top of page

Implementasi Automatic Weather Station dan Automatic Rainfall Recorder di PT TPA, Kalimantan Timur

Diperbarui: 27 Des 2022

Pemasangan Automatic Rainfall Recorder_Mertani
Gambar 1 (Pemasangan Automatic Rainfall Recorder)

Perubahan iklim menjadi hal yang sangat berpengaruh pada sektor pertanian. Cuaca yang berubah-ubah akan berdampak pada pola tanam, produksi, dan kualitas hasil. Hasil analisis mengatakan bahwa suhu udara dan curah hujan menjadi dua hal yang sangat memengaruhi potensi penurunan produksi. Angin, intensitas cahaya, suhu udara, juga peningkatan curah hujan menjadi indikator dampak perubahan iklim. Salah satu dampaknya adalah intensitas hujan mengalami penurunan, yang mana ini menjadi penyebab menurunnya hasil pertanian sehingga pendapatan para petani pun berkurang. Seperti yang kita ketahui, perubahan iklim yang terjadi menyebabkan musim kemarau panjang yang berujung lahan menjadi kering.

Seiring berjalannya waktu, munculah berbagai teknologi adaptasi untuk mengantisipasi dampak terhadap perubahan iklim. Salah satu teknologi tersebut adalah Automatic Weather Station (AWS), di mana dengan AWS ini petani tidak perlu cemas akan perubahan cuaca yang acapkali tidak menentu. Automatic Weather Station (AWS) adalah perangkat yang didesain untuk melakukan pemantauan pada kondisi iklim di mana pun dan kapan pun secara otomatis. AWS membantu anda dalam memastikan keputusan dalam operasional kebun dapat dijalankan secara tepat dan efisien. Kegiatan operasional tersebut antara lain menentukan waktu pemupukan yang tepat, akurasi kegiatan perawatan, preventive hama dan penyakit, serta berbagai manfaat lainnya yang dapat perusahaan dapatkan dari pengambilan keputusan berdasarkan data AWS tersebut.


Automatic Weather Station_Mertani
Gambar 2 (Pemasangan Automatic Weather Station)

Pada bulan September 2022, PT Mertani bekerja sama dengan PT Teladan Prima Agro (TPA) untuk melakukan pemasangan Automatic Weather Station dan Automatic Rainfall Recorder dengan jumlah 75 unit di Kalimantan Timur. Pada tanggal 31 September 2022, tim Mertani berangkat menuju Samarinda, Kalimantan Timur. Perjalanan di mulai dari kantor Mertani menuju Stasiun Tugu pada pukul empat sore. Kereta melaju menuju bandara dengan memakan waktu kurang lebih empat puluh lima menit. Tim Mertani selanjutnya melakukan penerbangan menuju Balikpapan dengan menempuh waktu satu jam empat puluh lima menit. Sesampainya di Balikpapan, tim dijemput oleh sopir dari kantor perwakilan wilayah Samarinda atau PT TPA menuju mesh, yaitu Villa Tamara. Melalui jalan tol, perjalanan dari Balikpapan menuju ke Samarinda menempuh waktu dua jam.

Automatic Weather Station_Mertani
Gambar 3 (Pemasangan Automatic Weather Station)

Keesokan harinya, tim pergi ke kantor perwakilan wilayah TPA Samarinda, untuk melakukan meeting terkait instalasi alat yang akan dilakukan. PT TPA merupakan perusahaan yang berfokus pada perkebunan kelapa sawit. Sebelumnya, untuk melakukan pemantauan cuaca, PT TPA melakukannya secara manual menggunkan ombrometer. Setelah mengenal produk Mertani, kini PT TPA beralih menggunakan AWS dan ARR. Tidak tanggung-tanggung, PT TPA memesan dua jenis produk Mertani yaitu Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Rainfall Recorder (ARR) dengan total sebanayak 75 unit yang dipasang pada 6 titik kebun. Masing-masing titik itu antara lain Kaubun, Berau, Muara Ancalong, Muara Kaman, Muara Bengkal, dan Paser.

Automatic Rainfall Recorder_Mertani
Gambar 4 (Pemasangan Automatic Rainfall Recorder)

Pagi hari, tim Mertani di dampingi oleh tim RND, mereka menuju ke lokasi kebun pertama yaitu di Kaubun untuk melakukan pemasangan AWS dan ARR sebanyak 22 unit. Pada kebun pertama, pemasangan dilakukan dengan lancar selama beberapa hari. Kemudian, pemasangan dilakukan pada daerah Berau. Untuk menuju Berau, tim harus menyebrangi sebuah sungai menggunakan sampan dengan memakan waktu 12 menit. Di Berau, terdapat 3 kebun yang masing-masing akan dipasang AWS. Sukses memasang di Berau, tim Mertani melanjutkan perjalanan ke Muara Ancalong, Muara Kaman, dan Muara Bengkal. Terakhir, tim Mertani melakukan pemasangan di Paser, yaitu perbatasan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sama seperti perjalanan menuju Berau, untuk menuju ke Paser pun kami harus menyebrangi sebuah sungai. Akan tetapi, kali ini lebih besar sehingga kami harus menaiki sebuah kapal feri. Pemasangan pada berbagai lokasi ini terbilang lancar. Hanya saja, terkadang tim sedikit mengalami kesulitan pada transportasi dan sinyal di beberapa lokasi yang cukup rendah. Tidak lupa, selama perjalanan kami sering kali bertemu dengan berbagai hewan hutan seperti monyet dan biawak yang berkeliaran.

Automatic Rainfall Recorder_Mertani
Gambar 5 (Pemasangan Automatic Rainfall Recorder)

Selama pemasangan perangkat ini, selain didampingi oleh tim RND, kami juga didampingi oleh Pak Dardarin selaku kepala manager, Pak Aziz, dan Pak Hirzi sebagai penanggung jawab instalasi. Untuk pemasangan AWS, tim membutuhkan waktu 1,5 jam, sedangkan untuk ARR, tim membutuhkan waktu 1 jam. Sukses melakukan pemasangan semua perangkat di semua titik kebun, pada tanggal 14 Desember 2022 kami pun kembali ke Yogyakarta. Perjalanan dimulai dari Muara Kaman ke Samarinda. Kemudian, dari Samarinda tim menuju ke Balikpapan pada pukul setengah satu siang dan sampai di Balikpapan pada pukul tiga sore. Kami lalu melakukan penerbangan pada pukul setengah empat sore menuju Yogyakarta.

Itulah tadi sedikit cerita mengenai perjalanan tim Mertani kali ini. Ingin tahu lebih banyak tentang cerita kami bersama PT Teladan Prima Agro? Simak video berikut ini ya! Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk mengikuti perjalanan kami dalam membantu perusahaan perkebunan di Indonesia.




Website: mertani.co.id

YouTube: mertani official

Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani .

Tiktok : mertaniofficial




Sumber:

https://www.researchgate.net/publication/357048160_PENGARUH_PERUBAHAN_IKLIM_TERHADAP_PRODUKSI_DI_SEKTOR_PERTANIAN


70 tampilan3 komentar
social-whatsapp-circle-512.webp
bottom of page