top of page

Alat-Alat Pengukur Curah Hujan dan Cara Kerjanya


hujan-Mertani
Sumber: ( thermohouse.ie )

Hujan yang turun ke bumi memiliki banyak manfaat yang sangat membantu dalam berbagai kebutuhan. Curah hujan yang turun ke bumi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ketersediaan air bagi kehidupan. Pengukuran curah hujan sangat penting dalam berbagai bidang, seperti di bidang meteorologi, hidrologi, dan pertanian. Pada bidang meteorologi, data curah hujan digunakan untuk memprediksi cuaca dan iklim. Pengukuran hujan di bidang hidrologi bermanfaat untuk memprediksi banjir dan pengelolaan sumber daya air. Dalam bidang pertanian, data curah hujan digunakan untuk mengetahui waktu tanam dan pengairan yang tepat. Seperti sebagian petani yang memanfaatkan air hujan untuk dapat mengairi lahan perkebunannya, membuat para petani harus bisa memanajemen air hujan, dengan cara mengukur curah hujan yang sekiranya menyiram lahan mereka. Pada pengukuran curah hujan, diperlukan perangkat yang disebut dengan alat pengukur curah hujan. Alat pengukur curah hujan digunakan untuk mengetahui tingkat curah hujan yang turun di daerah tertentu, sehingga berguna dalam pengelolaan lahan perkebunan.

Curah hujan yang tidak selalu sama dalam setiap kali turun ke bumi, menjadikan kita terutama para petani untuk terus memantau air yang digunakan sebagai pengairan lahan perkebunan. Air yang digunakan pada konsep pertanian harus memenuhi nutrisi tanaman dalam masa pertumbuhan. Selain itu, pemantauan curah hujan juga dilakukan untuk membantu dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. Nah, selanjutnya mari kita bahas alat-alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan. Alat pengukur curah hujan dapat menangkap air dan mengukur volumenya untuk mendapatkan data curah hujan. Berdasarkan mekanismenya, alat pengukur curah hujan dibagi menjadi beberapa jenis, berikut adalah jenis-jenis alat pengukur curah hujan yang telah kami rangkum dari beberapa sumber.


1. Ombrometer

ombrometer - Mertani
Sumber: ( fastrans22.blogspot.com )

Ombrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah hujan yang turun pada suatu wilayah dalam periode tertentu. Ombrometer biasanya terdiri dari sebuah corong yang bisa menangkap air hujan, dan sebuah wadah untuk menampung air yang terkumpul. Jumlah air hujan yang terkumpul pada ombrometer diukur dalam satuan mili liter. Biasanya ombrometer digunakan pada bidang meteorologi untuk mengetahui curah hujan dan mendapatkan data yang digunakan sebagai perkiraan curah hujan di masa depan. Cara kerja ombrometer yaitu ketika air hujan turun, maka otomatis akan tertampung pada corong ombrometer. Pada esok hari setelah hujan turun, pihak terkait akan melakukan pemeriksaan menggunakan gelas takar. Cara mengukur data curah hujan tersebut dapat dilihat dari satuan nilai pada gelas takar. Data yang sudah didapatkan kemudian dicatat dan dilaporkan kepada pihak manajemen.


2. Pluviometer

pluviometer-Mertani
Sumber: ( twowest.co.uk )

Pluviometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan milimeter. Alat ini terdiri dari sebuah wadah terbuka yang memiliki skala ukuran di sisi luar alat. Pluviometer diletakkan di tanah lapang atau tempat terbuka, pada atas alat ini terdapat corong terbuka yang dapat menampung air hujan. Air yang tertampung pada pluviometer selanjutnya akan diukur dengan menggunakan skala di sisi luar wadah. Pengukuran tersebut biasanya dilakukan setiap saat atau pada periode tertentu saja. Data yang sudah didapatkan kemudian dicatat dan digunakan untuk menentukan rata-rata curah hujan yang turun.


3. Radar Hujan

Radar hujan adalah alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan secara keseluruhan pada wilayah yang lebih luas. Radar hujan menggunakan gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian awan dan curah hujan di suatu area. Cara kerja radar hujan yaitu dengan mengirimkan sinyal gelombang elektromagnetik ke atmosfer, sehingga dapat menabrak tetesan air di atmosfer. Ketika elektromagnetik menabrak tetesan air, maka sebagian dari sinyal akan dipantulkan kembali ke radar. Data waktu yang dibutuhkan sinyal untuk kembali ke radar kemudian digunakan untuk mengukur jarak dan lokasi tetesan air di atmosfer. Data yang dikumpulkan oleh radar hujan kemudian diproses dan digunakan untuk membuat peta curah hujan pada wilayah yang lebih luas, seperti suatu negara atau benua. Peta curah hujan dapat digunakan untuk memprediksi cuaca dan potensi bencana alam, serta untuk merencanakan pengelolaan sumber daya air pada suatu wilayah.


4. Automatic Rainfall Recorder

ARR-Mertani
Automatic Rainfall Recorder ( Sumber Pribadi )

Automatic Rainfall Recorder dari Mertani adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk membantu dalam pemantauan curah hujan secara otomatis dan berbasis online. Perangkat ini memiliki performa yang lebih advance dari sebagian besar alat pengukur curah hujan lainnya. Alat ini bisa memberikan informasi mengenai data curah hujan secara aktual maupun historis di lahan ataupun lapangan. Automatic Rainfall Recorder menyediakan data curah hujan secara real-time dan dapat diunduh dalam bentuk excel maupun format csv. Hal ini dapat memudahkan pengguna dalam melakukan pengolahan data hingga pengambilan keputusan untuk tindakan lebih lanjut. Perangkat ini dilengkapi dengan sensor rainfall tipping bucket, data logger yang berbasis IoT, dan platform untuk memantau, mengolah, serta mengunduh informasi mengenai curah hujan di manapun dan kapan pun.

Sensor tipping bucket adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur volume air hujan yang jatuh pada satuan waktu tertentu, biasanya dalam mili liter per jam. Tipping bucket biasanya berbentuk kerucut atau setengah bola dan terbuat dari bahan logam atau plastik, kemudian diletakkan pada bagian atas sebuah pelat penangkap air hujan. Ketika hujan turun, air hujan masuk ke dalam ember air dari tipping bucket melalui lubang yang ada di pelat penangkap air. Saat ember penuh oleh air hujan, tipping bucket akan menggoyangkan ember tersebut sehingga air akan tumpah dan jatuh ke wadah pengumpul. Alat ini dapat menghasilkan data yang kemudian bisa digunakan untuk mendapatkan keputusan bagi para pengguna untuk menindak lanjuti pekerjaan mereka.

Alat-alat pengukur curah hujan memiliki manfaat yang sama bagi penggunanya, yaitu untuk mengetahui data curah hujan yang dibutuhkan bagi masyarakat. Semua jenis alat pengukur curah hujan memiliki performa yang berbeda-beda tergantung dari bagian yang membentuk alat tersebut. Nah, itulah penjelasan mengenai alat-alat pengukur curah hujan dan cara kerjanya. Dapatkan informasi seputar ilmu pertanian dan perkebunan dengan cara mengunjungi kami di:


Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani


Sumber:


4,350 views2 comments

2 Comments


Restu Setiawan
Restu Setiawan
Apr 18, 2023

niceee

Like

RIDO SUSEPTO
RIDO SUSEPTO
Apr 17, 2023

info diterima info diterima

Like
WhatsApp
bottom of page