top of page

Karakteristik PM10, Bahaya, dan Perbedaannya dengan PM2.5

udara
Sumber: suara.com

Udara yang terlihat bersih belum tentu bebas dari pencemar. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah PM10 (Particulate Matter 10), yaitu partikel kecil yang dapat melayang di udara dan terhirup oleh manusia. PM10 dapat berasal dari debu, aktivitas kendaraan, industri, konstruksi, hingga pembakaran.


Jika konsentrasinya tinggi, PM10 dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan. Karena itu, pemantauan PM10 menggunakan AQMS (Air Quality Monitoring System) penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih cepat dan terukur.


Pengertian PM10

PM10 (Particulate Matter 10) merupakan partikel udara dengan diameter hingga 10 mikrometer (µm). Partikel ini dapat berupa debu, tanah, jelaga, maupun material lain yang melayang di udara dan cukup kecil untuk masuk ke saluran pernapasan.


Dalam pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM10 umumnya dinyatakan dalam mikrogram per meter kubik (µg/m³). Di Indonesia, PM10 menjadi salah satu parameter dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan dipantau untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara berkala.


Sumber Pembentukan PM10

PM10 dapat berasal dari berbagai aktivitas, baik alami maupun akibat kegiatan manusia. Debu dari jalan, aktivitas konstruksi, kegiatan industri, pembakaran, serta kebakaran hutan dapat meningkatkan konsentrasi PM10 di udara.


Selain itu, kondisi cuaca turut memengaruhi penyebaran PM10. Angin dapat membawa partikel ke wilayah lain, sedangkan kondisi udara yang tenang dapat membuat polutan lebih mudah terakumulasi. Oleh sebab itu, pemantauan diperlukan terutama di kawasan perkotaan, industri, dan wilayah yang berpotensi mengalami pencemaran.


Perbedaan PM10 dan PM2.5

Perbedaan utama PM10 dan PM2.5 terletak pada ukurannya. PM10 memiliki diameter hingga 10 µm, sedangkan PM2.5 berukuran hingga 2,5 µm sehingga jauh lebih kecil dan dapat masuk lebih dalam ke sistem pernapasan.


Keduanya sama-sama berbahaya, tetapi PM2.5 memiliki kemampuan penetrasi yang lebih dalam. Sementara itu, PM10 lebih banyak berkaitan dengan partikel kasar seperti debu dan material dari permukaan tanah. Keduanya tetap perlu dipantau sebagai indikator kualitas udara.


Dampak terhadap Kesehatan

Paparan PM10 dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama jika konsentrasinya tinggi atau terjadi dalam waktu lama. Kementerian Kesehatan menyebut paparan PM10 dapat memperburuk gangguan pernapasan, menurunkan fungsi paru, memperparah asma, serta meningkatkan risiko bronkitis kronis dan gangguan kesehatan lainnya.


Risiko tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama ketika terjadi peningkatan konsentrasi partikulat. Informasi kualitas udara dapat menjadi dasar untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara sedang tidak sehat.


Cara Memantau Konsentrasi PM10 dengan AQMS

AQMS
Sumber: Mertani

Pemantauan PM10 dapat dilakukan menggunakan AQMS (Air Quality Monitoring System). Sistem ini digunakan untuk mengukur berbagai parameter kualitas udara secara otomatis, termasuk PM10 dan PM2.5, sehingga kondisi udara dapat dipantau secara lebih cepat dan terukur. Kementerian Kesehatan juga mencantumkan AQMS sebagai salah satu alat untuk pengukuran kualitas udara ambien.


Data dari AQMS dapat digunakan untuk melihat perubahan konsentrasi partikulat dan membantu menentukan kondisi kualitas udara. Sistem pemantauan seperti yang digunakan dalam jaringan AQMS KLHK juga menampilkan parameter PM10 bersama parameter pencemar lainnya, sehingga memberikan gambaran kondisi udara secara lebih menyeluruh.


PM10 merupakan salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara karena berasal dari berbagai sumber dan dapat berdampak terhadap kesehatan. Meskipun ukurannya lebih besar dibandingkan PM2.5, konsentrasi PM10 tetap perlu diperhatikan.


Penggunaan AQMS membantu menghasilkan data kualitas udara yang lebih cepat dan terukur. Dengan pemantauan yang baik, perubahan konsentrasi PM10 dapat diketahui sehingga langkah pengendalian dan perlindungan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber

Comments


SPARING - Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam jaringan
WhatsApp

Contact Us

Get special offers tailored to your needs!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

bottom of page