top of page

Mengenal Teknik Penanaman Hidroponik

Diperbarui: 10 Jan

Tanaman hidroponik_Mertani
Gambar 1 (Sumber: Dream.co.id)

Salah satu inovasi dari bercocok tanam adalah tanaman hidroponik. Hidroponik ini mulai memasuki Indonesia pada tahun 1980 yang mana pada saat itu diperkenalkan oleh Bob Sadino kepada masyarakat. Pada teknik ini, media tanam tidak menggunakan tanah melainkan air. Menurut pakar agronomis MDPI, tumbuhan memperoleh banyak nutrisi dari cara menanam hidroponik ini. Akar lebih cepat mendapat kandungan hara melalui sistem hidroponik. Selain itu, teknik penanaman hidroponik juga dikenal sebagai teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan.

Tanaman hidroponik menjadi pilihan yang tepat khusunya bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan karena lahan tanam pada daerah tersebut yang semakin sempit. Metode ini terbilang mudah dan dapat dilakukan di mana saja. Contohnya seperti yang sering kita lihat, masyarakat biasanya melakukan penanaman tanaman hidroponik di halaman samping rumah, tembok atau pagar rumah, bahkan di atas kolam ikan.

Metode penanaman hidroponik kini mulai banyak digunakan oleh para pelaku bisnis maupun ibu rumah tangga guna mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan yang positif. Ada beberapa manfaat yang diperoleh jika menjadikan pekarangan rumah menjadi budidaya tanaman hidroponik, di antaranya mempercantik lingkungan, memaksimalkan fungsi lahan bahkan mampu menghasilkan uang, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mendapatkan sirkulasi ruangan yang lebih segar.

Sebelum mengenal berbagai manfaat tanaman hidroponik lainnya, alangkah lebih baik jika kita mempelajari pengertian tanaman hidroponik terlebih dahulu.


Pengertian Tanaman Hidroponik

Berasal dari bahasa Yunani, hidroponik terdiri dari dua kata yaitu hydro dan ponos. Hydro berarti air, sedangkan ponos memiliki arti kerja atau daya. Jika diartikan secara harfiah, hidroponik berarti memberdayakan air. Wulansari (2015) mengatakan bahwa hidroponik adalah bercocok tanam tanpa media tanah, di mana dalam sistem budidayanya mengandalkan air. Apabila dibandingkan dengan menanam di tanah pada umumnya, teknik dengan hidroponik ini memerlukan air lebih sedikit.


Manfaat Menanam Tanaman Hidroponik

Vhydoponis mengemukakan dalam artikel dan penelitiannya bahwa tanaman hidroponik adalah satu satu teknik menanam paling efisien. Berikut ini beberapa manfaat tanaman hidroponik yang harus diketahui.


1. Menghemat Air

Seperti yang sudah kami bahas di atas, tanaman hidroponik justru lebih menghemat air dibandingkan teknik menanam pada umumnya. Hal ini dikarenakan air tidak diserap oleh tanah dan diserap lebih baik oleh tanaman.


2. Tanaman Lebih Berkualitas

Proses penanaman yang hanya menggunakan air akan lebih efisiensi karena terus mendaur ulang air tersebut, sehingga tanaman akan terhindar dari unsur-unsur hara yang sudah tercampur oleh bahan kimia. Air yang mengalir secara otomastis pada teknik hidroponik membuat tanaman tidak perlu disiram seperti teknik penanaman yang lainnya. Selain lebih berkualitas, tanaman hidronopik juga dapat tumbuh sehat karena memiliki metabolisme ketahanan yang semakin aktif.


3. PH Terkontrol

Pada tanaman hidroponik, untuk membuat tanaman menjadi netral adalah hanya dengan menambahkan cairan pH serta mengontrol suhu. Berbeda dengan tanaman biasa, untuk membuat tanaman tumbuh sumbur dan menyerap nutrisi petani perlu menamabahkan pupuk guna menumbuhkan keasaman. Hal yang perlu diingat, pastikan tanaman tidak terlalu lembab atau kering.


Keuntungan dan Kekurangan Tanaman Hidroponik

Berikut ini merupakan keuntungan dari tanaman hidroponik yang dilansir dari Jurnal Universitas Tulungagung Bonoworo (2014).

1. Tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal

2. Serangan hama dapat dikontrol dan perawatannya pun lebih praktis

3. Hemat pupuk

4. Tanaman yang sudah mati dapat dengan mudah diganti

5. Tanaman lebih bermutu dengan pertumbuhan yang relatif cepat

6. Tanaman hidroponik memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan tanaman non-hidroponik

7. Dapat dibudidayakan di luar musim untuk beberapa tanaman

8. Tidak ketergantungan pada kondisi alam


Akan tetapi, selain keuntungan, tanaman hidroponik juga memiliki kekurangan, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Meramu dan menimbang bahan kimia memerlukan keterampilan khusus

2. Investasi awal cukup mahal

3. Pemeliharaan serta ketersediaan perangkat hidroponik yang cukup sulit


Jenis-Jenis Tanaman yang Cocok Untuk Hidroponik

1. Bayam

Bayam hidroponik_Mertani
Gambar 2 (Sumber: Bibit Online)

Bayam menjadi sayuran yang terbilang mudah untuk tumbuh menggunakan teknik hidroponik. Akan tetapi, anda perlu memantau tanaman ini agar bayam tidak tumbuh terlalu besar sehingga sirkulasi udaranya tidak berkurang. Waktu yang tepat untuk memanen bayam adalah pada hari ke-26 sampai ke-29 sejak bibit disemai. Jika lebih dari 29 hari, biasanya bayam akan terasa pahit.


2. Selada

Selada hidroponik_Mertani
Gambar 3 (Sumber: Mediatani.co)

Salah satu alasan selada sering dijadikan sebagai tanaman hidroponik adalah karena tanaman ini mudah tumbuh subur meskipun ditanam tanpa menggunakan tanah. tipd mudah untuk membudidayakan tanaman ini dengan teknik hidroponik yaitu dengan cara memotong daun luarnya.


3. Timun

Timun hidroponik_Mertani
Gambar 4 (Sumber: Solusi Hidroponik Mudah dan Menyenangkan)

Hal yang perlu diperhatikan ketika membudidayakan timun yaitu harus memastikan bahwa timun mendapatkan paparan sinar matahari harus cukup. Karena jika tidak, maka timun akan sulit tumbuh. Selain itu, untuk memperoleh hasil panen dengan bentuk yang sempurna, timun membutuhkan tempat yang lebih besar.


4. Kangkung


Kangkung Hidroponik_Mertani
Gambar 5 (Sumber: Maulana Says Green 3)

Siapa yang tidak mengenal sayuran populer ini? Siapa sangka jika metode penanamannya cukup mudah. Kangkung hanya perlu nutrisi yang cukup agar bisa tumbuh subur. Kangkung juga memiliki masa pertumbuhan yang cepat, sehingga dapat dipanen pada umur 4 Minggu setelah penanaman. Maka tidak heran jika sayuran ini banyak disukai oleh masyarakat, karena selain mudah tumbuh, kangkung juga dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan.


5. Cabai

Saat ini, cabai sudah menjadi kebutuhan khusus yang wajib ada dalam setiap resep masakan. Tanaman cabai sendiri berasal dari Amerika yang kemudian menyebar hingga seluruh dunia. Pada proses budidaya cabai, pembibitan adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Cabai memiliki dua jenis bibit yaitu bibit cabai lokal dan bibit cabai hibrida.


Cabai hidroponik_Mertani
Gambar 6 (Sumber: Manfaat Cara.com)

Itulah penjelasan mengenai teknik penanaman hidroponik serta jenis tanaman yang cocok untuk teknik penanaman tersebut.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai ilmu perkebunan dan pertanian? Anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id

YouTube: mertani official

Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani

Tiktok : mertaniofficial





Sumber:

https://tanifund.com/blog/pertanian/tanaman-hidroponik-jenis-keuntungannya

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/76455/Pengertian-Tanaman-Hidroponik-Jenis-Jenisnya-dan-Cara-Pembudidayaannya/

https://www.gramedia.com/best-seller/pengertian-hidroponik/




38 tampilan3 komentar
social-whatsapp-circle-512.webp
bottom of page