top of page

Kualitas Air Bersih: Menerapkan Standar Pengambilan Sampel yang Tepat oleh PT Mertani


WQMS-Mertani
Pengambilan Sampel Air (Sumber Pribadi)

Pada era saat ini, kualitas air bersih perlu ditingkatkan untuk menjaga kesehatan terhadap lingkungan dan masyarakat. Penggunaan kualitas air bersih menjadi lebih penting karena digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti di bidang industri, pertanian, perkebunan, bahkan dalam kegiatan sehari-hari. Kualitas air yang ada di lingkungan memiliki perbedaan dalam tingkat kualitas. Pada setiap sumber air memiliki berbagai parameter yang hidup dan berkembang, seperti pH atau tingkat keasaman dalam air. Ketika parameter atau zat berbahaya pada air terus berkembang, maka akan memberikan dampak yang tidak sehat bagi masyarakat. Oleh karena itu, diadakan kegiatan pengambilan sampel air untuk memeriksa kualitas air yang berada di sumber air tertentu. Kegiatan pengambilan sampel air menjadi salah satu landasan bagi para peneliti lingkungan atau para ilmuwan, untuk melacak perubahan yang terjadi pada sumber air yang ada di lingkungan. Selain itu, data dari sampel air yang diukur dapat menjadi tolak ukur para ilmuwan dalam mengetahui kualitas air serta dampak yang akan terjadi bagi lingkungan, jika air yang digunakan memiliki kualitas yang buruk.

Pada tanggal 17 Juli 2023, PT Mertani melakukan kegiatan pengambilan sampel air, untuk mengetahui kualitas air di suatu daerah. Kegiatan pengambilan sampel air ini dilakukan di Hulu Rawa Pening, Tuntang, Jawa Tengah. Pengambilan sampel air ini juga dilakukan untuk memberikan validasi bagi masyarakat terhadap Proteus Water Sensor. Selain itu, pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah Proteus Water Sensor ini perlu dilakukan kalibrasi atau pengaturan akurasi tertentu. Proteus Water Sensor adalah sensor real-time pertama di dunia yang terbukti secara ilmiah untuk mengukur BOD. Proteus dapat mengukur berbagai kualitas air, yang tersusun dari berbagai parameter.

PT Mertani berangkat dari Jogjakarta pada pukul 07.00 WIB dan sampai di lokasi pada pukul 09.30 WIB. Dari Tim Mertani memberangkatkan enam anggota yang memiliki tugas masing-masing pada kegiatan tersebut. Proses pengambilan sampel dan pemeriksaan membutuhkan waktu yang lumayan panjang, Tim Mertani memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk melakukan proses pengambilan dan pemeriksaan. Pada kegiatan ini, proses pengambilan air dilakukan penuh oleh pihak Mertani tanpa melibatkan pihak lain. Tim Mertani menghadirkan anggota tim yang paham mengenai ilmu kimia, sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Selain pengambilan sampel air untuk pemeriksaan, Tim Mertani juga melakukan maintenance atau pemeliharaan terhadap Proteus Water Sensor yang tertanam dalam sumber air Rawa Pening. Proteus tersebut sudah berada di dalam air selama sekitar satu bulan. Hal tersebut membuat kondisi Proteus tersebut menjadi lebih kotor. Proses maintenance terhadap Proteus Water Sensor meliputi pembersihan dan perawatan yang dilakukan langsung oleh Tim Mertani.

WQMS-Mertani
Pengecekan Data di Software Mertani (Sumber Pribadi)

Untuk proses pengambilan data kualitas air tersebut meliputi, pengambilan air yang dilakukan dengan menggunakan ember yang bersih. Tim Mertani menjaga air yang sudah ada di ember supaya tidak terkontaminasi oleh kotoran apapun. Tim Mertani mengambil sampel air tersebut sesuai dengan prosedur pengambilan sampel air. Pengambilan sampel ini dilakukan berlawanan arah dengan jalur arus sungai, untuk meminimalisir zat atau kotoran yang dapat terlarut ke dalam air. Setelah air berhasil tertampung kemudian diteliti menggunakan Proteus Water Sensor yang ditanam ke dalam ember tersebut. Hasil data pengukuran menggunakan Proteus bisa diperiksa pada software Mertani.

Pemanfaatan Proteus Water Sensor untuk mengukur kualitas air sendiri, dapat mendeteksi berbagai parameter yang ada di dalam air. Untuk pengukuran kualitas air pada pengambilan sampel oleh Mertani, ada sekitar delapan parameter yang diukur, yaitu Dissolved Oxygen (DO), Kandungan pH atau keasaman, Suhu, Konektivitas, Turbidity (kekeruhan), Ammonium Nitrate, Nitrate (NO3), dan Chemical Oxygen Demand (COD). Parameter tersebut dijadikan tolak ukur dalam pengukuran sampel air tersebut. Dalam pengukuran yang menggunakan Proteus Water Sensor, Tim mertani sudah cukup awam terhadap Proteus tersebut. Akan tetapi ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Tim Mertani saat akan melakukan pengambilan sampel air, yaitu proses pemeriksaan lab. Pada prosedur pemeriksaan lab, seharusnya dilakukan pada hari yang sama, akan tetapi pada proses pengambilan sampel sudah cukup memakan waktu sehingga, waktunya tidak memadai untuk melakukan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di lab Jogja. Perjalanan jauh dari Tuntang menuju Jogja menjadikan proses pemeriksaan lab tertunda, dan hanya bisa melakukan tes pada satu sampel saja. Pada dua sampel air lainnya dilakukan keesokan harinya di laboratorium yang berada di Jogja. Sampel air yang belum diperiksa mengalami proses pengawetan yang dilakukan di ruangan dengan suhu di bawah ruangan sekitar 10° Celcius. Proses pengawetan dilakukan supaya kandungan dalam air sampel tersebut tidak berubah dan valid dengan pengukuran yang dilakukan menggunakan Proteus Water Sensor.

WQMS-Mertani
Pemeriksaan Data Logger Mertani (Sumber Pribadi)

Selain itu, ada ketentuan yang harus dilengkapi oleh pihak yang melakukan pengambilan sampel, seperti mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD). Pengambilan sampel juga harus sesuai dengan prosedur, yaitu air yang diambil tidak boleh terkena kotoran atau bahkan terkena guncangan. Hal tersebut untuk menjaga kemurnian air yang diambil dan menjaga agar kandungan air tersebut tidak bertambah dengan zat baru yang disebabkan oleh lingkungan sekitar. Pengambilan sampel air tersebut tidak ada risiko tertentu, hanya saja posisi sungai yang diambil airnya berada di tempat bawah dan sedikit curam, sehingga harus lebih hati-hati.

“Kegiatan pengambilan sampel kali ini seru banget, karena aku juga baru pertama kali ikut turun ke lapangan, ya. Jadi, seru banget,” Kesan dari salah satu Tim Mertani yang turut serta mengambil sampel air. Nah, itulah sedikit cerita mengenai kegiatan Tim Mertani kali ini, semoga bermanfaat. Ingin tahu lebih banyak mengenai cerita kami? Anda dapat mengunjungi kami di:


Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani




88 views4 comments

4 Comments


Pak Syam
Pak Syam
Jul 20, 2023

apakah air bersih bisa bikin rumah yang tinggi tp udah kenyang si tadi

Like
Replying to

bisa kak

Like

Restu Setiawan
Restu Setiawan
Jul 20, 2023

wah ini baru

Like
Replying to

sangat baru


Like
WhatsApp
bottom of page