top of page

Pengertian PM2.5, Sumber, Dampak, dan Cara Menguranginya

Udara yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bebas dari polusi. Salah satu pencemar yang perlu diperhatikan adalah PM2.5, yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena ukurannya yang kecil, PM2.5 sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Di Indonesia, pemantauan PM2.5 menjadi bagian penting dalam mengetahui kondisi kualitas udara. Data konsentrasi PM2.5 juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah pengendalian pencemaran dan melindungi kesehatan masyarakat.


Apa Itu PM2.5?

PM2.5 merupakan singkatan dari Particulate Matter 2.5, yaitu partikel udara dengan ukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm). Ukurannya sangat kecil sehingga dapat terhirup hingga ke bagian dalam paru-paru. BMKG menggunakan satuan µg/m³ untuk menunjukkan konsentrasi PM2.5 di udara.


Karena ukurannya yang sangat halus, PM2.5 menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara. Pemerintah juga memasukkan partikulat sebagai salah satu pencemar yang perlu dikendalikan dalam pengelolaan mutu udara ambien melalui PP Nomor 22 Tahun 2021.


Sumber Utama PM2.5

PM2.5 dapat berasal dari berbagai aktivitas, terutama proses pembakaran. Asap kendaraan bermotor, kegiatan industri, pembangkit listrik, pembakaran sampah, hingga kebakaran hutan dan lahan dapat menghasilkan partikulat halus ke udara. Sebagian PM2.5 juga terbentuk melalui reaksi kimia dari polutan lain di atmosfer.


Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi konsentrasi PM2.5. Saat udara cenderung tenang, polutan lebih mudah terakumulasi sehingga konsentrasinya dapat meningkat. Sebaliknya, hujan dan pergerakan udara dapat membantu mengurangi penumpukan partikulat di atmosfer.


Dampak PM2.5 terhadap Kesehatan

Dampak PM2.5 yang paling perlu diperhatikan adalah terhadap sistem pernapasan dan jantung. Paparan partikulat halus dapat menyebabkan iritasi, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi seperti asma. Dalam jangka panjang, paparan PM2.5 juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.


Risiko tersebut menjadi lebih penting bagi masyarakat yang sering beraktivitas di kawasan dengan tingkat polusi tinggi. Oleh karena itu, mengetahui kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi paparan, terutama ketika konsentrasi PM2.5 sedang meningkat.


Dampak PM2.5 terhadap Lingkungan

Tidak hanya berdampak pada manusia, PM2.5 juga menjadi bagian dari pencemaran udara yang dapat memengaruhi lingkungan. Partikel dan polutan yang berada di atmosfer dapat berkontribusi terhadap terbentuknya kabut asap serta memengaruhi kondisi ekosistem dan kualitas lingkungan.


Masalah PM2.5 juga tidak selalu terbatas pada lokasi sumber emisi. Partikel halus dapat terbawa oleh pergerakan udara sehingga pencemaran dari suatu wilayah dapat memengaruhi daerah lain. Kondisi ini membuat pengendalian PM2.5 membutuhkan pemantauan dan penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Strategi Pengendalian dan Pemantauan PM2.5

Pengurangan PM2.5 dapat dimulai dari pengendalian sumber emisi, seperti mengurangi pembakaran terbuka, mengendalikan emisi kendaraan dan industri, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga dapat membantu dengan mengurangi aktivitas yang menghasilkan asap dan menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan.


AQMS
Sumber: Mertani

Selain pengendalian, AQMS (Air Quality Monitoring System) dapat digunakan untuk memantau kualitas udara secara lebih terukur dan berkelanjutan. Sistem ini dapat membantu memantau parameter kualitas udara, termasuk PM2.5, sehingga perubahan konsentrasi dapat diketahui dan menjadi dasar dalam pengambilan ke putusan.


PM2.5 memang berukuran sangat kecil, tetapi dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Mengenali sumber, memahami risikonya, serta melakukan pengendalian dan pemantauan secara konsisten menjadi langkah penting untuk menciptakan udara yang lebih sehat.


Dengan dukungan teknologi seperti AQMS, kondisi kualitas udara dapat dipantau dengan lebih cepat dan terukur. Data tersebut dapat membantu pemerintah, industri, maupun masyarakat mengambil langkah yang tepat ketika konsentrasi PM2.5 mulai meningkat. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber

Comments


SPARING - Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam jaringan
WhatsApp

Contact Us

Get special offers tailored to your needs!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

bottom of page