• Lilia

Implementasi Automatic Weather Station (AWS) di PT Perkebunan Nusantara X, Jawa Timur

Diperbarui: 2 Jun


Mertani_PTPN X_Automatic Weather Station
Gambar 1. Kantor Pabrik Gula Gempolkrep, PTPN X

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sebelum mengenal Mertani, PT Perkebunan Nusantara X melakukan pemantauan anasir iklim secara manual dalam mengelola komoditas tebu di Jawa Timur. Pemantauan iklim dilakukan setiap periode secara manual dengan cara datang ke kebun dan membawa laptop. Data dari logger dipanen melalui kabel USB untuk kemudian dibawa ke kantor, dilaporkan kepada pihak manajemen, dan dianalisa. Dalam pelaksanaanya, kegiatan ini menghadapi berbagai tantangan di lapangan seperti cuaca yang kurang mendukung dan medan ke lokasi yang terkadang kurang kondusif. Oleh karena itu, pihak BUMN ingin "meng-online-kan" data cuaca dari alat yang mereka miliki agar dapat melakukan pemanenan data secara otomatis.


Gempolkrep, Mojokerto

Gambar 2. Tim Mertani Bersama tim PTPN X di Gempolkrep, Mojokerto


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pada tanggal 12 November 2021, tim Mertani menuju lokasi pemasangan Automatic Weather Station (AWS) yang pertama di Mojokerto, Jawa Timur. AWS dipasang di lahan dekat kantor pabrik gula untuk melakukan pemantauan anasir iklim sekitar. Anasir iklim yang dimaksud adalah curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, arah angin, dan kecepatan angin. Pihak perusahaan juga telah menyediakan tempat agar keberadaan alat lebih aman dan terjaga. Setelah melakukan pemasangan, tim Mertani memberikan training terkait penggunaan alat, cara melihat, dan mengunduh data, serta melakukan perawatan rutin.


Pesantren Baru, Kediri

Gambar 3. Proses Instalasi Automatic Weather Station


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tim Mertani melanjutkan perjalanan ke lokasi pemasangan AWS kedua, yaitu di tengah lahan tebu di Pesantren Baru, Kediri. Lokasi ini menjadi salah satu titik representatif

dari kondisi lahan kebun tebu yang dimiliki oleh PTPN X. AWS yang dipasang serupa dengan AWS yang dipasang di lokasi pertama. Alat ini dipasang dengan jarak agak jauh dari kanopi maupun pepohonan yang dapat mengganggu performa alat. Misalnya, menghalangi solar panel dari sinar matahari, menutupi sensor curah hujan, dan sebagainya. Setelah melakukan pemasangan, tim Mertani juga melakukan simulasi pengukuran anasir iklim seperti curah hujan untuk memastikan bahwa alat bekerja dengan akurat, terutama di lokasi tersebut.

Tim Mertani bersama PTPN X Implementasi Automatic Weather Station
Gambar 4. Tim Mertani bersama PTPN X saat Implementasi Automatic Weather Station di Kebun Tebu Pesantren Baru, Kediri

Ngadirejo, Blitar

Gambar 5. Tim Mertani bersama PTPN X di Ngadirejo, Blitar

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selanjutnya, tim Mertani menuju ke lokasi ketiga untuk pemasangan AWS terakhir di dekat kantor kebun Ngadirejo, Blitar. Di lokasi pemasangan masih terdapat ombrometer, yaitu alat pengukur curah hujan dengan cara menakar air yang ditampung dalam tabung setiap jam 7 pagi secara manual. Dengan adanya AWS, saat ini data anasir iklim termasuk curah hujan sudah dapat terkumpul secara otomatis. Selain itu, pengumpulan data secara online membuat pihak perusahaan dapat membuat report lebih cepat, serta mengambil keputusan operasional dengan lebih akurat berdasarkan data.

Ingin tahu lebih banyak tentang cerita kami bersama PT Perkebunan Nusantara X? Simak video berikut ini ya! Jangan lupa like, comment, dan subscribe untuk mengikuti perjalanan kami dalam membantu perusahaan perkebunan di Indonesia.


Your Plantation Is In A Good Hand

contact@mertani.co.id

+62 274 2823880

www.mertani.co.id

PT Merapi Tani Instrumen (Mertani)


59 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua