Instalasi Landslide Early Warning System di Banyumas: Langkah Strategis Pemantauan Pergerakan Tanah Secara Real-Time
- Marketing Mertani
- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca

Pemantauan kondisi lingkungan secara real-time menjadi kebutuhan penting dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pergerakan tanah. Dengan perkembangan teknologi Internet of Things (IoT), berbagai parameter lingkungan kini dapat dipantau secara otomatis sehingga informasi yang diperoleh lebih cepat, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung sistem mitigasi bencana adalah pemasangan Landslide Early Warning System (LEWS) di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Sistem ini dirancang untuk memantau berbagai parameter yang berkaitan dengan potensi terjadinya longsor dan pergerakan tanah secara berkelanjutan.
Awal Pelaksanaan Kegiatan Instalasi
Kegiatan instalasi Landslide Early Warning System ini dilaksanakan oleh tim Mertani pada tanggal 17 Juni 2026 hingga 20 Juni 2026. Lokasi pemasangan berada di wilayah Kedung Banteng dan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang merupakan area kerja Balai Teknik Sabo.
Perangkat ini terintegrasi dengan beberapa sensor, yaitu rainfall sensor, 3 in 1 soil sensor, dan tilt meter sensor. Rainfall sensor berfungsi mengukur intensitas curah hujan, 3 in 1 soil sensor berfungsi untuk mengukur beberapa parameter yaitu kelembapan tanah (soil moisture), suhu tanah (soil temperature), dan konduktivitas listrik tanah (electrical conductivity), sedangkan tilt meter sensor berfungsi mendeteksi perubahan kemiringan atau pergerakan tanah.
Kegiatan intalasi yang pertama yaitu di Kedung Banteng dilaksanakan di tangal 18 juni 2026. Proses instalasi berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun sehingga instalasi yang kedua dapat dilaksanakan di tanggal 19 juni 2026. Sama seperti proses instalasi yang pertama, instalasi yang kedua ini juga lancar tanpa ada kendala sedikitpun.
Dampak Positif bagi Mitra dan Lingkungan Sekitar

Implementasi Landslide Early Warning System (LEWS) di Kedung Banteng dan Rawalo memberikan manfaat dalam meningkatkan efektivitas pemantauan kondisi lingkungan secara real-time. Data yang diperoleh membantu pihak terkait dalam mendeteksi potensi pergerakan tanah lebih cepat sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini.
Selain mendukung kegiatan pemantauan, sistem ini juga berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan lingkungan sekitar. Dengan informasi yang lebih akurat dan cepat, potensi risiko akibat pergerakan tanah dapat diantisipasi sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan infrastruktur dapat diminimalkan.
Tujuan Instalasi Landslide Early Warning System
Tujuan utama instalasi Landslide Early Warning System adalah untuk mendeteksi potensi pergerakan tanah secara cepat dan akurat. Dengan adanya pemantauan yang berlangsung secara real-time, pihak terkait dapat memperoleh informasi dini ketika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko.
Keberadaan sistem ini juga membantu proses pengambilan keputusan karena data yang diperoleh berasal langsung dari kondisi lapangan. Informasi yang terus diperbarui memungkinkan tindakan mitigasi dilakukan lebih cepat sehingga potensi dampak yang lebih besar dapat diminimalkan. Pemanfaatan data real-time sebagai dasar pengambilan keputusan merupakan salah satu manfaat utama dari sistem monitoring modern.
Manfaat Pemantauan Real-Time
Data yang dihasilkan oleh LEWS memberikan berbagai manfaat dalam mendukung pengelolaan risiko bencana. Informasi curah hujan, kondisi tanah, dan pergerakan lereng dapat digunakan untuk memantau perubahan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.
Selain mendukung upaya mitigasi, sistem ini juga membantu meningkatkan kesiapsiagaan pihak terkait dalam menghadapi potensi bencana. Dengan tersedianya data yang akurat dan dapat diakses secara real-time, proses evaluasi kondisi lapangan menjadi lebih efektif dan respons terhadap potensi ancaman dapat dilakukan lebih cepat.
Penerapan teknologi monitoring seperti LEWS menunjukkan pentingnya integrasi antara sensor lapangan, komunikasi data, dan sistem pemantauan digital dalam mendukung keselamatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Instalasi LEWS di Kedung Banteng dan Rawalo menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan pemantauan potensi pergerakan tanah di wilayah Banyumas. Dengan dukungan rainfall sensor, 3 in 1 soil sensor , dan tilt meter sensor, sistem ini mampu menyediakan data yang akurat dan real-time untuk mendukung mitigasi risiko bencana.
Keberhasilan pelaksanaan instalasi selama empat hari menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan keselamatan dan kesiapsiagaan. Melalui pemantauan yang berkelanjutan, potensi bahaya dapat dideteksi lebih dini sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat. Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:
Website: mertani.co.id
YouTube: mertani official
Instagram: @mertani_indonesia
Linkedin : PT Mertani
Tiktok : mertaniofficial




.png)

Komentar