top of page

Pupuk Mikro: Peran dan Pentingnya Unsur Mikro dalam Pertumbuhan Tanaman


Gambar 1. (Sumber: ndre4088.blogspot.com)

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan perbanyakan tanaman adalah pemilihan media tanam. Media tanam itu sendiri merupakan media yang dapat digunakan untuk tempat pertumbuhan suatu tanaman atau bahan tanam. Selain itu, media tanam juga merupakan tempat berkembangnya akar tanaman yang dapat dipengaruhi oleh kondisi media tanam tersebut. Adapun yang dapat mempengaruhi pertumbuhan akar adalah kondisi media tanah dalam segi suhu, aerasi, ketersediaan air, dan unsur hara. Pentingnya dilakukan pemilihan media tanam dikarenakan setiap jenis tanaman memiliki syarat tumbuh dan perlakuan yang berbeda. Pemilihan media tanam tersebut biasanya mempertimbangkan beberapa hal seperti porositas baik, pH netral, dan tekstur yang baik.

Pemupukan dapat menjamin kualitas produk pertanian seperti hortikultura, pangan, serta bunga-bungaan dengan cara memperbaiki kualitas media tanam. Pupuk memiliki peran penting untuk memperbaiki atau menunjang nutrisi yang baik untuk produk pangan manusia. Adapun pada dasarnya tanaman ataupun tumbuhan memerlukan dua jenis nutrisi atau unsur hara seperti unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro merupakan nutrisi atau unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang banyak. Sedangkan unsur hara mikro merupakan nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman atau tumbuhan dalam jumlah yang relatif kecil. Perlu diketahui bahwa unsur hara mikro ini dapat digolongkan menjadi pupuk mikro atau biasa disebut sebagai pupuk mikronutrien.

Gambar 2. (Sumber: Agronasa.com).

Meskipun tanaman hanya membutuhkan unsur hara mikro yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan unsur hara makro, namun pada kenyataannya unsur hara mikro ini juga memiliki peranan penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk mikro sangat penting untuk mencegah defisiensi mikronutrien pada tanaman, karena defisiensi ini dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan, warna daun yang tidak normal, dan penurunan hasil panen. Pupuk mikro biasanya digunakan dalam bentuk senyawa atau garam yang mudah larut agar dapat diabsorpsi oleh tanaman dengan lebih efisien. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai unsur hara mikro, berikut merupakan uraian mengenai peran dan gejala yang ditimbulkan apabila kekurangan unsur hara mikro:


1. Besi (Fe)

Zat besi (Fe) memiliki beberapa peranan bagi tanaman yaitu untuk mendukung proses fotosintesis, pengembangan kloroplas, dan biosintesa protein. Tanaman yang kekurangan kesediaan unsur zat besi (Fe) biasanya mengalami beberapa gejala seperti daun muda mengalami klorosis interveinal, yaitu warna kuning pada bagian antara tulang daun, sementara tulang daun tetap berwarna hijau. Daun mungkin juga menjadi pucat dan pertumbuhannya terhambat.


2. Mangan (Mn)

Mangan (Mn) merupakan salah satu unsur mikro yang berperan untuk proses enzimatis khususnya sintesa klorofil, sebagai koenzim, serta sebagai activator beberapa enzim respirasi. Tanaman yang kekurangan unsur hara mikro ini akan menunjukkan gejala seperti klorosis dengan pola berbentuk titik atau garis pada daun muda. Daun juga mungkin mengalami nekrosis (kematian jaringan), terutama di tepi dan ujung daun.


3. Zink (Zn)

Unsur hara seng atau dapat juga disebut dengan zink memiliki peran penting untuk activator enzim, pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara sengm maka akan mengalami gejala seperti terdapat pola kuning pada helai daun, klorofil diantara tulang-tulang utama dan tulang ke Ova sekunder daun. Jadi tulang daun utama dan kedua hijau kontras dan terlihat tebal sedang tulang daun ketiga/tersier ikut menguning. Pola gejala sangat tegas antara bagian kanan dan kiri daun atau bisa dikatakan pola gejalanya teratur. Pada tahap awal ukuran daun normal, tetapi pada difisiensi lebih parah ukuran daun mengecil dan lebih kuning sangat kontras dengan tulang daunnya. Pada perkembangan selanjutnya daun menjadi kecil, sempit dan kuning seluruhnya.


4. Tembaga (Cu)

Tembaga memiliki peranan yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Peran dari tembaga (Cu) adalah sebagai activator yang membantu proses pendistribusian enzim, memperlancar proses fotosintesis, berperan dalam proses pembentukan klorofil dan memperlancar fungsi reproduksi. Tanaman yang kekurangan unsur hara tembaga (Cu) nantinya akan mengalami gejala seperti terjadinya klorosis pada daun, khususnya pada daun muda. Selain itu tanaman dapat menunjukkan pertumbuhan terhambat dan daun yang berbentuk tidak normal.


5. Boron (B)

Boron merupakan salah satu unsur hara mikro yang diangkur dari akar ke tanaman melalui pembuluh xylem. Boron memiliki beberapa peran penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Adapun peran boron yaitu untuk menunjang dalam proses metabolisme pengangkutan gula, meristematik jaringan, merangsang pembentukan dinding sel, lignifikasi, integritas membran, dapat mensintesis DNA, serta merangsang perpanjangan akar, pembentukan serbuk sari dan penyerbukan. Gejala yang dialami oleh tanaman apabila kekurangan unsur hara boron adalah terjadinya distorsi daun dan kuncup termuda.


6. Molybdenum (Mo)

Molydenum berperan dalam enzim nitrat reduktase yang mereduksi ion nitrat menjadi ion nitrit, mengkatalitis satu atau beberapa senyawa (enzim) saja, merangsang aktifnya enzim nitrogenase, nitrat reduktase, dan xanthine oksidase, berperan dalam reaksi reduksi dan oksidasi. Gejala yang dialami oleh tanaman yang kekurangan unsur hara mikro molybdenum adalah terdapat belang-belang bulat kuning terang seperti terbakar pada daun, serta daun gugur saat musim hujan sedangkan pada musim kemarau kembali.


7. Klorin (Cl)

Unsur hara mikro klorin berperan untuk pembukaan stomata dan fotosintesis. Sedangkan untuk gejala yang ditimbulkan apabila tanaman atau tumbuhan mengalami kekurangan usnur hara ini adalah defisiensi Fe pada daun sangat khas dan berpola teratur yaitu semua tulang daun mulai dari tulang daun utama (primer), tulang daun kedua (sekunder) dan tulang daun ketiga (tersier) hijau pucat sedang helai daun kekuningan. Apabila dilihat secara keseluruhan daun seperti terlihat kerangkanya yang berupa seluruh tulang daun menghijau.


Demikianlah informasi mengenai peran dan pentingnys undur mikro dalsm pertumbuhan tanaman. Apabila anda ingin mengetahui informasi lainnya mengenai perkebunan dan pertanian, anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id

Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani

Sumber:


486 views0 comments
WhatsApp
bottom of page