top of page

Penggunaan Air di Sektor Peternakan


z
Sumber:ayam.kita

Air adalah salah satu sumber daya alam yang paling penting dalam kehidupan manusia dan semua bentuk kehidupan. Ketersediaan air yang cukup dan berkualitas sangat penting dalam berbagai sektor, termasuk peternakan. Sektor peternakan menggunakan air di berbagai kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan hewan, meningkatkan produktivitas peternakan, dan menjaga lingkungan. Berikut adalah beberapa aspek penting penggunaan air di sektor peternakan:

  1. Kebutuhan Air untuk Hewan Ternak: Air adalah komponen esensial dalam diet hewan ternak. Hewan-hewan ini membutuhkan air untuk minum, mencerna makanan, dan menjaga suhu tubuh mereka. Air juga diperlukan untuk produksi susu pada sapi, pertumbuhan dan perkembangan pada unggas, dan kesehatan umum hewan ternak.

  2. Air untuk Kebersihan dan Kesehatan Hewan: Kebersihan lingkungan peternakan sangat penting untuk mencegah penyakit dan menjaga kesejahteraan hewan. Air digunakan untuk mencuci kandang, peralatan, dan hewan ternak itu sendiri. Kualitas air yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan hewan dan menyebabkan penyebaran penyakit.

  3. Produksi Hijauan dan Irigasi: Peternakan sering kali membutuhkan air untuk mengairi padang rumput atau ladang yang digunakan untuk menghasilkan pakan ternak. Irigasi yang efisien sangat penting dalam memastikan ketersediaan hijauan yang cukup untuk pakan ternak.

Mengingat pentingnya air dalam operasional peternakan dan risiko terkait perubahan iklim serta ketersediaan air yang tidak pasti, peternak perlu mengembangkan strategi adaptasi yang mempertimbangkan aspek ketersediaan air. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:


1. Manajemen Air yang Efisien

a
Sumber:Kulonprogo.com

Investasikan dalam infrastruktur pengelolaan air yang efisien seperti sistem irigasi tetes, pengolahan limbah, dan pemompaan air yang efisien. Pertimbangkan pemanfaatan teknologi canggih seperti sensor kelembapan tanah dan kendali otomatis untuk mengoptimalkan penggunaan air.


2. Diversifikasi Sumber Air

d
Sumber:Nuansabaru

Jika memungkinkan, peternak dapat mencari sumber air alternatif seperti sumur bor, kolam penampungan air hujan, atau pemulihan air limbah. Pertimbangkan sistem pengairan gantung yang mengumpulkan air hujan dari atap bangunan peternakan adalah salah satu cara yang berkelanjutan dan hemat biaya untuk menyediakan air bagi ternak dan pertanian. Berikut adalah pertimbangan yang perlu di pikirkan saat merancang sistem pengairan gantung seperti ini:

  1. Kapasitas Kolektor: Tentukan berapa banyak air hujan yang dapat dikumpulkan dari atap bangunan peternakan Anda. Ini tergantung pada ukuran atap, curah hujan tahunan di wilayah Anda, dan jenis ternak atau pertanian yang Anda miliki.

  2. Desain Atap: Pastikan atap bangunan Anda dirancang untuk mengumpulkan air hujan dengan efisien. Atap berbentuk datar atau miring ke arah penampungan air adalah pilihan yang baik. Hindari atap dengan bahan yang dapat mencemari air hujan, seperti asbes atau bahan berbahaya lainnya, karena dapat mengkontaminasi air hujan dan membuatnya tidak aman untuk digunakan.

  3. Penampungan Air: Anda perlu memiliki tangki penampungan yang cukup besar untuk menyimpan air hujan yang dikumpulkan. Pastikan tangki tersebut tahan terhadap korosi dan aman untuk digunakan dalam aplikasi peternakan.


3. Perencanaan Ketersediaan Air

d
Sumber:Invovet

Buat rencana ketersediaan air jangka panjang yang mempertimbangkan fluktuasi musiman dan perubahan iklim. Pertimbangkan siklus hujan lokal, dan atur jadwal pemberian air untuk menghindari pemborosan.


4. Pengelolaan Kualitas Air

d
Sumber:Budidaya

Monitor kualitas air secara teratur untuk memastikan air yang digunakan aman bagi hewan ternak. Pertimbangkan teknologi pengolahan air jika diperlukan. Monitoring kualitas air secara teratur adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kinerja hewan ternak Anda. Untuk memastikan air yang digunakan aman, pertimbangkan langkah-langkah berikut:

  1. Pengujian Kualitas Air: Anda harus secara rutin menguji kualitas air yang digunakan di peternakan. Pengujian melibatkan parameter seperti tingkat pH, kekeruhan, kandungan zat kimia (seperti logam berat), mikroba, dan sebagainya. Laboratorium air lokal biasanya dapat membantu dengan pengujian ini.

  2. Pemantauan Berkala: Jadwalkan pemantauan berkala kualitas air, terutama selama perubahan cuaca ekstrem atau kejadian luar biasa seperti banjir atau kekeringan. Ini dapat membantu Anda mendeteksi perubahan kualitas air yang dapat memengaruhi hewan ternak.

  3. Filter dan Pengolahan Air: Jika pengujian menunjukkan masalah dalam kualitas air, pertimbangkan teknologi pengolahan air yang sesuai. Pilihan meliputi penggunaan filter, penghilang mikroba, atau perlakuan kimia untuk menghilangkan kontaminan yang mungkin ada dalam air.

  4. Penjernihan Air: Teknologi seperti sistem penyaringan air atau penjernihan ultraviolet (UV) dapat digunakan untuk menghilangkan bakteri, virus, dan mikroba patogen lainnya dari air.

Memastikan air yang digunakan di peternakan aman dan berkualitas tinggi adalah investasi yang penting dalam kesehatan dan produktivitas hewan ternak Anda. Dengan pemantauan dan tindakan yang tepat. Demikianlah penjelasan Penggunaan Air di Sektor Peternakan. Apabila anda ingin mengetahui informasi-informasi terbaru lainnya mengenai perkebunan dan pertanian, anda dapat mengunjungi kami di:


Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani

Tiktok : mertaniofficial


Sumber :


Hastag :


124 views1 comment

1 Comment


artikelnya sangat bermanfaat


Like
WhatsApp
bottom of page