top of page

Pupuk Majemuk versus Pupuk tunggal: Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing dalam Penyediaan Nutrisi


Gambar 1. (Sumber: Easypeasyplants.com)

Selain dapat dibedakan menjadi pupuk organik dan anorganik, pupuk juga dapat dibedakan menjadi dua jenis lain, yaitu pupuk majemuk dan pupuk tunggal. Antara pupuk majemuk dan pupuk tunggal dibedakan berdasarkan komposisi dan jumlah unsur hara yang terkandung pada masing-masing jenis pupuk. Berikut merupakan penjelasan mengenai perbedaan utama antara pupuk majemuk dan pupuk tunggal yang meliputi pengertian, kelebihan serta kekurangannya.


1. Pupuk majemuk

Gambar 2.. (Sumber: Agri.kompas.com)

Pupuk majemuk memiliki pengertian sebagai pupuk yang komposisinya mengandung campuran beberapa unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman atau tumbuhan dalam satu kemasan. Unsur hara utama yang terkandung dalam pupuk majemuk adalah nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang biasanya dinyatakan dalam bentuk NPK. Selain itu, pupuk majemuk juga dapat mengandung unsur hara lain seperti magnesium (Mg), belerang (S), dan mikronutrien seperti besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), dan tembaga (Cu). Namun nantinya pada satu kemasan pupuk tersebut terdapat lebih dari satu jenis unsur hara yang terkandung. Sebagai contoh adalah seperti pupuk NP, NK, dan NPK.

Pupuk majemuk dapat tersedia menjadi berbagai bentuk yang meliputi butiran, serbuk, atau granul. Sama seperti pengaplikasian pupuk lainnya, tentu dalam penggunaan pupuk majemuk juga memerlukan perhatian khusus mengenai dosisnya. Diharapkan dalam pengaplikasian pupuk ini harus mengikuti dosis yang disarankan oleh produsen dan sesuai dengan kebutuhan unsur hara tanaman.

Berdasarkan komposisi yang terkandung pada pupuk majemuk, dapat dikatakan bahwa pupuk ini dibuat untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk yang memiliki kandungan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tentunya kelebihan dari penggunaan pupuk majemuk tidak hanya itu saja. Maka dari itu berikut merupakan kelebihan yang dimiliki oleh pupuk majemuk:

  1. Memudahkan pemberian unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman hanya dengan pengaplikasian satu produk saja

  2. Meminimalisir penggunaan waktu dan tenaga pengaplikasian pupuk

  3. Menyediakan nutrisi yang seimbang sehingga mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara optimal.

  4. Biaya yang digunakan lebih murah

  5. Mudah diserap oleh tanaman

  6. Dapat mendukung program pemupukan berimbang

  7. Lebih efisien apabila ditinjau dari segi distrisbusi dan penyimpanann

Walaupun memiliki banyak manfaat, tentu penggunaan pupuk majemuk juga memiliki beberapa kelemahan apabila dibandingkan dengan penggunaan pupuk lainnya. Berikut merupakan kelemahan yang dimiliki dari penggunaan pupuk majemuk:

  1. Masih memerlukan penggunaan pupuk tunggal (khususnya urea) sebagai pupuk tambahan sehingga dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.

  2. Dalam pengapliaksian pupuk majemuk terkadang sulit menentukan dosis NPK yang tepat khususnya pada tanah yang berstatur P dan K tinggi karena memiliki kadar N, P, K yang kurang sesuai.

  3. Kurang fleksibel karena setiap tanaman membutuhkan rasio atau jumlah unsur hara yang berbeda.

  4. Memiliki risiko overdosis atau kekurangan nutrisi yang tinggi


2. Pupuk tungal

Gambar 3. (Sumber: Agri.kompas.com).

Berbeda dengan pupuk majemuk, pupuk tunggal memiliki definisi yang berbanding terbalik. Pupuk tunggal itu sendiri merupakan pupuk yang kandungan unsur haranya hanya tersedia dalam satu jenis saja. Sebagai contoh adalah pupuk urea CO(NH2)2 hanya mengandung unsur nitrogen saja dan TSP hanya mengandung fosfor (P) dan KCL hanya mengandung unsur hara kalium (K).

Pupuk tunggal digunakan ketika tanaman membutuhkan suplai nutrisi khusus dan tidak membutuhkan unsur hara lainnya secara besar-besaran. Pupuk tunggal umumnya digunakan jika ada kekurangan nutrisi tertentu pada tanah atau tanaman, dan digunakan secara selektif untuk memperbaiki masalah tersebut. Penggunaan pupuk tunggal memungkinkan petani untuk mengatur dosis dan komposisi secara lebih presisi sesuai dengan kebutuhan tanaman. Maka dari itu dalam melakukan pengaplikasian pupuk tunggal maka sangat perlu dilakukannya pemahaman atau informasi lebih lanjut mengenai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman melalui analisis tanah. Tujuannya adalah agar komposisi pupuk tunggal yang diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman.

Dalam penggunaan atau pengaplikasian pupuk tunggal, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut merupakan kelebihan yang didapatkan apabila menggunakan pupuk tunggal:

  1. Pengaplikasian pupuk dapat dilakukan secara presisi. Sehingga pemberian pupuk dapat sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dalam melakukan pertumbuhan dan perkembangan.

  2. Mengandung hanya satu unsur hara utama, dosis, dan komposisi pupuk tunggal dapat disesuaikan dengan analisis tanah dan kebutuhan nutrisi tanaman secara spesifik.

  3. Mampu mengatasi permasalahan kekurangan unsur tertentu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

  4. Pupuk tunggal memungkinkan petani untuk mengatur secara terpisah kebutuhan nutrisi tanaman, terutama ketika tanaman membutuhkan konsentrasi tertentu dari satu unsur hara tanpa mengganggu keseimbangan dengan unsur hara lain. Misalnya, pada fase pertumbuhan tertentu, tanaman mungkin membutuhkan suplai tambahan nitrogen, dan pupuk urea sebagai pupuk tunggal nitrogen dapat digunakan dengan dosis yang sesuai.

  5. Penggunaan pupuk tunggal meminimalkan risiko overdosis unsur hara tertentu karena unsur hara lainnya tidak hadir dalam kemasan yang sama. Overdosis pupuk dapat menyebabkan masalah seperti pencemaran lingkungan dan gangguan pada pertumbuhan tanaman.

Penggunaan pupuk tunggal tentu juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut merupakan kekurangan atau kelemahan dari penggunaan pupuk tunggal:

  1. Pupuk tunggal cenderung kurang lengkap dalam memberikan nutrisi secara menyeluruh seperti pupuk majemuk yang mengandung beberapa unsur hara sekaligus.

  2. Tanaman akan berpotensi mengalami kekurangan unsur hara lainnya sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas tanaman dalam jangka panjang.

  3. Sulit menyesuaikan kondisi tanah yang berbeda. Hal ini dikarenakan setiap tanah memiliki karakteristik dan kebutuhan nutrisi yang berbeda.

  4. Penggunaan pupuk tunggal juga dapat mengakibatkan potensi overosis pada tanaman. Maka dari itu dalam pengaplikasian pupuk tunggal perlu memperhatikan dosis pupuk yang diberikan.

  5. Memerlukan banyak waktu dan tenaga.

Demikianlah informasi kelebihan dan kekurangan dari pupuk majemuk maupun pupuk tunggal. Apabila anda ingin mengetahui informasi lainnya mengenai perkebunan dan pertanian, anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id

Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani

Sumber:


1,848 views0 comments

コメント


WhatsApp
bottom of page