top of page

Keterkaitan Antara Kehilangan Keanekaragaman Hayati dan Perubahan Iklim: Sebuah Tantangan Global


Gambar 1. (Sumber: Kommpasiana.com)

Perubahan iklim memiliki dampak yang signifikan terhadap keanekaragaman hayati. Dampak tersebut meliputi berkurangnya populasi dan keragaman spesies, spesies endemik terancam punah, hilangnya habitat satwa, perubahan interaksi antar spesies, serta kemungkinan kepunahan spesies. Perubahan iklim juga dapat mengakibatkan kemarau yang berkepanjangan atau curah hujan yang terlalu tinggi, yang mempengaruhi lingkungan seperti kebakaran hutan atau banjir. Selain itu, perubahan iklim juga mengancam integritas banyak ekosistem di seluruh dunia, termasuk terumbu karang dan hutan tropis. Kondisi ini semakin memperdalam krisis iklim, degradasi, dan/atau hilangnya ekosistem yang cepat seperti mangrove, hutan tropis, lahan gambut, dan lamun.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia merupakan rumah bagi tumbuhan dunia dan menjadi salah satu pusat agro biodiversitas dunia, dengan 10% dari total spesies tumbuhan dunia. Dalam konteks ini, perubahan iklim yang terjadi secara global dapat membunuh tumbuhan dan hewan secara mendadak akibat gelombang panas air laut atau kenaikan suhu bumi

Dalam rangka mendorong pengembangan perlindungan biodiversitas dan sosial untuk skema mitigasi iklim, diperlukan desain insentif yang mencakup aturan dan kebutuhan dana untuk keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, perubahan iklim memiliki dampak yang signifikan terhadap keanekaragaman hayati, dan perlindungan biodiversitas menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan ini. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi keterkaitan antara kehilangan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim, serta bagaimana fenomena ini menjadi tantangan besar bagi keseimbangan ekosistem global.


Keanekaragaman Hayati sebagai Penopang Stabilitas Ekosistem

Gambar 2. (Sumber: www.yayasanbinabhaktilingkungan.or.id)

Keanekaragaman hayati merujuk pada variasi genetik, spesies, dan ekosistem di suatu wilayah atau di seluruh planet. Ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati cenderung lebih stabil dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Setiap organisme, baik itu tumbuhan, hewan, atau mikroba, memiliki peran unik dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Misalnya, tumbuhan dapat menghasilkan oksigen dan menyimpan karbon dioksida, sedangkan hewan bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan rantai makanan.

Namun, aktivitas manusia seperti deforestasi, perburuan liar, dan perubahan iklim telah menyebabkan penurunan dramatis dalam keanekaragaman hayati. Spesies punah, hilangnya habitat alami, dan perubahan suhu global semakin mengancam stabilitas ekosistem. Kehilangan keanekaragaman hayati dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem, meningkatkan risiko bencana alam, dan mengurangi ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.

Dengan demikian, keanekaragaman hayati memegang peranan penting sebagai penopang stabilitas ekosistem, namun terancam oleh berbagai faktor termasuk perubahan iklim dan aktivitas manusia. Upaya konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati dan stabilitas ekosistem


Perubahan Iklim sebagai Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati

Di sisi lain, perubahan iklim merupakan hasil dari pelepasan gas rumah kaca dan aktivitas manusia lainnya yang mempengaruhi iklim global. Perubahan suhu, pola hujan yang tidak teratur, dan kenaikan permukaan air laut menjadi dampak nyata dari perubahan iklim. Semua ini memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan.

Spesies-spesies tertentu mungkin tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu yang cepat, dan perubahan pola hujan dapat mengakibatkan kekurangan air atau banjir yang merusak habitat. Di samping itu, pemanasan global juga memicu perubahan iklim ekstrem, seperti badai tropis yang lebih kuat, kekeringan yang lebih panjang, dan kebakaran hutan yang meluas. Semua ini menyebabkan stres ekstrem pada ekosistem dan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati.


Interaksi Kompleks antara Keanekaragaman Hayati dan Perubahan Iklim


Gambar 3. (Sumber: Environment-indonesia.com)

Keterkaitan antara kehilangan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim adalah interaksi yang kompleks dan saling memperkuat. Keanekaragaman hayati berperan dalam mengatur siklus air, menyimpan karbon, dan menjaga keseimbangan ekosistem, yang semuanya merupakan faktor penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Contohnya, hutan-hutan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati adalah penyerap karbon yang signifikan. Namun, deforestasi yang terus menerus mengurangi kemampuan hutan untuk menyerap karbon, sehingga meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Ini menciptakan lingkaran setan di mana perubahan iklim menyebabkan kehilangan keanekaragaman hayati, yang pada gilirannya mempercepat perubahan iklim.


Dampak Terhadap Manusia

Keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan perubahan iklim juga memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan manusia. Banyak masyarakat bergantung pada keanekaragaman hayati untuk sumber daya seperti pangan, obat-obatan, dan bahan bangunan. Kehilangan keanekaragaman hayati dapat mengancam keberlanjutan sistem pangan global dan memperburuk ketidaksetaraan sosial.

Selain itu, perubahan iklim dapat menyebabkan bencana alam yang sering kali berdampak paling buruk pada komunitas yang paling rentan. Banjir, kekeringan, dan badai tropis dapat menghancurkan mata pencaharian, merusak infrastruktur, dan menyebabkan migrasi massal. Semua ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang sudah terdampak oleh kehilangan keanekaragaman hayati.


Upaya untuk Mengatasi Tantangan Global Ini


Gambar 4. (Sumber: Desabukitjaya.com)

Untuk mengatasi tantangan global ini, kerjasama internasional dan tindakan bersama sangat diperlukan. Perlindungan keanekaragaman hayati harus menjadi prioritas untuk mengurangi tekanan pada ekosistem. Langkah-langkah seperti konservasi habitat alami, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan penegakan hukum yang ketat terhadap perburuan liar dapat membantu memperlambat kehilangan keanekaragaman hayati.

Di sisi lain, mitigasi perubahan iklim melibatkan pengurangan emisi gas rumah kaca dan adaptasi terhadap dampak yang sudah tidak terhindarkan. Pergeseran menuju energi terbarukan, pelestarian hutan, dan perubahan kebijakan yang mendukung keberlanjutan merupakan langkah-langkah kunci dalam mengatasi perubahan iklim.


Kesimpulan

Keterkaitan antara kehilangan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim menciptakan tantangan besar yang membutuhkan solusi holistik. Upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati harus diintegrasikan dengan strategi mitigasi perubahan iklim. Hanya dengan menjaga keberlanjutan ekosistem kita dapat mengantisipasi terjadinya keanekaragaman hayati. Nah, itulah penjelasan mengenai Keterkaitan Antara Kehilangan Keanekaragaman Hayati dan Perubahan Iklim, semoga bermanfaat! Dapatkan informasi seputar lingkungan dengan mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id

Linkedin : PT Mertani



Sumber:


171 views0 comments

Comments


WhatsApp
bottom of page