WhatsApp Image 2019-06-24 at 9_edited.jpg

Smart Agriculture

Perkebunan atau pertanian presisi dimulai dari kemuduhan dalam akses data darimanapun dan kapanpun. Maka, peningkatan produktivitas dan efisiensi input pertanian akan mengikuti.
 
Plug & Play
Access Anytime
& Anywhere
Icon Water Proof White.png
Waterproof Enclosure

Tantangan

  • Produktivitas sektor perkebunan kita terdampak oleh anomali iklim. Mulai dari hal umum seperti penurunan produksi hingga peristiwa ekstrem seperti kebakaran kebun atau banjir

  • Sebagian sektor perkebunan kita berada di area terpencil, terutama perkebunan besar seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao

  • Infrastruktur jaringan listrik dan internet yang terbatas

  • Semakin ke depan, perusahaan perkebunan menekankan pada pertanian berkelanjutan (sustainable farming)

1/1
Mertani Automatic Rainfall

Smart Agriculture

Manfaat:
  • Pengambilan keputusan operasional berdasarkan data kondisi iklim mikro kebun

  • Evaluasi manajemen irigasi untuk menjaga ketercukupan air serta mencegah kebakaran kebun maupun banjir

  • Tracking kegiatan operasional di area remote, baik kendaraan maupun tenaga operasional
     

Parameter:
  • Micro-climate (Rainfall, Air Temperature-Humidity, Photosynthetically Active Radiation/PAR, UV Radiation, Wind Speed, Wind Direction, Gasses)

  • Soil (Soil pH, Soil Temperature-Moisture, Soil Electrical Conductivity)

  • Water Level (TMAT & TMAS)

  • GPS for Remote Tracker

 
 

IoT Application in Agriculture

Plantation_Mertani

Remote Plantation

Perkebunan besar memiliki area hingga ribuan hektar. Pihak manajemen dan operasional kebun akan lebih mudah melakukan pemantauan menggunakan teknologi IoT, khususnya untuk area remote

Greenhouse_Mertani

Greenhouse

Iklim mikro serta kondisi media tanam di dalam greenhouse perlu dikontrol secara intensif agar tanaman bisa memberikan produktivitas optimal.

Water Gate

Manajemen air adalah salah satu kunci utama dalam menunjang perkebunan. Oleh karena itu, sumber daya air utama maupun cadangan perlu direncanakan, diatur, dan dievaluasi

Plantation_Mertani

Agro-industry

Pengolahan hasil perkebunan membutuhkan pemantauan dari proses penyimpanan bahan baku hingga produk jadi. Parameter lingkungan pabrik hingga mesin produksi dapat dipantau setiap saat untuk meminimalkan kerusakan produk hingga kerusakan mesin. 

Agroindustri_Mertani

Study Case

Penerapan Automatic Water Level untuk Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di Kebun Sawit 

Kebijakan mengenai tinggi muka air tanah (TMAT) di lahan gambut membuat pihak perkebunan perlu melakukan pemantauan dan pencatatan setiap 1 jam sekali selama 24 jam menggunakan mistar. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadapi berbagai tantangan, dari faktor alam (hujan lebat, jarak lokasi pengukuran yang jauh, track kebun) hingga faktor human error (catatan hilang, rusak, salah pembacaan). Oleh karena itu, pihak kebun membutuhkan adopsi teknologi digital untuk melakukan pemantauan secara realtime dari kantor kebun tanpa harus pergi ke lokasi setiap saat.

 

Komoditas: Kelapa Sawit

Teknologi: Automatic Water Level (AWL) mode TMAT

Mertani_Automatic Water Level_Mode TMAT
Mertani_Automatic Waterl Level_Mode TMAS

Study Case

Penerapan Automatic Water Level untuk Pemantauan Tinggi Muka Air Sungai (TMAS) di Kebun Sawit

Tinggi muka air sungai (TMAS) di lahan gambut penting untuk melakukan manajemen pengairan dan drainase di perkebunan serta menjaga agar tanaman tumbuh optimal. Sebelumnya, pemantauan dan pencatatan setiap 1 jam sekali selama 24 jam menggunakan mistar di titik water gate dan pinggir aliran sungai. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadapi berbagai tantangan, dari faktor alam (hujan lebat, jarak lokasi pengukuran yang jauh, track kebun) hingga faktor human error (catatan hilang, rusak, salah pembacaan). Oleh karena itu, pihak kebun menggunakan teknologi digital untuk melakukan pemantauan secara realtime dari kantor kebun tanpa harus pergi ke lokasi setiap saat.

 

Komoditas: Kelapa Sawit

Teknologi: Automatic Water Level (AWL) mode TMAS