top of page

Karhutla Semakin Meluas, Kualitas Udara di Sekitar Lokasi Kebakaran Ikut Terancam

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya meninggalkan kerusakan pada vegetasi, tetapi juga membawa ancaman lain melalui asap yang dihasilkan. Ketika kebakaran meluas, kualitas udara di sekitar lokasi maupun wilayah yang berada di arah pergerakan angin dapat ikut menurun.


Asap karhutla membawa berbagai polutan, terutama partikulat berukuran kecil yang dapat bertahan di udara dan terbawa hingga jauh dari sumber kebakaran. Karena itu, kualitas udara akibat karhutla perlu menjadi perhatian, terutama ketika musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.


Asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Asap dari karhutla terbentuk ketika vegetasi, gambut, dan material lain terbakar. Asap tersebut mengandung campuran partikel dan gas yang dapat menyebabkan penurunan kualitas udara secara signifikan di sekitar wilayah terdampak.


Semakin besar kebakaran yang terjadi, semakin banyak pula asap yang dilepaskan ke atmosfer. Kondisi ini dapat mengurangi jarak pandang dan membuat udara menjadi lebih tercemar, terutama ketika asap berkumpul akibat kondisi atmosfer tertentu.


Partikel PM2.5 dan PM10

Salah satu polutan utama dari asap karhutla adalah particulate matter (PM), termasuk PM2.5 dan PM10. PM2.5 memiliki ukuran sangat kecil, yaitu tidak lebih dari 2,5 mikrometer, sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.


Konsentrasi partikulat yang meningkat dapat membuat kualitas udara masuk ke kategori tidak sehat hingga berbahaya. BMKG sendiri menyediakan pemantauan konsentrasi PM2.5 secara near real-time untuk melihat kondisi kualitas udara di berbagai wilayah Indonesia.


Penyebaran Polutan Melalui Angin

Asap karhutla tidak selalu berada di sekitar titik kebakaran. Angin dapat membawa polutan dari lokasi kebakaran menuju wilayah lain sehingga masyarakat yang jauh dari sumber api tetap dapat merasakan dampaknya. WHO menyebutkan bahwa asap kebakaran bahkan dapat berpindah hingga ribuan kilometer.


Arah dan kecepatan angin menjadi faktor penting dalam mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak. BMKG menggunakan informasi arah dan kecepatan angin bersama data hotspot untuk menganalisis sebaran asap akibat karhutla.


Dampak terhadap Lingkungan dan Masyarakat

Penurunan kualitas udara akibat karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan lingkungan. Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk kondisi kesehatan tertentu.


Dampaknya juga dapat meluas pada aktivitas transportasi dan kondisi lingkungan. Asap pekat dapat mengurangi jarak pandang, sementara polutan yang terbawa angin membuat wilayah yang tidak mengalami kebakaran secara langsung tetap berpotensi terkena dampaknya.


Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara Real-Time

AQMS
Sumber: Mertani

Pemantauan kualitas udara secara real-time diperlukan untuk mengetahui perubahan konsentrasi polutan dengan lebih cepat. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah AQMS (Air Quality Monitoring System), yaitu sistem yang dirancang untuk memantau kondisi kualitas udara secara berkelanjutan dan menghasilkan data yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran.


AQMS dapat digunakan untuk memantau berbagai parameter kualitas udara, seperti PM2.5, PM10, NO₂, SO₂, dan O₃, tergantung konfigurasi sistemnya. Data hasil pengukuran dapat dikirim dan ditampilkan secara digital sehingga perubahan kualitas udara dapat diketahui dengan lebih cepat.


AQMS Membantu Pantau Dampak Asap Karhutla

Dalam kondisi karhutla, AQMS dapat membantu memberikan gambaran mengenai perubahan kualitas udara ketika asap mulai menyebar. Data partikulat seperti PM2.5 menjadi salah satu indikator penting karena partikelnya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. BMKG sendiri melakukan pemantauan konsentrasi PM2.5 secara near real-time.


Data dari sistem pemantauan juga dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara mulai memburuk. Dengan mengetahui kondisi udara secara lebih cepat, masyarakat dan pihak terkait dapat menyesuaikan aktivitas serta mengambil langkah pengendalian sebelum paparan asap semakin meluas.


Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar hutan dan lahan, tetapi juga persoalan kualitas udara akibat karhutla yang dapat menyebar melewati wilayah sumber kebakaran. Asap, PM2.5, dan PM10 dapat terbawa angin sehingga dampaknya perlu dipantau secara berkelanjutan.


Penggunaan AQMS menjadi salah satu solusi untuk memperoleh data kualitas udara secara real-time dan membantu melihat perubahan kondisi udara. Dengan dukungan data yang cepat dan akurat, potensi dampak kabut asap dapat diantisipasi dengan lebih baik. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber:




 

Komentar


SPARING - Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam jaringan
WhatsApp

Hubungi Kami

Dapatkan Penawaran Spesial Sesuai Kebutuhanmu!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

bottom of page