Potensi Limbah Kelapa Sawit di Indonesia dan Pemanfaatannya

Ilustrasi buah kelapa sawit_Mertani

Indonesia memiliki lebih dari 850 pabrik kelapa sawit yang sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hal ini membuat Indonesia tercatat sebagai produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Setidaknya ada 12,8 juta hektar lahan perkebunan kelapa sawit yang tercatat hingga tahun 2018.

Tidak cukup sampai di situ saja, kalapa sawit memiliki banyak manfaat lain di antaranya, sebagai kosmetik, perlengkapan kebersihan rumah tangga, bahkan seluruh limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi karbon netral. Perlu kalian ketahui, bahwa teknologi anaerobic digester (AD) yang digunakan dalam pengolahan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) dapat menghasilkan biogas.


peta persebaran instalasi biogas dan skemanya_Mertani
Sumber: Ebtke.esdm.go.id

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari hasil utama kelapa sawit dan telah terbukti memberikan manfaat bagi ekonomi yang besar terhadap Indonesia. Akan tetapi, banyaknya perkebunan kelapa sawit di Indonesia menyebabkan limbah kelapa sawit melimpah, baik dalam bentuk cair maupun padat. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, pastinya akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar bahkan negara pun dapat terkena imbasnya.

Beragam manfaat yang dapat diperoleh dari limbah kelapa sawit, salah satunya menjadi sumber energi. Sebagai penghasil energi, limbah kelapa sawit memiliki potensi menghasilkan energi listrik sebesar 4336 MW dan 29.52 juta per kilo liter bioethanol. Kesuburan tanah di perkebunan dapat terjaga dengan menambah kandungan organik dalam tanah menggunakan limbah padat dan cair dari PKS.


Pemanfaatan berbagai limbah kelapa sawit


1. Tandan buah kosong


Ilustrasi tandan buah kosong_Mertani
Sumber: Unair News

Produk sampingan dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Limbah tandan kosong pada kelapa sawit dapat digunakan sebagai pupuk organik (kompos) karena mengandung unsur hara makro (N, P, K, Mg, Ca) yang cukup tinggi. Pola intrercopping yang digunakan antara tanaman kelapa sawit yang masih muda dengan tanaman jagung dari pupuk kompos mampu mengoptimalisasi lahan perkebunan kelapa sawit.

Selain sebagai pupuk, TKKS juga mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi, yaitu dengan memanfaatkannya sebagai material tekstil. Ciri khas visual pada tandan kosong kelapa sawit memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai struktur produk aksesoris fashion yang tidak kontak langsung dengan kulit. Ciri khasnya berupa kekuatan dan panjang yang cukup stabil, kemudahan menyerap warna, dan serat yang dapat diurai menjadi ukuran kecil. Agar lebih kuat, teknik yang digunakan adalah teknik tenun, ini berfungsi menyokong karakteristik serat yang getas.

Melihat dari banyaknya manfaat yang diperoleh, tandan kelapa sawit mampu mengangkat nilai kearifan lokal dan sumber daya alam yang hingga saat ini belum optimal.


2. Cangkang sawit


Ilustrasi cangkang kelapa sawit_Mertani
Sumber: VOI

Kandungan zat lignoselulosa yang terdapat pada cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan arang yang bisa menghasilkan panas hingga 20.093 kJ/Kg. Tekanan api yang dihasilkan oleh cangkang sawit juga cukup besar, sehingga berfungsi sebagai bahan bakar boiler, yakni mengubah limbah menjadi uap yang dapat menggerakan mesin turbin dan mampu mengopresikan segala mesin berbasis uap. Penggunaan cangkang sawit sebagai bahan bakar yaitu ramah terhadap lingkungan, ini karena cangkang sawit tidak mengandung unsur sulfur sehingga bebas dari gas pencemar.

Lapisan luar (kulit daging) kelapa sawit juga dapat dijadikan sebagai campuran pakan ternak yang berguna meningkatkan metabolisme tubuh sekaligus pertumbuhan binatang-binatang, khususnya sapi, kambing, bebek, ikan, sampai ternak ayam. Meski demikian, penggunaannya harus sesuai aturan dan tidak berlebihan agar dapat dicerna dengan mudah di dalam tubuh binatang.


3. Limbah Cair Sawit/Palm Oil Mills Effluent (POME)


Ilustrasi limbah cair kelapa sawit_Mertani
Sumber: BPDP Sawit

POME berasal dari hasil samping proses pengolahan tandan buah segar yang termasuk salah satu jenis limbah organik agroindustri. Limbah jenis ini berupa air dan minyak. Teknologi covered lagoon atau Costinus Stirred Tank Reactor (CSTR) yang digunakan, mampu mengubah limbah cair kelapa sawit menjadi tanaga listrik melalui proses anaerob digestion.


4. Limbah Gas


Ilustrasi limbah gas kelapa sawit_Mertani
Sumber: The Palm Scribe

Selain gas metana, dengan teknologi elektro koagulasi, POME juga mampu menghasilkan gas hidrogen sebagai energi. Adanya pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi, membuat Indonesia kini mampu berkontribusi pada keseimbangan lingkungan hidup serta Sustainable Develpoment Goals (SDG) sekaligus meningkatkan rasio elekrifikasi nasional.

Perlu pemahaman dan kesadaran guna mampu memanfaatkan limbah kelapa sawit dengan baik dan benar. Limbah kelapa sawit ini mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi di tangan orang yang tepat, tetapi bisa menjadi bencana apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.


Bagaimana? Sudah paham, bukan? Itu tadi merupakan sedikit penjelasan mengenai pemanfaatan limbah kelapa sawit dan cara memanfaatkannya. Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai ilmu perkebunan dan pertanian di akun media sosial kami yaitu @mertani_indonesia




Sumber:

https://ebtke.esdm.go.id/post/2022/03/21/3121/optimalisasi.pemanfaatan.limbah.sawit.guna.mencapai.target.bauran.energi#:~:text=Seluruh%20limbah%20kelapa%20sawit%20dapat,teknologi%20anaerobic%20digester%20(AD).

https://palmoilina.asia/palmoil-publication/potensi-limbah-kelapa-sawit/

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/96273/Pemanfaatan-Limbah-Kelapa-Sawit/

43 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
social-whatsapp-circle-512.webp