top of page

Pemasangan APTMA untuk Mengoptimalkan Sumber Daya Air di Tiga Provinsi yang Berbeda



APTMA - Mertani
APTMA Mertani (Sumber Pribadi)

Sumber daya air merupakan salah satu sumber daya alam yang penting bagi kehidupan manusia. Air digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan sehari-hari, pertanian, industri, hingga pembangkit listrik. Namun, ketersediaan sumber daya air di Indonesia tidak merata. Ada beberapa daerah yang memiliki sumber daya air yang melimpah, sementara ada juga daerah yang mengalami kekeringan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan pemasangan Alat Pemantau Tinggi Muka Air (APTMA). APTMA merupakan alat yang berfungsi untuk mengendalikan tata muka air di suatu wilayah. APTMA dapat digunakan untuk mengatur aliran air, mencegah terjadinya banjir, dan meningkatkan ketersediaan air untuk keperluan irigasi.

Dalam pemberian kebutuhan air pada tanaman, kita perlu memerhatikan porsi air yang cukup untuk tanaman. Pemberian air pada tanaman tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Kelebihan dan kekurangan porsi pada tanaman akan memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan tanaman. Untuk itu, kita perlu memerhatikan jumlah air yang digunakan untuk mengairi lahan perkebunan. Manajemen air yang baik dan pengaturan irigasi yang tepat dapat membantu memastikan pertumbuhan dan produksi yang optimal bagi tanaman perkebunan. Selain itu, pengelolaan lingkungan di sekitar perkebunan juga berperan penting. Pengaturan tata air dan pelestarian sumber daya air di wilayah sekitar perkebunan dapat memastikan ketersediaan air yang cukup untuk semua kebutuhan, termasuk perkebunan.

APTMA - Mertani
Pemasangan APTMA Mertani (Sumber Pribadi)

Selain karena kebutuhan irigasi, APTMA digunakan untuk memantau kondisi dan ketersediaan air di lahan gambut. Kondisi di lahan gambut memiliki tekstur yang berbeda dengan tekstur lahan biasa dan pada tempat yang lain. Lahan gambut berasal dari bahan organik yang mudah menyerap air dan mudah terbakar. Lahan gambut yang memiliki persediaan air terlalu berlebih akan mengakibatkan kebanjiran pada lahan, sebaliknya jika lahan gambut memiliki persediaan air yang kurang maka akan mudah terbakar jika terkena cuaca panas yang berlebih. APTMA atau Alat Pemantau Tinggi Muka Air dari Mertani diperlukan untuk mengetahui kondisi terkini di lahan gambut, supaya dapat dilakukan tindakan lebih lanjut dalam menghadapi kondisi ini.

Pemasangan APTMA telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di tiga provinsi yang berbeda, yaitu Provinsi Riau, Provinsi Kalimantan Tengah, dan Provinsi Kalimantan Barat. Pemasangan device ini berada di naungan Pemerintahan atau BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove). Berikut adalah cerita mengenai pemasangan APTMA di ketiga provinsi tersebut. Tim Mertani memulai cerita ini dari tanggal 13 November hingga 30 November 2023. Tim Mertani memasang sebanyak 15 unit APTMA dengan spesifikasi yang mencakup Rainfall Stainless, Bird Spikes, Sensor Water Level Submersible, dan Sensor Soil yang mampu mengukur kondisi tanah, kelembapan, dan suhu tanah.

Selain dari Tim Mertani, Pemerintah juga mengirimkan petugas atau pendamping di setiap provinsi untuk mendampingi dan memandu dalam proses instalasi alat tersebut. Tim Mertani memberangkatkan 7 personel yang dibagi di setiap titik pemasangan alat di setiap provinsi. Di Provinsi Riau, Tim Mertani memasang sebanyak 7 device APTMA yang dipasang di titik rawan kebakaran lahan gambut. Kemudian, di Provinsi Kalimantan Barat, Tim Mertani memasang sebanyak 5 device APTMA. Lalu yang terakhir, Tim Mertani memasang 3 device di Provinsi Kalimantan Tengah. Nah, titik lokasi pemasangan dari device ini adalah di sebuah lokasi rawan kebakaran di lahan.

APTMA - Mertani
Potret Tim Mertani dengan Tim BRGM (Sumber Pribadi)

Selain itu, proses pemasangan device ini juga memiliki prosedur, yaitu APTMA harus dipasang dengan jarak minimal 50 meter dari kanal, untuk mengantisipasi adanya bencana peluapan air. Mengapa BRGM memasang APTMA di lahan? BRGM memasang APTMA dengan tujuan untuk memantau kondisi air di lahan gambut, dan mengantisipasi terjadinya kebakaran pada lahan. Hal ini terjadi karena, lahan gambut adalah lahan yang rawan terjadi kebakaran jika terkena cuaca panas yang berlebih. Selain itu, tekstur lahan gambut yang eperti spons, akan menyerap air hujan dan akan mengakibatkan kebanjiran jika ada pasokan air berlebih. Pemasangan device APTMA untuk BRGM ini juga memiliki standar. Device APTMA yang dipasang harus memiliki spesifikasi kedalaman lahan gambut 3 meter atau lebih, untuk pemantauan dan mengantisipasi terjadinya kebanjiran dan kebakaran lahan gambut.

Selain instalasi device APTMA, Tim Mertani juga melakukan training penggunaan dan perawatan terhadap device APTMA. Training ini diikuti oleh Tim BRGM yang bertugas menjaga dan mengelola alat di lahan, supaya sesuai dengan prosedur. Nah, pemasangan device di lahan gambut ini memberikan manfaat terhadap penjagaan ketinggian muka air, dalam menjaga kondisi di lahan gambut, supaya terhindar dari bencana kebakaran dan kebanjiran. Itulah tadi sedikit cerita mengenai perjalanan tim Mertani kali ini. Ingin tahu lebih banyak tentang cerita kami bersama perusahaan lainnya? Anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id  

Instagram: @mertani_indonesia 

Linkedin : PT Mertani 



63 views0 comments

Opmerkingen


WhatsApp
bottom of page