top of page

Hujan: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengukur Curah Hujan

Pengertian Hujan

hujan-Mertani
Sumber: ( blog.nurserylive.com )

Curah hujan yang turun ke bumi dapat terjadi karena adanya proses alami yang berkelanjutan, yaitu siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah proses menguapnya air ke atmosfer, kemudian air yang berbentuk gas akan membentuk awan. Setelah itu, awan yang sudah terbentuk akan turun lagi ke bumi, uap gas bisa berbentuk air, salju, ataupun es. Uap gas dari awan yang jatuh ke bumi ini dinamakan hujan. Hujan adalah suatu rangkaian proses presipitasi cairan, fenomena alam tersebut terjadi ketika kondensasi uap air pada atmosfer yang mengalami peningkatan uap air dan pendinginan, selanjutnya mengalami penabrakan antar satu sama lain, yang kemudian menjadi sebuah peristiwa yaitu hujan.

Air yang menguap ke atmosfer dan mengumpul disebut dengan awan, awan adalah suatu substansi massa aeresol yang terisi dengan kondisi uap air, debu, garam laut, asap, dan berbagai macam zat mikroskopik higroskopis lain yang terangkat ke atmosfer. Ketika jumlah awan semakin bertambah, ukuran dan volume awan juga akan bertambah serta mendapat pengaruh tarikan gaya gravitasi bumi, kemudian awan akan berjalan menjauhi atmosfer. Saat awan menuruni atmosfer, maka suhu sekelilingnya tidak lagi berada pada titik beku, hal ini membuat awan yang berbentuk massa padat akan terkondensasi dan menjadi hujan.

Hasil kondensasi awan tidak selalu menjadi penyebab terjadinya hujan, terutama ketika massa uap air lebih lambat dan tidak terlalu cepat dari aliran udara kw atas. Agar mendapatkan uap air yang bisa mencapai bumi dan kemudian menjadi hujan, maka dibutuhkan butiran atau tetes air yang berukuran sekitar lima ratus mikro kilometer. Pada wilayah yang beriklim tropis dan subtropis, hujan turun secara musiman, sedangkan pada wilayah baris lain yang berada pada atas garis ekuator atau pada wilayah di bagian belahan utara dan selatan, daerah tersebut tidak mengenal musim penghujan.


Jenis-Jenis Hujan

Hujan-Mertani
Sumber: ( rumah.com )

Hujan memiliki berbagai jenis yang bisa kita lihat berdasarkan segi strukturnya. Berikut adalah contoh jenis hujan berdasarkan ukuran diameter titik air hingga sampai ke daratan.


1. Hujan Gerimis

Butiran air yang memiliki tekstur halus yang turun dari langit menuju bumi disebut dengan gerimis atau drizzle. Air hujan gerimis memiliki diameter kurang dari 500 mikrometer. Biasanya, hujan gerimis berasal dari awan yang memiliki ketinggian sedang, yaitu awan salto stratus dengan ketinggian 2000 hingga 7000 kaki di atas permukaan laut.


2. Hujan Deras

Ciri-ciri jenis hujan deras adalah air yang turun dengan diameter 700 sampai 1000 mikrometer per butir, dan air hujan tersebut terkondensasi dalam volume yang besar. Hujan deras berasal dari awan cumulonimbus yang berada pada ketinggian 2000 hingga 16.000 kaki di atas permukaan laut.


3. Hujan Es

Hujan es merupakan fenomena hujan lokal yang jarang terjadi, biasanya hujan es terjadi hanya dalam waktu kurang dari 10 menit saja. Penyebab terjadinya hujan es adalah pengembunan mendadak, yang bisa dialami pada semua wilayah di dunia, termasuk wilayah tropis. Ukuran hujan es adalah sekitar 6 senti meter per bongkahan. Hujan es terjadi dari awan cumulonimbus yang bertumpuk secara vertikal dengan ketinggian mencapai 30.000 kaki atau bahkan lebih.


