top of page

Pemupukan dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan: Pendekatan Terintegrasi Penjagaan Kesuburan Tanah


Gambar 1. (Sumber: Greenqueen.com)

Tahun 1980, istilah “sustainable agriculture” atau diterjemahkan menjadi 'pertanian berkelanjutan' digunakan untuk menggambarkan suatu sistem pertanian alternatif berdasarkan pada konservasi sumber daya dan kualitas kehidupan di pedesaan. Sistem pertanian berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan, mempertahankan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat di pedesaan. Tiga indikator besar yang dapat dilihat adalah lingkungannya lestari, ekonominya meningkat (sejahtera), dan secara sosial diterima oleh masyarakat petani.

Sejak awal 1980an Indonesia telah memasukkan aspek kelestarian lingkungan dalam setiap bidang program pembangunan, termasuk pada bidang pertanian. Akan tetapi implementasi pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dalam pembangunan pertanian masih sangat minimal. Berbagai tindakan yang bertentangan dengan keberlanjutan seperti: penggunaan lahan dengan kemiringan yang sangat tinggi untuk usaha budidaya sayuran, usahatani pada lahan berelevasi lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut, pembakaran hutan dan semak belukar pada lahan bergambut, penggunaan pestisida secara liberal, usaha pertanian mengandalkan semata-mata pupuk anorganik, penanaman satu jenis tanaman semusim terus-menerus tanpa rotasi tanaman, dapat digolongkan ke dalam pertanian yang kurang memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan secara khusus untuk menjaga lingkungan khusunya kesuburan tanah yang berkelanjutan adalah pemupukan. Kemudian Pemupukan memiliki hubungan yang erat dengan pendekatan terintegrasi dalam pertanian. Dalam pendekatan terintegrasi, pemupukan menjadi salah satu aspek yang penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian, serta menjaga kesuburan tanah dan lingkungan. Berikut adalah beberapa hubungan antara pemupukan dan pendekatan terintegrasi:

  1. Pendekatan terintegrasi dalam pemupukan: Pendekatan terintegrasi dapat diterapkan dalam pemupukan dengan menggabungkan berbagai aspek dalam sistem pertanian, seperti tanaman, ternak, dan lingkungan. Misalnya, dalam sistem pertanian terintegrasi ternak-tanaman, limbah ternak dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sehingga meminimalkan penggunaan pupuk kimia dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan

  2. Pemupukan dalam pendekatan terintegrasi: Pemupukan juga merupakan komponen penting dalam pendekatan terintegrasi. Dalam sistem pertanian terpadu, pemupukan yang terintegrasi dengan pengelolaan sumber daya alam, seperti penggunaan pupuk organik dan pengelolaan limbah pertanian, dapat meningkatkan kualitas tanah, hasil panen, dan efisiensi penggunaan lahan

  3. Pemupukan untuk menjaga kesuburan tanah: Pemupukan yang tepat dan terintegrasi juga berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Dengan memperhatikan kebutuhan unsur hara tanaman dan menggunakan pupuk organik, pemupukan dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi dalam tanah dan mencegah degradasi tanah

Dengan menerapkan pendekatan terintegrasi dalam pemupukan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan sumber daya, dan keberlanjutan sistem pertanian. Selain itu, pemupukan yang terintegrasi juga dapat membantu menjaga kesuburan tanah dan lingkungan, serta meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan. Setelah mengetahui mengenai hubungan antara pemupukan dengan pendekatan terintegrasi, berikut adalah beberapa contoh pendekatan terintegrasi dalam pemupukan:


1. Integrated Farming System (IFS)

Gambar 2. (Sumber: Sudufarming.com)

Pendekatan ini menggabungkan beberapa aspek pertanian, seperti tanaman, ternak, dan lingkungan, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pemupukan. Contohnya adalah mengintegrasikan tanaman padi dengan ternak sapi, yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan ternak, serta melestarikan kesuburan tanah dengan adanya pupuk organik.


2. Pengelolaan hara terpadu

Gambar 3. (Sumber: Gardeningchores.com)

Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi dosis pemupukan anorganik dan meningkatkan kualitas dan kesehatan lahan pertanian. Salah satu caranya adalah dengan mengelola hara secara terpadu, yaitu dengan memanfaatkan pupuk organik dan anorganik secara efisien.


3. Pemupukan terpadu pupuk bio-organik fosfat dan anorganik

Gambar 4. (Sumber: Jobescompany.com)

Pendekatan ini menggabungkan penggunaan pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan efisiensi pemupukan. Contohnya adalah penggunaan pupuk bio-organik fosfat dan anorganik pada tanaman kedelai, yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik.


Kesuburan tanah dan lingkungan dapat pula dilestarikan dengan melalui beberapa kegiatan seperti konservasi tanah. Berikut adalah beberapa praktik konservasi tanah yang dapat dilakukan:


1. Konservasi Tanah Metode Vegetatif

Metode ini melibatkan penggunaan tanaman untuk melindungi dan menjaga kesuburan tanah. Beberapa contoh praktik konservasi tanah metode vegetatif meliputi:

  • Contour farming: Menanam tanaman sejajar dengan kontur lahan untuk mengurangi aliran air dan mencegah erosi.

  • Contour plowing: Melakukan olah tanah sejajar dengan kontur lahan untuk mengurangi aliran air dan mencegah erosi.

  • Terasering: Membuat teras atau tanggul di lereng guna mengurangi aliran air dan mencegah erosi.

  • Crop rotation: Bergantian menanam jenis tanaman pada lahan yang sama untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko penyakit dan hama

2. Konservasi Tanah Metode Mekanik Metode ini melibatkan penggunaan alat dan teknik mekanik untuk mengurangi erosi dan menjaga kesuburan tanah. Beberapa contoh praktik konservasi tanah metode mekanik meliputi:

  • Pembuatan teras: Membuat teras atau tanggul di lereng untuk mengurangi aliran air dan mencegah erosi.

  • Pembuatan saluran air: Membuat saluran air yang terarah untuk mengalirkan air secara terkendali dan mengurangi erosi.

  • Pengendalian aliran air: Menggunakan alat atau teknik untuk mengatur aliran air dan mengurangi erosi

3. Konservasi Tanah Metode Kimia:

Metode ini melibatkan penggunaan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesuburan. Beberapa contoh praktik konservasi tanah metode kimia meliputi:

  • Pemberian pupuk organik: Menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah dan stabilitas agregat tanah

Penerapan praktik konservasi tanah ini penting untuk mencegah erosi dan menjaga kesuburan tanah serta lingkungan. Dengan menjaga kesehatan tanah, pertanian dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang. Demikianlah informasi mengenai Pemupukan dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan. Apabila anda ingin mengetahui informasi lainnya mengenai perkebunan dan pertanian, anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id

Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani


Sumber:

130 views0 comments
WhatsApp
bottom of page