top of page

Cara Memanfaatkan Air Hujan dalam Perkebunan


hujan-Mertani
Sumber: ( sandala.org )

Air hujan yang turun ke bumi memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada perkebunan yang memerlukan nutrisi air untuk membantu pertumbuhan tanaman, maka air hujan menjadi unsur penting yang dibutuhkan oleh perkebunan. Saat musim hujan tiba, para petani akan antusias karena air hujan menjadi salah satu unsur penting yang dibutuhkan dalam pertanian. Air hujan memiliki jumlah nitrogen yang sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman. Benih yang ada di dalam tanah akan tumbuh karena mendapatkan nutrisi dari air hujan. Selain itu, air hujan dapat menyuburkan tanah yang gersang, sehingga dapat digunakan sebagai media untuk menanam tanaman.

Setiap liter penggunaan air hujan dapat mengurangi ketergantungan para petani terhadap sumber air bersih dari persediaan rumah tangga. Air hujan merupakan air murni, yaitu air yang memiliki Total Dissolved Solid (TDS) rendah, sehingga air hujan tidak mengandung zat-zat yang terkandung di dalamnya. Air yang memiliki TDS rendah dapat digunakan untuk melarutkan bahan-bahan kimia. Akan tetapi, air hujan yang digunakan untuk melarutkan bahan kimia adalah air hujan yang dikumpulkan secara langsung di tempat terbuka. Kita tidak bisa menggunakan air yang sudah melewati talang air, karena dikhawatirkan air sudah terkontaminasi dengan berbagai zat yang berbahaya.

Tanaman lebih menyukai air hujan sebagai unsur pertumbuhan, karena air hujan terkesan lebih bernutrisi bagi tanaman. Terlebih lagi jika air hujan bercampur dengan sampah organik, air hujan yang tertampung pada sampah organik memiliki kandungan unsur hara yang begitu bermanfaat bagi tanaman. Kandungan unsur hara ini memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan sampah organik yang lain. Selain itu, air hujan juga dapat ditambahkan sebagai bahan pupuk organik, seperti pupuk kalpataru.

Selanjutnya, mari kita bahas tentang cara memanfaatkan air hujan pada perkebunan. Pada dasarnya, untuk memanfaatkan air hujan terutama pada bidang perkebunan, kita memerlukan beberapa langkah yang sesuai sebelum proses penggunaan. Berikut adalah beberapa cara pemanfaatan air hujan pada perkebunan, yang telah kami rangkum dari beberapa sumber.


1. Menyimpan Air Hujan

menyimpanairhujan-Mertani
Sumber: ( rmc-indonesia.com )

Hujan tidak datang setiap waktu terutama saat musim kemarau, hujan hanya datang beberapa kali dalam beberapa waktu saja. Pada pemanfaatan air hujan, kita perlu menyimpan air hujan yang akan kita gunakan untuk perawatan tanaman. Kita bisa menyiapkan tangki berukuran besar yang sekiranya cukup untuk digunakan sebagai penampung air hujan. Hal ini bisa membuat kita lebih menghemat pengeluaran ongkos listrik ataupun PDAM. Selain menyimpannya dalam tangki, kita juga bisa membuat kolam penampung air hujan, di mana air hujan ditampung dalam sebuah kolam sebelum kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.


2. Memanfaatkan Air Hujan untuk Irigasi

irigasi-Mertani
Sumber: ( Pos Kupang )

Air hujan yang sudah ditampung dapat digunakan untuk irigasi ketika musim kemarau tiba, dengan ini kita dapat menghemat penggunaan air bersih dari sumur ataupun sumber lain seperti sungai. Tidak hanya itu, air hujan yang digunakan sebagai proses irigasi juga terkesan lebih sehat dan hemat bagi para petani.


3. Penerapan Pertanian Berkelanjutan

pupukalami-Mertani
Sumber: ( erinfershurley.blogspot.com )

Menerapkan pertanian berkelanjutan seperti penggunaan pupuk organik dan rotasi tanaman, dapat membantu petani dalam perawatan tanaman. Penerapan pertanian berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas tanah dalam menyerap air hujan. Hal ini dapat membantu petani untuk meningkatkan produktivitas pada perkebunan dan mengurangi tingkat risiko kerusakan lingkungan.

Selain dampak positif, air hujan yang turun ke bumi secara terus menerus dengan curah hujan yang tinggi, juga berdampak kurang baik bagi tanaman. Hal ini menyebabkan para petani perlu mewaspadai dan terus menjaga tanaman dalam kebun, supaya dapat terus berkembang dan mendapat nutrisi cukup. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan beberapa kerusakan pada tanaman, berikut adalah dampak negatif dari curah hujan yang terlalu tinggi bagi perkebunan.

  • Potensi kerusakan pada tanaman yang terendam banjir karena curah hujan yang tinggi. Tanaman yang terendam banjir akan rusak karena berkurangnya suplai oksigen dan karbondioksida, sehingga dapat mengganggu proses fotosintesis dan respirasi, serta berpotensi menyebabkan tanaman membusuk.

  • Air hujan menyebabkan tanah dan udara menjadi lembab, sehingga beberapa penyakit dapat berkembang dan menyerang tanaman.

  • Musim hujan dengan curah hujan yang ekstrem akan menyulitkan petani karena OTP (Organisme Pengganggu Tanaman) berkembang dengan jumlah yang lebih banyak, sehingga dapat memperparah kerusakan tanaman.

ARR-Mertani
Automatic Rainfall Recorder ( Sumber Pribadi )

Petani perlu mencegah adanya kerusakan tanaman ketika terjadi hujan yang ekstrem. Melalui teknologi yang kian berkembang, Mertani menciptakan produk yang dapat memudahkan pekerjaan para petani di kebun. Automatic Rainfall Recorder (ARR) Mertani membantu para petani dalam memantau curah hujan pada kebun di manapun dan kapanpun melalui perangkat gawai yang sudah biasa digunakan saat ini. Automatic Rainfall Recorder Mertani memberikan kemudahan bagi petani untuk memiliki data curah hujan yang lebih akurat, sehingga manajemen air pada kebun lebih baik dan penyerapan pupuk menjadi lebih efisien. Melalui data yang sudah bisa diunduh dan dikelola melalui smartphone maupun PC, kini para petani dapat mengambil keputusan untuk kembali mengelola dan merawat tanaman dengan pertimbangan yang matang. Automatic Rainfall Recorder Mertani akan melaporkan data curah hujan dari kebun secara real-time serta meningkatkan water management untuk menjamin kecukupan air sepanjang tahun.

Perkembangan teknologi IoT yang semakin canggih membuat Mertani terus berinovasi untuk memberikan solusi terbaik bagi para petani. Nah, itulah penjelasan mengenai pemanfaatan air hujan pada sektor perkebunan. Dapatkan informasi seputar ilmu pertanian dan perkebunan dengan cara mengunjungi kami di:


Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani


Sumber:


474 views6 comments

6 Comments


Restu Setiawan
Restu Setiawan
Apr 05, 2023

disini mendung seperti hati saya

Like

RIDO SUSEPTO
RIDO SUSEPTO
Apr 05, 2023

kalo hanya mendung tapi tanpo hujan gimana

Like

Shallom
Shallom
Apr 05, 2023

Kalau air hujan asam gimana kak?

Like

Fajar Juni Barokah
Fajar Juni Barokah
Apr 04, 2023

Nice 👏

Like

Kalau ujan badai gimana kak🤔

Like
Fajar Juni Barokah
Fajar Juni Barokah
Apr 04, 2023
Replying to

Kepo

Like
WhatsApp
bottom of page