3 Tantangan Dalam Pengelolaan dan Pemantauan Air Tanah
- Marketing Mertani
- 2 hours ago
- 4 min read

Ketersediaan sumber daya air adalah hal yang tak bisa terhindarkan untuk menopang banyak sendi kehidupan. Namun seiring dengan meningkatnya kebutuhan air tanah untuk pemenuhan kebutuhan domestik, keberadaan air tanah bertransformasi dari yang semula komoditas sosial bebas menjadi komoditas sosial komersial.
Berkaca dengan fakta tersebut maka dukungan dalam pengelolaan dan pemantauan air tanah sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan serta manfaat air tanah masih dapat dirasakan di masa yang akan datang.
Pengertian Air Tanah
Air tanah merupakan bagian dari sumber daya yang disediakan oleh alam. Untuk memahaminya, air tanah dapat diartikan menjadi beberapa pengertian baik dari kacamata undang-undang, peraturan, maupun menurut pandangan para ahli.
Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air pengertian air tanag adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.
Sedangkan pengertian air tanah menurut para ahli meliputi:
Menurut Asdak (2002)
Air tanah adalah air yang berada di wilayah jenuh permukaan tanah.
Menurut Bouwer (1978)
Air tanah adalah sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan dengan sumur-sumur, terowongan atau sistem drainase atau dengan pemompaan. Dapat juga disebut aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan.
Menurut Soemarto (1995)
Air tanah didefinisikan sebagai air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Lapisan tanah yang terletak di bawah permukaan tanah dinamakan lajur jenuh (saturated zone) dan lajur tidak jenih terletak diatas lajur jenuh sampai ke permukaan tanah yang rongga-rongganya berisi air dan udara.
Menurut Fetter (1994)
Air tanah adalah air yang tersimpan pada lajur jenuh, yang kemudian bergerak sebagai aliran melalui batuan dan lapisan-lapisan tanah yang ada di bumi sampai air tersebut keluar sebagai mata air, atau terkumpul masuk ke kolam, danau, sungai, dan laut. Batas-batas lajur jenuh air disebut dengan muka air tanah (water table).
Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya jika air tanah merupakan bagian dari kekayaan dan hasil sumber daya alam, maka keberadaannya juga perlu untuk diperhatikan. Adapun perhatian terhadap pengelolaan air tanah adalah melalui upaya konservasi air tanah.
Konservasi air tanah adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi air tanah agar senantiasa tersedia dalam kualitas dan kuantitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Baik untuk kebutuhan pada waktu sekarang hingga untuk kebutuhan di masa yang akan datang.
Mengapa Air Tanah Penting
Air tanah adalah sumber daya yang sangat penting dan dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi. Keberadaan air tanah banyak dibutuhkan untuk berbagai aktivitas manusia salah satunya untuk kebutuhan mendasar yaitu sebagai sumber air minum.
Secara global setidaknya tidak kurang dari 50% dari total populasi dunia menggantungkan air tanah sebagai sumber untuk air air minum. Selain itu, air tanah juga dimanfaatkan untuk mendukung sebanyak 43% kebutuhan irigasi secara global.
Namun di tengah ketergantungan terhadap keberadaan air tanah tersebut, faktanya saat ini dunia dihadapkan dengan menurunnya cadangan air tanah. Dengan kondisi ini akan berpotensi untuk menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan seperti berkurangnya aliran air sungai, mengeringnya mata air atau lahan basah, hilangnya vegetasi, turunnya permukaan air di sumur, bahkan hingga menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah.
Untuk itu pula kesadaran dan pemahaman akan tanggungjawab terhadap pengelolaan air tanah secara kolektif maupun melalui regulasi yang mengatur suatu program terhadap pemantauan air tanah sangat diperlukan. Hal tersebut mengingat keberadaan air tanah yang juga dihadapkan pada tantangan pertumbuhan populasi dunia yang berimplikasi pada potensi meningkatnya permintaan air tanah.
Tantangan Dalam Pengelolaan dan Pemantauan Air Tanah
