top of page

Early Warning System Berbasis IoT Kebencanaan: Solusi Digital Menghadapi Ancaman Bencana

Sistem ini memanfaatkan sensor inclinometer, soil moisture, extensometer, dan tilt sensor untuk mendeteksi potensi ketidakstabilan lereng dan teknologi seperti Automatic Rainfall Recorder (ARR) untuk mendeteksi curah hujan berlebih.
Sumber: Pribadi

Indonesia sebagai negara rawan bencana alam membutuhkan sistem peringatan dini yang andal untuk menekan risiko kebencanaan. Early Warning System (EWS) berperan penting dalam mitigasi dengan menyediakan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat serta pemangku kepentingan. Integrasi IoT kebencanaan memungkinkan pemantauan kondisi alam secara real-time, sehingga potensi bencana dapat terdeteksi lebih awal dan respons darurat bisa dilakukan secara efektif.


Pemanfaatan IoT kebencanaan dalam EWS juga mendorong efisiensi pengelolaan data dan peningkatan keakuratan prediksi. Sensor cerdas, jaringan komunikasi, dan sistem analitik mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Di sisi lain, investasi teknologi kebencanaan menjadi fondasi penting agar sistem ini berkelanjutan, mampu menjangkau wilayah terpencil, serta memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman bencana di masa depan.


Apa yang Dimaksud dengan Early Warning System (EWS)?

Early Warning System (EWS) merupakan sistem terintegrasi yang mendeteksi, menganalisis, dan menyebarkan peringatan dini terhadap potensi bencana untuk memungkinkan respons cepat. Sistem ini melibatkan empat komponen utama deteksi melalui sensor, analisis data, diseminasi informasi, dan respons mitigasi. Di Indonesia, EWS dikelola oleh BMKG dan BNPB untuk memantau berbagai ancaman seperti banjir, longsor, dan karhutla secara real-time.​


EWS bekerja melalui pengumpulan data dari sensor cuaca dan lingkungan, diikuti analisis prediktif untuk memprediksi waktu, lokasi, dan intensitas bencana. Penerapan EWS telah menyelamatkan nyawa dengan memberikan waktu evakuasi, seperti dalam kasus banjir bandang di Agam yang memanfaatkan sensor untuk mitigasi awal.


Jenis dan Contoh Teknologi EWS di Indonesia

Beberapa Early Warning System (EWS) di Indonesia dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik bencana yang berbeda di setiap wilayah. Kondisi geografis dan iklim yang beragam menuntut penggunaan teknologi pemantauan yang spesifik agar peringatan dini dapat bekerja secara optimal. Oleh karena itu, EWS di Indonesia dirancang untuk merespons ancaman bencana utama seperti longsor, banjir, dan kebakaran hutan serta lahan secara tepat waktu.


EWS longsor difokuskan pada pemantauan pergerakan tanah dan faktor pemicunya, seperti curah hujan dan kelembapan tanah. Sistem ini memanfaatkan sensor inclinometer, soil moisture, extensometer, dan tilt sensor untuk mendeteksi potensi ketidakstabilan lereng dan teknologi seperti Automatic Rainfall Recorder (ARR) untuk mendeteksi curah hujan berlebih. Data dikirim secara real-time ke pusat pemantauan guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemerintah daerah.


Sementara itu, EWS banjir dan EWS karhutla dirancang sesuai dengan karakter ancaman masing-masing. EWS banjir menggunakan teknologi seperti Automatic Water Level Recorder (AWLR), dengan sensor radar ataupun sensor velocity untuk mendeteksi kenaikan muka air. Adapun EWS karhutla yang memanfaatkan sensor Soil Moisture, Temperature, Air Humidity, Rainfall, Water level Submersible dan tambahan sirine untuk mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran secara lebih cepat dan efektif.


EWS karhutla yang memanfaatkan sensor Soil Moisture, Temperature, Air Humidity, Rainfall, Water level Submersible dan tambahan sirine untuk mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran secara lebih cepat dan efektif.
Sumber: Pribadi

Peran IoT Kebencanaan dan Sensor dalam Pemantauan Ancaman

Internet of Things (IoT) dan sensor memiliki peran penting dalam pemantauan ancaman bencana secara berkelanjutan dan real-time. Melalui jaringan sensor yang terhubung, data lingkungan seperti curah hujan, tinggi muka air, suhu, kelembapan, dan pergerakan tanah dapat dikumpulkan secara otomatis. Informasi ini membantu instansi terkait mendeteksi perubahan kondisi alam sejak dini sebagai dasar pengambilan keputusan mitigasi.


