top of page

Budidaya Tanaman Pangan Organik: Pendekatan dan Metode


Sumber: (Greeners.Co)

Pertanian organik menjadi tren yang semakin populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Budidaya tanaman pangan organik mengacu pada pendekatan pertanian yang berfokus pada penggunaan bahan alami dan menghindari penggunaan pestisida atau bahan kimia sintetis yang berbahaya. Dalam artikel Mertani ini, kita akan menjelajahi pendekatan dan metode dalam budidaya tanaman pangan organik serta mengungkap manfaatnya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pertanian organik adalah suatu sistem pertanian yang menekankan keselarasan dengan alam dan lingkungan. Prinsip utamanya adalah memelihara kesuburan tanah dan menciptakan ekosistem seimbang tanpa merusak lingkungan sekitar. Dalam budidaya tanaman pangan organik, petani menggunakan pupuk organik dan teknik alami untuk mengendalikan hama dan penyakit.


A. Penggunaan Pupuk Organik

Sumber: (kompas.com)

Pupuk organik menjadi pilihan utama dalam budidaya tanaman pangan organik karena memiliki beragam manfaat bagi tanah dan lingkungan sekitar. Pupuk organik terbuat dari bahan-bahan alami, seperti limbah tanaman, sisa-sisa makanan, dan kotoran hewan, yang diuraikan oleh mikroorganisme menjadi bahan nutrisi bagi tanaman. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan pupuk organik sangat diutamakan dalam budidaya tanaman pangan organik:

  • Menjaga Kesehatan Tanah: Pupuk organik mengandung berbagai zat yang dapat meningkatkan kualitas tanah. Nutrisi dalam pupuk organik diserap secara perlahan oleh tanaman, sehingga dapat mencegah kelebihan pemupukan yang berdampak negatif pada kesehatan tanah.

  • Meningkatkan Kandungan Bahan Organik: Pupuk organik membantu meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah. Bahan organik berperan penting dalam mempertahankan kesuburan tanah, menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme tanah, serta meningkatkan daya tahan tanah terhadap erosi dan degradasi.

  • Mengurangi Pencemaran Tanah dan Air: Pupuk organik memiliki sifat ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia sintetis. Dengan menggunakan pupuk organik, risiko pencemaran tanah dan air akibat limbah kimia dapat diminimalkan, sehingga menjaga kelestarian lingkungan.

  • Mendukung Siklus Hidup Alami: Penggunaan pupuk organik mendukung siklus hidup alami di ekosistem. Bahan-bahan organik yang digunakan dalam pupuk berasal dari sisa-sisa organisme hidup, dan proses dekomposisi oleh mikroorganisme membantu mengembalikan nutrisi kembali ke tanah.

  • Mengurangi Jejak Karbon: Produksi pupuk organik cenderung memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan pupuk kimia. Dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, emisi gas rumah kaca dapat ditekan, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

  • Mengurangi Biaya Produksi: Pupuk organik dapat diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan limbah pertanian atau peternakan. Dengan demikian, petani dapat mengurangi biaya produksi serta mengelola limbah secara efisien.


B. Pengendalian Hama dan Penyakit

Sumber: (kompas.com)

Dalam budidaya tanaman pangan organik, pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan metode organik. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sambil tetap menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Salah satu metode pengendalian hama dan penyakit yang umum digunakan dalam pertanian organik adalah penggunaan pestisida organik. Pestisida organik adalah bahan-bahan alami yang digunakan untuk mengendalikan populasi hama tanaman. Contoh pestisida organik termasuk ekstrak tanaman, minyak neem, dan sabun kalium. Pestisida organik ini efektif dalam mengurangi serangan hama tanaman tanpa meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen.

Pengaturan rotasi tanaman juga merupakan strategi penting dalam pengendalian hama dan penyakit secara organik. Dengan mengubah jenis tanaman yang ditanam pada setiap musim tanam, maka risiko penyebaran hama dan penyakit yang khusus pada satu jenis tanaman dapat dikurangi. Rotasi tanaman juga membantu memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi akumulasi hama dan penyakit dalam jangka panjang.

Selain itu, pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit juga menjadi langkah penting dalam budidaya tanaman pangan organik. Dengan memilih varietas yang memiliki ketahanan alami terhadap hama dan penyakit tertentu, petani dapat mengurangi kebutuhan akan penggunaan pestisida dan meningkatkan produktivitas tanaman secara alami.

Menjaga keseimbangan ekosistem pertanian juga berperan dalam mengurangi serangan hama dan penyakit. Misalnya, memfasilitasi kehadiran predator alami yang memangsa hama tanaman dapat membantu mengendalikan populasi hama secara alami. Beberapa petani organik juga memanfaatkan penggunaan "perangkap feromon" untuk menarik hama tertentu menjauh dari tanaman utama.


C. Penerapan Praktik Pertanian Berkelanjutan

Sumber: (kompasiana.com)

Budidaya tanaman pangan organik melibatkan penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa praktik berkelanjutan yang diterapkan dalam pertanian organik adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan Air Secara Efisien: Petani organik berusaha mengurangi pemborosan air dengan menggunakan teknik pengairan yang efisien, seperti irigasi tetes atau irigasi berbasis matahari. Selain itu, praktik konservasi air juga diterapkan untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber air lainnya.

  • Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: Dalam budidaya tanaman pangan organik, petani berfokus pada pengelolaan sumber daya alam dengan bijaksana. Mereka menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari tanah dan air. Sebagai gantinya, pupuk organik dan teknik alami digunakan untuk menjaga kesuburan tanah dan nutrisi tanaman.

  • Pemeliharaan Keanekaragaman Hayati: Keanekaragaman hayati menjadi inti dari praktik pertanian organik. Petani berupaya untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi keanekaragaman hayati, termasuk memelihara keberagaman tanaman, serangga, dan mikroba tanah. Ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode pengendalian hama alami, seperti memanfaatkan predator hama, tanaman perangkap, atau penggunaan tanaman penutup tanah.


Nah, itulah penjelasan mengenai Budidaya tanaman pangan organik, semoga bermanfaat. Temukan informasi menarik lainnya mengenai seputar pertanian pada link berikut ini.


Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani


Sumber:






376 views0 comments

Comments


WhatsApp
bottom of page