4. Hujan Salju

Salju adalah hujan yang berbentuk padat dan berasal dari awan nimbostratus. Awan nimbrostratus merupakan awan yang memiliki ketinggian sedang dan berada pada daerah dingin (wilayah di atas garis ekuator).


Cara Mengukur Air Hujan


Air hujan yang turun ke bumi memiliki manfaat tertentu bagi kehidupan, seperti di bidang perkebunan dan pertanian. Para petani memanfaatkan air hujan untuk mengairi lahan penanaman agar bisa merawat tanaman. Pada pemanfaatannya, petani perlu mengukur curah hujan untuk memanajemen kebun. Pengukuran air hujan bisa dilakukan dengan bantuan alat seperti ombrometer. Cara kerja alat ini adalah dengan memantau air hujan yang turun, terutama pada kebun untuk menjaga tanaman yang dibudidayakan. Pengamatan hujan dilakukan di kawasan tertentu, biasanya di lahan atau lapangan terbuka untuk mendapatkan air tampungan pada ombrometer dan kemudian diukur dengan menggunakaan gelas takar yang sudah disediakan.

Saat ini, alat pengukur hujan masih sering digunakan oleh para petani untuk membantu dalam pemantauan penggunaan air di kebun. Pengukuran air hujan dibagi menjadi dua jenis, yaitu secara manual dan otomatis. Berikut kami jelaskan tentang jenis pengukuran yang biasa digunakan oleh para petani.


1. Pengukuran Secara Manual

ombrometer-Mertani
Sumber: ( fastrans22.blogsot.com )

Pengukuran secara manual dapat dilakukan dengan ombrometer. Ombrometer manual menggunakan usaha manusia dalam pengukuran, para petani mengukur air hujan yang tertampung pada ombrometer untuk kemudian dihitung dan dicatat sebagai laporan manajemen. Hal ini membantu petani dalam mengetahui data curah hujan sehingga memudahkan untuk memanajemen lahan. Penggunaan ombrometer manual diletakan pada tanah atau lahan yang lapang dan tidak ada penghalang antara air hujan dan ombrometer. Pengukuran dilakukan setiap pagi pukul 07.00 waktu setempat untuk menghitung air hujan yang turun pada hari kemarin. Petani perlu mendatangi lahan setiap pagi untuk mengukur air hujan dan mendapatkan data. Hal ini terkesan rumit dan memberatkan petani untuk melakukan kegiatan rutin demi mendapatkan data yang akurat.


2. Pengukuran Secara Otomatis

ARR-Mertani
Automatic Rainfall Recorder ( Sumber Pribadi )

Teknologi saat ini menciptakan perangkat yang dapat dijadikan sebagai ombrometer otomatis, seperti Automatic Rainfall Recorder dari Mertani. Perangkat ini digunakan sebagai pengganti ombrometer dengan fitur yang lebih advance untuk para petani. Automatic Rainfall Recorder digunakan untuk memungkinkan petani dalam memantau curah hujan secara real-time, di manapun dan kapanpun. Para petani akan mendapatkan data yang akurat hanya melalui smartphone saja, sedangkan data yang diambil dapat diunduh pada excel. Data yang sudah diunduh dapat dijadikan panduan untuk memanajemen tanaman pada lahan, sehingga petani mampu mengambil keputusan agar pengelolaan tanaman pada kebun dapat berjalan dengan baik.

Pengukuran curah hujan perlu dilakukan untuk membantu petani dalam pemantauan tanaman, guna mendapatkan hasil produktivitas yang berkualitas. Nah, itulah penjelasan mengenai jenis-jenis hujan dan cara pengukurannya. Dapatkan informasi seputar ilmu pertanian dan perkebunan dengan cara mengunjungi kami di:


Instagram: @mertani_indonesia

Linkedin : PT Mertani


Sumber:



870 views1 comment
WhatsApp
bottom of page