Beberapa Tanaman Dataran Tinggi Yang Dapat di Rawat dari Rumah, Cocok Untuk Orang Sibuk!


Ilustrasi selada_Mertani
Sumber: Catatanbunda

Dataran tinggi merupakan dataran yang terletak pada ketinggian di atas 700 meter dari permukaan laut. Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi, juga dapat disebabkan karena bekas kaldera yang luas, yang tertimbun material-material dari lereng gunung yang berada di sekitarnya. Dataran tinggi memiliki nama lain, yaitu Plateau atau Plato. Penempatannya yang setara dengan gunung, menjadikan lokasi tersebut memiliki udara yang dingin. Hal ini yang menyebakan hanya beberapa jenis tanaman yang mampu bertahan hidup hingga dapat tumbuh subur. Selain iklim, jenis tanah juga sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman.

Berikut ini kami rangkumkan beberapa jenis tanaman yang cocok di tanam pada daerah dataran tinggi dan mampu dirawat dari rumah.


Jenis-Jenis Tanaman yang Cocok Dibudidayakan dari Rumah


1. Kentang


Ilustrasi kentang_Mertani
Sumber: Okezone Economy

Kentang merupakan sayuran yang kaya manfaat dan cocok ditanam pada daerah dataran tinggi. Tanaman ini bersal dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini adalah herbal semusim yang menyukai iklim sejuk. Udara yang dingin justru membuat tanaman ini tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang lebih berkualitas. Pada beberapa negara kentang dijadikan sebagai makanan pokok, karena mengandung karbohidrat, sedangkan di Indonesia kentang dianggap sebagai sayuran yang mewah.

2. Wortel


Ilustrasi wortel_Mertani
Sumber: Pinhome

Meski wortel dapat tumbuh di daerah dataran rendah, tetapi akan lebih maksimal jika tanaman ini ditanam pada lahan dengan suhu udara 15-21 derajat celcius. Wortel sangat cocok dibudidayakan pada lahan yang memiliki tekstur seperti regosol, alluvial, andosol, dan latosol. Lahan tersebut hanya dapat ditemukan pada daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1200-1500 mdpl. Suhu yang dingin sangat berpengaruh terhadap kegiatan fotosintesis, metabolisme, penyerapan hara, serta proses-proses pertumbuhan lainnya.


3. Buah Stroberi


Ilustrasi stroberi_Mertani
Sumber: Agrotek.id

Tanaman yang berasal dari Amerika Utara ini akan sangat manis jika dipanen dengan tepat. Di Indonesia sendiri, stroberi cocok ditanam pada daerah dataran tinggi dengan ketinggian tanahnya diharuskan minimal 1000 mdpl dan curah hujan sekitar 600-800 mm per tahunnya. Buah stroberi, cocok ditanam pada suhu 20 derajat dan kelembapan 70%-90%.


4. Labu Siam


Ilustrasi labu siam_Mertani
Sumber: Kompas.com

Labu siam merupakan buah yang memiliki kandungan air tinggi yang bersifat lunak. Tanaman dengan nama latin curburbitaceae ini hidup dengan cara menjalar atau merambat. Buah tersebut biasa dijadikan menjadi berbagai macam olahan masakan.

Labu siam dapat dengan mudah dibudidayakan dan untuk memperoleh hasil panennya pun tidak membutuhkan waktu yang lama. Apalagi jika ditanam pada daerah berhawa dingin pada ketinggian 1000 mdpl, hasilnya panennya akan berlimpah.


5. Selada

Tanaman ini pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Mesir Kuno yang kemudian menyebar ke Yunani dan Romawi. Umumnya, selada cukup mudah untuk dikelola, tetapi pastinya dengan memerhatikan beberapa hal. Biji selada tidak menyukai media semai yang panas. Selada akan tumbuh dengan ideal jika ditanam pada lokasi bersuhu rendah, yaitu 15-25 derajat celcius. Selada akan tumbuh dengan baik pada jenis tanah lempung berdebu atau lempung berpasir yang memiiki unsur hara yang baik.


Ilustrasi selada_Mertani
Sumber: Brilio.net

6. Kopi

Kopi merupakan tanaman beriklim tropis dan subtropis yang dapat hidup baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tanaman ini dipercaya berasal dari Afrika yang kemudian menyebar hingga ke seluruh dunia. Untuk pertama kalinya, pada tahun 1896 Belanda memperkenalkan kopi jenis arabika kepada Indonesia. Akan tetapi, terjadi serangan penyakit karat daun (HV) yang menyebabkan kematian tanaman secara massal. Belanda pun memperkenalkan jenis kopi baru yaitu, liberika dan robusta yang lebih tahan pada penyakit karat daun.

Ilustrasi tanaman kopi_Mertani
Sumber: Otten Coffe

Itu tadi merupakan beberapa jenis tanaman dataran tinggi yang mudah untuk dibudidayakan dari rumah. Terlebih bagi anda yang ingin mencari kegiatan lain setelah seharian sibuk dengan berbagai tugas. Mengelola lahan di pekarangan rumah mampu menghilangkan stres dan membuat hati lebih bahagia. Dapatkan informasi lainnya terkait ilmu pertanain dan perkebunan di akun instagram kami yaitu, @mertani_indonesia



Sumber:

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/geomorfologi/pengertian-dataran-tinggi

https://www.99.co/blog/indonesia/jenis-tanaman-dataran-tinggi/

https://bibitonline.com/artikel/jenis-tanaman-dataran-tinggi-yang-bisa-dijadikan-sebagai-tanaman-budidaya

https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/budidaya-selada-lactuca-sativa-di-potpolybag-78

https://alamtani.com/jenis-kopi/


14 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
social-whatsapp-circle-512.webp