Instalasi Automatic Weather Station dalam Mendukung Perencanaan Perkebunan Berkelanjutan
- Marketing Mertani
- 2 days ago
- 3 min read

Perkembangan teknologi di sektor pertanian mendorong penerapan sistem pemantauan lingkungan yang lebih akurat dan berkelanjutan. Salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan adalah Automatic Weather Station yang mampu merekam berbagai parameter cuaca secara real-time. Kehadiran sistem ini menjadi solusi penting dalam mendukung kegiatan pertanian modern, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan kebun dan pemanfaatan sumber daya alam.
Pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan secara berkala sangat dibutuhkan untuk menunjang perencanaan pertanian yang tepat. Informasi mengenai curah hujan, kelembapan tanah, dan kondisi atmosfer berperan besar dalam menentukan strategi pengelolaan kebun. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pelaku agribisnis dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Awal Keberangkatan Tim Mertani
Belum lama ini Tim Mertani telah menyelesaikan kegiatan instalasi Automatic Weather Station (AWS) yang berlokasi di Lampung, tepatnya di Kabupaten Tulang Bawang, pada tanggal 10 Januari 2026. Instalasi ini bertujuan untuk mendukung pemantauan kondisi cuaca secara real-time melalui pemasangan berbagai sensor, meliputi sensor soil, rainfall, serta atmospheric sensor 5 in 1 yang mampu merekam beragam parameter lingkungan secara akurat dan berkelanjutan.
Proses instalasi diawali dengan perakitan seluruh komponen utama, mulai dari tripod penyangga, pemasangan solar panel sebagai sumber daya, instalasi sensor, hingga konfigurasi data logger. Seluruh tahapan dilakukan secara terstruktur untuk memastikan sistem dapat berfungsi optimal. Kegiatan instalasi ini memerlukan waktu sekitar satu hari penuh, dengan fokus pada ketelitian pemasangan agar perangkat dapat beroperasi secara stabil dan andal.
Tujuan Sinergi Mertani dengan Mitra
Mertani bekerja sama dengan mitra yang bergerak di bidang agroindustri dan agribisnis terintegrasi dalam pelaksanaan instalasi sistem pemantauan ini. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung pengelolaan sektor perkebunan yang berbasis data dan teknologi. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih terukur, efisien, serta selaras dengan kebutuhan operasional kebun.
Tujuan utama dari instalasi ini adalah untuk memantau cuaca, mendeteksi tingkat kelembapan tanah, memantau curah hujan, serta mendukung divisi agronomi untuk support kegiatan budidaya nanas. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan waktu tanam, irigasi, dan pemupukan. Dengan informasi yang akurat dan berkelanjutan, pengelolaan kebun diharapkan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Manfaat Alat Pemantau Cuaca
1. Meningkatkan Perencanaan Tanam dan PanenÂ
Alat pemantau cuaca membantu perkebunan dalam memprediksi kondisi cuaca seperti curah hujan, suhu, dan kelembapan secara akurat. Data ini sangat penting untuk menentukan waktu tanam dan panen yang tepat. Dengan perencanaan berbasis data cuaca, risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan, sehingga produktivitas perkebunan menjadi lebih optimal dan berkelanjutan.
2. Mengoptimalkan Pengelolaan IrigasiÂ
Informasi cuaca real-time dari alat pemantau cuaca memungkinkan pengelola perkebunan mengatur sistem irigasi secara efisien. Saat curah hujan tinggi, penggunaan air dapat dikurangi, sementara pada musim kering irigasi dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan tanaman. Hal ini membantu menghemat sumber daya air sekaligus menjaga kondisi tanah dan tanaman tetap ideal.
3. Mengurangi Risiko Kerusakan Tanaman akibat Cuaca EkstremÂ
Perubahan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kekeringan, atau angin kencang dapat merusak tanaman perkebunan. Alat pemantau cuaca berperan sebagai sistem peringatan dini yang memberikan informasi lebih awal. Dengan begitu, langkah antisipatif seperti perlindungan tanaman atau penyesuaian aktivitas lapangan dapat segera dilakukan untuk mengurangi kerugian.
4. Meningkatkan Efisiensi Operasional PerkebunanÂ
Data cuaca yang akurat membantu pengelola perkebunan dalam merencanakan aktivitas operasional seperti pemupukan, penyemprotan, dan pemeliharaan tanaman. Kegiatan tersebut dapat dijadwalkan pada kondisi cuaca yang paling sesuai. Hasilnya, penggunaan tenaga kerja, waktu, dan biaya operasional menjadi lebih efisien dan terkontrol.
5. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis DataÂ
Alat pemantau cuaca menyediakan data historis dan real-time yang dapat dianalisis untuk evaluasi jangka panjang. Informasi ini membantu manajemen perkebunan dalam mengambil keputusan strategis, seperti pemilihan jenis tanaman dan pola tanam. Dengan keputusan berbasis data cuaca, perkebunan dapat beradaptasi lebih baik terhadap perubahan iklim.

Instalasi Automatic Weather Station (AWS) yang dilakukan oleh Tim Mertani menjadi langkah penting dalam mendukung pemantauan kondisi lingkungan secara berkelanjutan. Melalui pemasangan berbagai sensor, data cuaca dan kondisi tanah dapat diperoleh secara akurat dan real-time. Hal ini memberikan dasar informasi yang kuat bagi pengelolaan kebun yang lebih terencana, efisien, serta berbasis teknologi.
Kerja sama dengan mitra agroindustri dan agribisnis terintegrasi juga menunjukkan komitmen Mertani dalam mendorong penerapan inovasi di sektor pertanian. Pemanfaatan data kelembapan tanah dan curah hujan diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, pengelolaan kebun dapat dilakukan secara optimal, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website:Â mertani.co.idÂ
YouTube:Â mertani officialÂ
Instagram:Â @mertani_indonesia
Linkedin :Â PT Mertani
Tiktok :Â mertaniofficial