Pemanfaatan IoT memungkinkan integrasi berbagai jenis sensor ke dalam satu sistem pemantauan terpadu. Data yang terkumpul dikirim melalui jaringan komunikasi ke pusat analisis untuk diolah secara cepat dan akurat. Dengan dukungan analitik dan visualisasi data, IoT membantu meningkatkan keandalan Early Warning System, mempercepat penyampaian peringatan dini, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.


MHEWS sebagai Solusi Pengurangan Risiko Multi-Bencana

Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) merupakan sistem peringatan dini terpadu yang dirancang untuk memantau berbagai ancaman bencana dalam satu platform, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, serta tsunami. Pendekatan multihazard ini memungkinkan pemantauan yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan efisien dalam mendukung pengambilan keputusan cepat pada situasi darurat.


Di Indonesia, BMKG meresmikan command center MHEWS pada tahun 2025 sebagai langkah integrasi data peringatan dini, termasuk InaTEWS, dengan cakupan regional ASEAN dan Pasifik. MHEWS memanfaatkan Common Alerting Protocol (CAP) untuk pertukaran peringatan digital. Sistem ini mendukung analisis multihazard sehingga informasi risiko dapat disampaikan secara seragam, cepat, dan akurat kepada pemangku kepentingan.


Manfaat EWS bagi Pemerintah dan Masyarakat

1. Dasar Kebijakan Mitigasi Berbasis Data 

EWS menyediakan data real-time dan historis yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan mitigasi bencana. Pemerintah dapat menetapkan langkah preventif seperti penutupan akses jalan rawan longsor, pembatasan aktivitas di wilayah berisiko, hingga perencanaan relokasi. Keputusan berbasis bukti ini membantu menekan potensi korban jiwa dan kerugian sejak tahap awal.


2. Peningkatan Keselamatan dan Perlindungan Nyawa 

Bagi masyarakat, EWS berperan penting dalam menyelamatkan nyawa melalui peringatan dini yang disampaikan tepat waktu. Informasi potensi bencana memungkinkan masyarakat melakukan evakuasi lebih cepat dan terarah. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, dampak langsung seperti korban jiwa dan luka-luka dapat diminimalkan secara signifikan.


3. Pengurangan Kerugian Ekonomi Akibat Bencana 

Penerapan EWS membantu mengurangi kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah melalui pencegahan dan respons dini. Evakuasi tepat waktu, perlindungan aset penting, dan pengamanan infrastruktur dapat dilakukan sebelum bencana terjadi. Hal ini menjadikan EWS sebagai investasi strategis untuk menekan biaya darurat dan pemulihan pascabencana.


4. Penguatan Ketahanan Iklim dan Smart City 

Investasi teknologi kebencanaan dalam EWS mendukung upaya peningkatan ketahanan iklim dan pengembangan konsep smart city. Integrasi sensor IoT, sistem analitik, dan komunikasi digital memungkinkan pemantauan risiko secara berkelanjutan. Pemerintah dapat mengoptimalkan perencanaan kota yang adaptif terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana.


5. Respons Cepat dan Efisiensi Anggaran Daerah 

EWS memungkinkan pemerintah daerah merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi. Notifikasi berbasis IoT membantu masyarakat menerima informasi secara langsung. Pendekatan pencegahan ini lebih efisien secara anggaran dibandingkan biaya besar untuk rekonstruksi pascabencana.


EWS banjir menggunakan teknologi seperti (Automatic Water Level Recorder) AWLR, dengan sensor radar ataupun senosr velocity untuk mendeteksi kenaikan muka air.
Sumber: Pribadi

Penerapan Early Warning System berbasis IoT dan Multi Hazard Early Warning System memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia, khususnya banjir, longsor, dan kebakaran hutan serta lahan. Investasi berkelanjutan dalam teknologi ini menjadi kunci keselamatan nasional. Kolaborasi antara BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan sektor swasta diperlukan agar sistem peringatan dini semakin efektif, terintegrasi, dan mampu menjangkau masyarakat luas. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber:


Comments


Pop up bawah.png
WhatsApp

Contact Us

Get special offers tailored to your needs!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

Thanks for submitting!

bottom of page