top of page

Jenis-Jenis Pupuk dan Penggunaannya

Gambar 1. (Sumber: Panetnatural.com)

Pupuk adalah bahan yang memiliki kandungan satu atau lebih unsur hara yang diberikan pada tanaman atau media tanam untuk mendukung proses pertumbuhannya agar bisa berkembang secara maksimal. Pupuk dapat digolongkan berdasarkan asal, senyawa, kandungan unsur hara, bentuk fisik, aplikasi, dan cara pelepasan unsur haranya. Berikut adalah golongan pupuk berdasarkan beberapa kriteria:


1. Berdasarkan asalnya

  • Pupuk alam

Pupuk alam adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam, seperti pupuk kompos, pupuk kandang, dan pupuk guano. Pupuk alam ini memiliki keunggulan karena bahan dasarnya berasal dari alam dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, pupuk alam juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman yang dihasilkan

  • Pupuk buatan

Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan merekayasan bahan dari alam melalui proses fisika dan kimia Pupuk buatan memiliki berbagai macam jenis tergantung dari kandungan unsur pupuknya. Contoh pupuk buatan yang umum digunakan adalah pupuk Urea, pupuk TSP, dan pupuk ZA.


2. Berdasarkan bentuk fisik

  • Pupuk padat

Pupuk padat adalah pupuk yang berbentuk fisik padatan dan dapat digunakan untuk memberikan nutrisi kepada tanaman. Pupuk padat dapat berupa pupuk organik padat atau pupuk buatan padat. Beberapa contoh pupuk padat adalah pupuk tablet, pupuk briket, pupuk granul, dan lain sebagainya.

  • Pupuk cair

Gambar 2. (Sumber: Bibitbunga.com)

Pupuk cair adalah pupuk yang berbentuk fisik cairan dan dapat digunakan untuk memberikan nutrisi kepada tanaman. Pupuk cair dapat berupa pupuk organik cair atau pupuk buatan cair. Beberapa contoh pupuk cair adalah pupuk NPK cair, pupuk hayati cair, dan lain sebagainya.


3. Berdasarkan cara mengaplikasikannya

  • Pupuk akar

Pupuk akar adalah pupuk yang diaplikasikan dengan cara disebar atau dibenamkan pada tanah di sekitar tanaman agar mudah diserap oleh akar. Pupuk akar biasanya berupa pupuk dengan kandungan unsur hara makro, seperti urea, NPK, TSP, dan lain sebagainya Pemberian pupuk melalui akar tanaman dapat dilakukan dengan cara ditugal, ditabur, dan dikocor

Pupuk daun:

Pupuk yang cara pengaplikasiannya dengan cara disemprotkan pada daun tanaman. Pupuk daun ini biasanya adalah pupuk dengan kandungan unsur hara mikro, seperti pupuk ZnSO4, pupuk FeSO4, dan lain sebagainya. Pupuk daun dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman hias. Pemberian pupuk daun dapat dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun tanaman menggunakan sprayer atau alat semprot lainnya


4. Berdasarkan cara melepaskan unsur haranya

  • Pupuk cepat tersedia. Pupuk cepat tersedia adalah pupuk yang unsur haranya mudah tersedia bagi tanaman. Pupuk cepat yang tersedia biasanya berupa pupuk buatan, seperti pupuk urea, pupuk TSP, dan lain sebagainya. Pupuk cepat tersedia memiliki kelebihan dalam hal memberikan nutrisi secara cepat pada tanaman dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan cepat. Namun penggunaan pupuk cepat yang tersedia juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika digunakan secara berlebihan.

  • Pupuk lambat tersedia. Pupuk lambat tersedia adalah pupuk yang unsur haranya tersedia secara perlahan-lahan bagi tanaman. Pupuk lambat tersedia biasanya berupa pupuk organik, seperti pupuk kandang, pupuk kompos, dan lain sebagainya. Pupuk lambat tersedia memiliki kelebihan dalam hal memberikan nutrisi secara bertahap pada tanaman dan dapat meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Namun penggunaan pupuk lambat tersedia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memberikan efek pada tanaman dibandingkan dengan pupuk cepat tersedia.


5. Berdasarkan kandungan unsur hara

  • Pupuk organik

Gambar 3. (Sumber: Allaboutgardening.com)

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik atau alami, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik memiliki beberapa jenis, antara lain pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau, dan lain sebagainya. Pupuk organik memiliki kelebihan dalam hal ramah lingkungan karena bahan-bahannya berasal dari alam dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen. Pupuk organik dapat dibuat dari berbagai macam jenis bahan, seperti sisa tanaman, serbuk kayu, kotoran hewan, limbah pasar, limbah pabrik, dan pupuk hijau. Proses pembuatan pupuk organik meliputi persiapan bahan dan alat, campuran bahan-bahan, dan proses fermentasi. Pupuk organik juga dapat dibuat dalam bentuk padat atau cair.

  • Pupuk anorganik

Pupuk anorganik adalah pupuk yang diproduksi oleh pabrik-pabrik pupuk dengan mencampur bahan-bahan kimia (anorganik) dengan tingkat kadar hara yang tinggi. Pupuk anorganik biasanya berupa pupuk buatan, seperti pupuk urea, pupuk TSP, dan lain sebagainya. Pupuk anorganik memiliki kelebihan dalam hal ketersediaan nutrisi yang cepat dan mudah diserap oleh tanaman. Namun penggunaan pupuk anorganik juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika digunakan secara berlebihan.


Pemilihan jenis pupuk dan kegunaannya harus disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi tanah, dan kebutuhan nutrisi tanaman. Selain itu, penggunaan pupuk juga harus dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan agar tidak menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. Berikut adalah beberapa tips dalam memilih jenis pupuk dan kegunaannya:

  1. Kenali jenis tanaman yang akan diberi pupuk dan kebutuhan nutrisinya.

  2. Pilih jenis pupuk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman dan kondisi tanah.

  3. Pilih jenis pupuk yang ramah lingkungan, seperti pupuk organik.

  4. Perhatikan dosis dan cara penggunaan pupuk yang benar agar tidak menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.

  5. Gunakan pupuk sesuai dengan jadwal dan interval yang diinginkan.

  6. Lakukan rotasi jenis pupuk untuk menghindari kelebihan atau kekurangan unsur hara pada tanah.

  7. Perhatikan kualitas dan keamanan pupuk yang akan digunakan.

Demikianlah informasi Jenis-Jenis Pupuk dan Penggunaannya. Apabila anda ingin mengetahui informasi lainnya mengenai perkebunan dan pertanian, anda dapat mengunjungi kami di:


Website: mertani.co.id

Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani


Sumber:

1,076 views0 comments

Comments


WhatsApp
bottom of page