Instalasi Pemantauan Hidrologi dan Cuaca di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Pemantauan kondisi hidrologi dan cuaca menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air. Informasi mengenai tinggi muka air, curah hujan, serta kondisi cuaca diperlukan untuk mengetahui perubahan lingkungan dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mertani melaksanakan kegiatan instalasi perangkat pemantauan hidrologi dan cuaca di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung sejak 1 hingga 11 Oktober 2026 dengan pemasangan tiga jenis perangkat, yaitu Automatic Water Level Recorder (AWLR), Automatic Rainfall Recorder (ARR), dan Automatic Weather Station (AWS).
Sebanyak 11 perangkat dipasang di 10 titik yang tersebar di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Seluruh perangkat dirancang untuk membantu pengukuran parameter lingkungan secara otomatis dan real-time sehingga data yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemantauan di lapangan.
Awal Keberangkatan Tim Mertani
Tim Mertani memulai perjalanan menuju lokasi kegiatan pada 30 September 2026. Setibanya di wilayah kerja, tim melaksanakan pengecekan atau checklist barang pada 1 Oktober untuk memastikan seluruh perangkat dan perlengkapan pendukung telah tersedia sebelum proses instalasi dimulai.
Setelah pengecekan selesai, tim langsung melanjutkan kegiatan dengan melakukan instalasi Automatic Water Level Recorder di wilayah Maluka. Tahap awal ini menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah lokasi dengan kondisi geografis dan kebutuhan pemantauan yang berbeda.
Dalam pelaksanaannya, tim Mertani turut didampingi pihak terkait untuk mendukung kelancaran kegiatan. Koordinasi dilakukan selama proses pemasangan agar setiap perangkat dapat ditempatkan sesuai dengan kebutuhan pemantauan di masing-masing titik.
Proses Instalasi Perangkat Pemantauan
Pada 2 Oktober 2026, kegiatan instalasi berlanjut ke wilayah Tabanio dengan pemasangan Automatic Water Level Recorder dan Automatic Rainfall Recorder. Setelah itu, tim melanjutkan pekerjaan ke sejumlah lokasi lainnya hingga seluruh rangkaian instalasi selesai pada 11 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, terdapat 11 perangkat yang dipasang di 10 titik. Di Kalimantan Selatan, pemasangan perangkat dilakukan di Gumbil, Pengambau Hulu, Tanah Habang, Sungai Kupang, Gudang Hirang, Pandahan, dan Tabanio. Sementara itu, di Kalimantan Tengah instalasi perangkat dilakukan di Ampah Kota dan Kandui.
Perangkat yang dipasang terdiri atas Automatic Rainfall Recorder untuk mengukur curah hujan, Automatic Water Level Recorder untuk memantau tinggi muka air saluran, serta Automatic Weather Station untuk mengukur berbagai parameter cuaca.
Pada Automatic Weather Station, sensor yang digunakan mencakup pengukur curah hujan, sensor 5-in-1 yang terdiri atas kelembapan udara, tekanan udara, kecepatan angin, arah angin, dan suhu udara, serta sensor radiasi matahari. Kombinasi sensor tersebut memungkinkan pemantauan kondisi cuaca dari beberapa parameter dalam satu sistem pengukuran.
Fungsi Perangkat untuk Mendukung Pemantauan

Pemasangan perangkat ini bertujuan mendukung pengumpulan data hidrologi dan cuaca secara otomatis dan real-time. Automatic Water Level Recorder digunakan untuk memperoleh informasi mengenai tinggi muka air saluran, sedangkan Automatic Rainfall Recorder mencatat curah hujan yang terjadi di lokasi pemantauan.
Sementara itu, Automatic Weather Station menyediakan data kondisi cuaca yang meliputi kelembapan udara, tekanan udara, suhu udara, kecepatan dan arah angin, curah hujan, serta radiasi matahari. Data tersebut dapat membantu pengguna memahami kondisi lingkungan berdasarkan hasil pengukuran di lapangan.
Melalui penggunaan perangkat otomatis, proses pemantauan dapat dilakukan secara lebih teratur tanpa harus mengandalkan pengukuran manual untuk setiap pencatatan. Ketersediaan data secara real-time juga mendukung pemantauan perubahan kondisi hidrologi dan cuaca sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam pengelolaan sumber daya air.
Kendala di Lapangan dan Penyelesaian Instalasi
Selama kegiatan berlangsung, tim Mertani menghadapi kendala berupa asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, proses instalasi tetap dilanjutkan hingga seluruh perangkat yang direncanakan berhasil dipasang. Tim menyelesaikan rangkaian instalasi pada 11 Oktober 2026 setelah melalui tahapan pengecekan, pemasangan, dan penyesuaian perangkat di setiap lokasi.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima perangkat pada 13 Oktober 2026. Tahap ini menandai selesainya rangkaian pekerjaan instalasi dan penyerahan perangkat yang telah dipasang kepada pihak terkait.
Melalui pemasangan ketiga perangkat di atas, Mertani mendukung ketersediaan sistem pemantauan tinggi muka air, curah hujan, dan kondisi cuaca secara otomatis dan real-time di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Data hasil pemantauan diharapkan dapat menunjang kebutuhan informasi hidrologi dan cuaca serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih terukur. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website: mertani.co.id
YouTube: mertani official
Instagram: @mertani_indonesia
Linkedin : PT Mertani
Tiktok : mertaniofficial






Comments