Instalasi Alat Ukur TMAT di Kalimantan Barat untuk Memantau Kondisi Lahan Gambut

Pemantauan kondisi air tanah menjadi salah satu hal penting dalam pengelolaan lahan gambut. Perubahan tinggi muka air tanah dapat memengaruhi kondisi lahan, terutama ketika air berada terlalu rendah atau terlalu tinggi. Karena itu, dibutuhkan teknologi yang mampu memberikan informasi kondisi air secara akurat dan berkelanjutan.
Penggunaan Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) menjadi salah satu upaya untuk memperoleh data kondisi air tanah secara lebih terukur. Data tersebut dapat membantu pihak pengelola memahami kondisi lahan gambut dan menentukan langkah yang sesuai berdasarkan perubahan tinggi muka air tanah.
Awal Keberangkatan Tim
Tim mertani melaksanakan instalasi tiga unit Alat Ukur TMAT di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kegiatan berlangsung pada 6-8 Agustus 2026 dengan lokasi instalasi berada di area perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.
Pada kegiatan tersebut, tim mertani melakukan proses instalasi dengan didampingi empat orang dari pihak mitra. Kehadiran tim pendamping membantu proses pekerjaan di lapangan, mulai dari persiapan hingga perangkat selesai dipasang dan dilakukan pengecekan.
Proses Instalasi Alat Ukur TMAT
Pada hari pertama, tim berfokus menyelesaikan instalasi pada satu titik. Seluruh proses dilakukan mulai dari tahap awal pemasangan hingga perangkat selesai terpasang. Setelah instalasi selesai, tim melakukan pengecekan untuk memastikan perangkat dapat bekerja sesuai kebutuhan pemantauan.
Memasuki hari kedua, tim melanjutkan instalasi pada dua titik sekaligus. Jarak antara kedua lokasi yang berdekatan memungkinkan proses pemasangan dilakukan dalam satu hari. Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada finishing dan pemeriksaan akhir untuk memastikan seluruh komponen telah terpasang dengan baik serta sistem dapat berjalan tanpa kendala.
Parameter Apa Saja yang Dipantau?

Tiga unit Alat Ukur TMAT yang dipasang terintegrasi dengan beberapa sensor yang mampu menggambarkan kondisi lahan gambut. Sensor-sensor tersebut meliputi water level submersible, soil 3 in 1, dan rainfall yang masing-masing memberikan informasi berbeda terkait kondisi lingkungan di sekitar titik pemantauan.
Water level submersible digunakan untuk mengukur tinggi muka air tanah. Sementara itu, soil 3 in 1 memberikan informasi mengenai kondisi tanah melalui parameter yang terdapat pada sensor tersebut, sedangkan rainfall digunakan untuk mengetahui curah hujan di sekitar lokasi. Kombinasi data tersebut membantu memberikan gambaran kondisi lahan secara lebih menyeluruh.
Tujuan Instalasi untuk Pemantauan Lahan Gambut
Instalasi Alat Ukur TMAT dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi air pada lahan gambut, terutama apakah kondisi air di dalam lahan berada pada tingkat yang terlalu kering maupun terlalu tinggi. Informasi ini menjadi penting karena perubahan kondisi air dapat memengaruhi pengelolaan lahan gambut.
Dengan adanya data hasil pemantauan, kondisi lahan dapat diketahui berdasarkan data yang diperoleh dari perangkat. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pengelolaan lahan agar kondisi air tetap dapat dipantau secara lebih terukur.
Dukungan Data Real-Time untuk Pengelolaan Lahan

Pemantauan menggunakan perangkat otomatis memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi kondisi lingkungan tanpa harus melakukan pengukuran secara manual di setiap waktu. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk melihat perubahan kondisi air dan lingkungan pada titik pemantauan.
Ketersediaan data yang berkelanjutan juga membantu pihak pengelola dalam memahami perubahan kondisi lahan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, pemantauan tinggi muka air tanah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi lahan gambut dan mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih terukur.
Instalasi Alat Ukur TMAT Mendukung Pemantauan Lahan Gambut
Instalasi tiga unit Alat Ukur TMAT di Kalimantan Barat menjadi salah satu langkah dalam mendukung pemantauan kondisi lahan gambut pada area perkebunan kelapa sawit. Perangkat yang dipasang mampu mengumpulkan informasi terkait tinggi muka air tanah, kondisi tanah, serta curah hujan. Melalui pemantauan tersebut, perubahan kondisi air pada lahan dapat diketahui dengan lebih baik.
Penggunaan teknologi monitoring juga menunjukkan pentingnya pemanfaatan data dalam mendukung pengelolaan lahan gambut, sehingga kondisi lahan dapat terus dipantau berdasarkan informasi yang diperoleh dari lapangan. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website: mertani.co.id
YouTube: mertani official
Instagram: @mertani_indonesia
Linkedin : PT Mertani
Tiktok : mertaniofficial






Comments