top of page

Pemantauan Air Limbah Untuk Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Air limbah berpotensi mengandung berbagai kontaminan baik padatan, mikroorganisme patogen, hingga bahan kimia beracun.
Sumber: Pexels

Pemantauan air limbah diperlukan untuk dapat meningkatkan upaya mitigasi risiko serta pengaruh air limbah yang berpotensi untuk membawa dampak di banyak aspek. Baik aspek kesehatan dan lingkungan, keduanya menjadi pertimbangan kuat dalam implementasi tata kelola air limbah yang optimal dan terukur.


Pengertian Air Limbah atau Limbah Cair

Limbah kerap kali dikaitkan dengan berbagai bentuk kegiatan atau aktivitas. Salah satu jenis limbah ada dalam bentuk limbah cair. Jenis limbah ini dapat dihasilkan dari sisa aktivitas produksi, operasional, bahkan dari sanitasi. 


Air limbah adalah kotoran dari masyarakat, rumah tangga, dan juga yang berasal dari industri, air tanah, air permukaan, serta buangan lainnya. Keberadaan air limbah membutuhkan mitigasi dan pengelolaan yang baik. Hal tersebut mengingat air limbah berpotensi mengandung berbagai kontaminan baik padatan, mikroorganisme patogen, nutrisi berlebih seperti nitrogen dan fosfor. Bahkan air limbah juga berpotensi mengandung bahan kimia beracun.


Jika tidak dipahami dengan baik terkait pengelolaan air limbah secara terukur, degradasi atau kerusakan lingkungan dapat terjadi. Produsen air limbah, khususnya industri yang menggunakan bahan kimia harus dapat memastikan bahwa kontaminan dalam air limbah tidak membahayakan saat dibuang ke lingkungan.


Pemantauan air limbah industri juga telah memiliki ketentuan hukum yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) adalah sistem yang mengintegrasikan sensor, data  nblogger, hingga jaringan komunikasi. Melalui integrasi pada perangkat dalam sistem SPARING pemantauan air limbah dilakukan secara otomatis dan real-time untuk pelaporan kualitas air limbah dengan akurat.


Pembagian Limbah Cair 

Terdapat klasifikasi ataupun pembagian jenis pada limbah cair. Parameter dalam pembagian jenis limbah cair tersebut salah satunya adalah sumber penghasilnya. Berikut adalah kategori limbah cair:


  1. Limbah Domestik

Limbah ini dihasilkan dari aktivitas di dalam hunian seperti perumahan dan apartemen hingga area komersial seperti pasar. Lebih lanjut, jenis limbah domestik juga masih terbagi ke dalam kategori Greywater dan Blackwater.


Grey water adalah limbah cair yang dapat mengandung kontaminan berupa air bekas cucian, mandi, hingga dapur. Sedangkan black water adalah limbah cair yang mengandung kotoran manusia dari toilet.


  1. Limbah Industri

Air limbah yang dihasilkan dari proses produksi, manufaktur, maupun operasional industri. Jenis industri akan menentukan karakteristik dari air limbah yang dihasilkan. Faktor tersebut akan mempengaruhi sifat fisika air limbah seperti warna, bau, dan suhunya serta sifat kimia yang dapat berupa pH, BOD, COD, dan kandungan ammonia.


Manfaat dan Tujuan Pengelolaan Air Limbah

Air limbah memiliki potensi besar untuk membawa berbagai kontaminan yang terlarut di dalam air. Kontaminan yang dapat terlarut dalam air limbah dapat terdiri atas unsur organik hingga kimia yang membutuhkan penanganan dengan tepat.


Dalam mengoptimalkan pengelolaan air limbah industri terdapat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING). Keduanya saling berkaitan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan air limbah yang dihasilkan dari proses produksi maupun operasional.


Pengelolaan air limbah industri bermanfaat untuk:

  1. Mengurangi Pencemaran Air

Dengan adanya mekanisme pengelolaan air limbah yang tepat maka hal tersebut turut mendukung dalam menjaga kualitas air di lingkungan tidak tercemar. Saluran air permukaan seperti sungai, danau, atau waduk menjadi tetap terjaga untuk dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.


  1. Melindungi Ekosistem dan Sumber Daya Alam

Ekosistem air atau akuatik menjadi yang paling terdampak ketika terdapat air limbah yang langsung dibuang ke lingkungan. Air limbah yang langsung dibuang ke saluran air terbuka seperti irigasi atau sungai dapat menyebabkan degradasi lingkungan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati.


  1. Mengurangi Kelangkaan Air Bersih

Pencemaran yang diakibatkan oleh air limbah dapat berdampak pada ketersediaan air bersih dan layak untuk dikonsumsi. Kelangkaan air bersih juga dapat menjadi faktor risiko terhadap gangguan kesehatan manusia.


Jenis Kontaminan Dalam Air Limbah

Air limbah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Baik sifat fisika atau kimianya akan erat kaitannya dengan jenis industri yang dijalankan. Hal tersebut menjadi pertimbangan terhadap bagaimana sistem pengelolaan air limbah seoptimal mungkin untuk memitigasi berbagai potensi kerugian akibat pencemaran air limbah.


Oleh karena itu pula dalam pemantauan air limbah menggunakan SPARING beberapa industri memiliki parameter yang berbeda-beda.Berikut adalah jenis kontaminan yang berpotensi ada dalam air limbah industri:


  1. Logam Berat

Jenis industri ekstraktif seperti pertambangan hingga industri manufaktur elektronik menjadi sektor yang menghasilkan air limbah dengan kandungan logam berat. Timbal dan merkuri hanya sedikit contoh dari potensi kandungan dalam air limbah yang dihasilkan dari industri tersebut. 


Kandungan logam tersebut bersifat toksik dan berpotensi membawa dampak destruktif yang merugikan. Perlindungan untuk aspek kesehatan hingga ekosistem menjadi pertimbangan terhadap pengelolaan air limbah yang ketat pada industri tersebut.


  1. Bahan Kimia

Dalam proses produksi maupun operasional yang memanfaatkan bahan kimia 

membutuhkan penanganan yang tepat. Hal tersebut selain bertujuan untuk taat dan patuh terhadap regulasi industri yang memanfaatkan penggunaan bahan kimia guna meminimalisir dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi lingkungan.


Sektor industri yang seringkali dikaitkan dengan penggunaan berbagai bahan dan zat kimia diantaranya adalah industri farmasi, tekstil, hingga manufaktur bahan kimia.


Pemantauan Air Limbah Dengan Integrasi Teknologi Sensor

Berkembangnya inovasi teknologi turut berperan penting dalam transformasi digital pada banyak sektor. Dalam sektor industri, pengelolaan air limbah kini telah mengalami transformasi baik dari segi regulasi maupun teknologi yang digunakan.


Pemantauan Air Limbah menggunakan sensor dan data logger memungkinkan pada pelaku industri untuk dapat memantau kualitas air limbah secara otomatis dan real-time. Ketentuan ini juga telah memiliki kekuatan hukum dan diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P80 tentang Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan.


Mertani menghadirkan solusi untuk meningkatkan tata kelola air limbah yang dihasilkan dari aktivitas industri. Perangkat yang kami kembangkan untuk Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) telah sesuai dengan regulasi, standar kelayakan, dan telah dinyatakan lolos uji konektivitas yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran Air dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).


Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber:



 


 
 
 

Comments


SPARING - Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam jaringan
WhatsApp

Contact Us

Get special offers tailored to your needs!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

bottom of page