vegetasi menjadi lebih didominasi tumbuhan yang mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran berikutnya dapat meningkat.
Tinggi Muka Air Tanah
Tinggi muka air tanah atau TMAT menunjukkan posisi permukaan air di bawah atau dekat permukaan tanah gambut. Semakin rendah posisi air tanah, semakin besar bagian gambut yang berada dalam kondisi kering dan berpotensi menjadi bahan bakar.
Penelitian menunjukkan bahwa dinamika tinggi muka air tanah merupakan salah satu pengendali penting terhadap kelembapan gambut dan risiko kebakaran. Oleh karena itu, kondisi air tanah perlu diperhatikan bersamaan dengan data cuaca dalam pemantauan kawasan gambut.
Hubungan Kondisi Air dengan Risiko Kebakaran
Ketika muka air tanah turun akibat kemarau atau drainase, lapisan gambut menjadi lebih kering. Kondisi ini membuat api lebih mudah menyebar dan memungkinkan kebakaran bertahan di dalam lapisan gambut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa cuaca saja belum cukup untuk menggambarkan tingkat risiko kebakaran. Data hidrologi, khususnya tinggi muka air tanah dan kelembapan gambut, dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Monitoring TMAT sebagai Bagian dari Mitigasi

Monitoring TMAT dapat dilakukan menggunakan Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah), yaitu perangkat yang digunakan untuk mengukur posisi muka air tanah pada kawasan gambut secara berkala atau real-time. Data hasil pengukuran dapat membantu mengetahui apakah kondisi gambut masih cukup basah atau mulai mengalami penurunan muka air.
Dengan pemantauan tersebut, perubahan kondisi air dapat diketahui lebih cepat sebelum kawasan menjadi semakin kering. Data TMAT juga dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan tindakan pengelolaan air, seperti upaya pembasahan kembali atau rewetting pada kawasan gambut yang mengalami kekeringan.
Menjaga Air Tanah untuk Mengurangi Risiko Kebakaran
Pencegahan kebakaran gambut tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api sudah muncul. Menjaga kondisi hidrologi gambut tetap basah merupakan langkah penting karena ketersediaan air berhubungan langsung dengan tingkat kekeringan dan kerentanan gambut terhadap api. Karena itu, kombinasi antara pemantauan cuaca, kondisi vegetasi, dan monitoring tinggi muka air tanah dapat menjadi pendekatan yang lebih efektif.
Dengan data yang tersedia secara berkala, potensi kekeringan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum risiko kebakaran semakin besar. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website: mertani.co.id
YouTube: mertani official
Instagram: @mertani_indonesia
Linkedin : PT Mertani
Tiktok : mertaniofficial
Sumber:






Comments