Air tanah dihadapkan dengan berbagai tantangan yang penting untuk dipahami. Menjadi bagian dari salah satu sumber daya alam yang terbatas, air tanah telah dihadapkan pada tingginya ketergantungan dan permintaan untuk banyak kebutuhan. Baik kebutuhan air tanah pada aktivitas domestik hingga aktivitas industri membutuhkan tata kelola yang baik agar keberadaan dan manfaat air tanah dapat terus dirasakan di masa yang akan datang.
Pemantauan air tanah yang berkelanjutan, terintegrasi, dan akuntabel melalui pemanfaatan Alat Pantau Tinggi Muka Air adalah solusi inovatif untuk mendukung real-time monitoring dalam menyajikan data tinggi muka air tanah dengan akurat. Pendekatan dalam melakukan pemantauan air tanah yang mengintegrasikan sensor IoT tersebut sangat relevan untuk menghadapi tantangan yang sangat beragam diantaranya meliputi:
Eksploitasi Berlebihan
Pemanfaatan atau pengambilan air tanah dalam jumlah besar dan terus meningkat seiring beragamnya aktivitas yang manusia ciptakan berpotensi untuk menimbulkan berbagai dampak. Dalam hal ini, keberadaan dan ketersediaan air tanah yang dieksploitasi secara berlebihan dapat menyebabkan penipisan dan mengeringnya sumur serta mata air.
Pencemaran Air
Populasi yang terus mengalami pertumbuhan dan diversifikasi pada aktivitas manusia juga membawa dampak terhadap air tanah. Adapun aktivitas manusia yang beragam mulai dari pertanian hingga berbagai industri juga turut berpotensi untuk mencemari air tanah. Adanya penggunaan bahan kimia yang tidak terkontrol dengan baik dalam aktivitas operasional maupun produksi berpeluang untuk mengakibatkan air tanah terkontaminasi.
Perubahan Iklim
Meningkatnya suhu rata-rata bumi dan perubahan iklim yang masih terus berlangsung juga turut berdampak terhadap keberadaan air tanah. Perubahan peralihan musim yang tidak menentu seperti kemarau panjang hingga perubahan pola intensitas maupun distribusi curah hujan dapat mempengaruhi pengisian ulang dan ketersediaan air tanah.
Manfaat Air Tanah Untuk Berbagai Kebutuhan
Keberadaan air tanah dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan dan aktivitas manusia. Pengambilan maupun pemanfaatan air tanah yang intensif dari waktu ke waktu juga dipengaruhi oleh seiring bertumbuhnya populasi dan aktivitas manusia yang semakin bervariasi.
Air tanah memiliki manfaat untuk:
Air Minum
Air tanah dijadikan sebagai sumber utama dari air minum sebagai kebutuhan pokok dan mendasar bagi manusia.
Pertanian
Air tanah juga dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan sektor pertanian. Meskipun terdapat air permukaan, namun air tanah juga digunakan untuk mendukung ketersediaan pasokan air dalam irigasi pertanian.
Industri
Pertumbuhan populasi dan meningkatnya berbagai kebutuhan juga turut diiringi dengan berkembangnya sektor industri. Dalam proses produksi air tanah juga sangat dibutuhkan untuk menopang kelangsungan operasional industri.
Dukungan Ekosistem
Air tanah turut berperan penting untuk mendukung kelangsungan ekosistem pada lahan basah, sungai, hingga danau untuk menjaga kelangsungan hidup untuk berbagai makhluk hidup.
Air tanah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman dan juga tekanan dari potensi terus meningkatnya eksploitasi yang semakin intensif. Mempertimbangkan nilai sosial air tanah untuk dapat dirasakan manfaatnya dan menjaga ketersediaannya untuk masa yang akan datang tentu membutuhkan peran aktif dan kerjasama oleh banyak pihak.
Dalam upaya mendukung pengelolaan dan pemantauan air tanah yang optimal, Mertani telah melakukan penelitian dan pengembangan pada Alat Pantau Tinggi Muka Air Tanah. Perangkat yang dilengkapi sensor dan teknologi berbasis internet of things (IoT) tersebut mendukung upaya pemantauan air tanah secara real-time dan berkelanjutan.
Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website: mertani.co.id
YouTube: mertani official
Instagram: @mertani_indonesia
Linkedin : PT Mertani
Tiktok : mertaniofficial
Sumber:




.jpg)

Comments