top of page

Tanah Gambut: Pengertian, Sifat, dan Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah Pada Ekosistem Gambut

Tanah gambut memiliki daya serap lebih tinggi dibandingkan tanah mineral. Keberadaan gambut bermanfaat untuk memitigasi potensi banjir hingga kebakaran.
Sumber: Mertani

Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki tanah gambut. Bahkan, persebaran tanah gambut ini turut menjadi rumah bagi spesies flora dan fauna endemik Indonesia yang dilindungi. 


Pengertian Tanah Gambut

Tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari proses penumpukan atau akumulasi dari sisa tumbuhan yang sebagian belum melapuk dengan memiliki ketebalan 50 cm bahkan lebih dan mengandung karbon organik sekurang-kurangnya 12% (berat kering). 


Selain itu, tanah gambut dapat didefinisikan sebagai suatu ekosistem spesifik yang selalu tergenang air (waterlogged) serta memiliki multi fungsi di antaranya fungsi ekonomi, pengatur hidrologi, lingkungan, budaya, dan keanekaragaman hayati. 


Di Indonesia, persebaran tanah gambut terdapat di beberapa pulau yang meliputi Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Tanah gambut menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Beberapa jenis fauna endemik yang menjadi penghuni lahan gambut dan  termasuk dalam kategori satwa dilindungi di antaranya adalah orang utan, harimau Sumatera, dan beruang madu.


Bahkan jika melihat data statistik wilayah Asia Tenggara menjadi yang cukup mendominasi keberadaan gambut dunia dengan total cakupan mencapai 54%. Indonesia menjadi negara di wilayah Asia Tenggara yang memiliki tanah gambut terluas dibandingkan negara-negara lainnya.


Seiring berjalannya waktu, ekosistem gambut juga turut dihadapkan dengan berbagai tantangan. Meskipun lahan gambut menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik, faktanya pertumbuhan populasi serta semakin bervariatif nya aktivitas yang manusia ciptakan berpotensi mendegradasi ekosistem gambut.


Hal tersebut dikarenakan lahan gambut berpeluang dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Dari beberapa jenis komoditas yang dapat dikembangkan pada lahan gambut sangat beragam. Mulai dari tanaman pangan seperti padi, tanaman hortikultura seperti jeruk dan berbagai jenis sayuran, hingga tanaman perkebunan seperti karet hingga kelapa sawit. 


Sifat Gambut

Dengan karakteristik yang berbeda dibandingkan tanah mineral, sifat tanah gambut terdiri dari:

  1. Sifat Fisik

Sifat fisik tanah gambut menjadi salah satu pertimbangan penting yang perlu untuk diperhatikan. Terlebih lagi jika lahan gambut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian setidaknya sifat fisik gambut yang harus diperhatikan adalah kadar air, berat isi, daya menahan beban, subsiden (penurunan permukaan), dan mengering tidak balik (irreversible drying).


  1. Sifat Kimia

Sifat kimia tanah gambut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ditentukan oleh kandungan mineral, ketebalan, jenis mineral di dasar gambut, serta tingkat dekomposisi gambut. Berdasarkan susunan kimianya, gambut terbagi menjadi:


  • Eutrofik

Eutrofik adalah jenis gambut yang subur dan kaya akan bahan mineral, basa, dan unsur hara lainnya. Gambut jenis ini umumnya tersebar di pantai dan sungai dengan lapisan yang tipis serta dipengaruhi oleh sedimen sungai atau laut


  • Oligotrofik

Oligotrofik adalah jenis gambut yang tidak subur karena mengandung sedikit mineral dan hara. Gambut jenis ini memiliki kandungan Ca, Mg, K, dan Na yang sangat rendah sehingga menjadikannya sebagai jenis gambut dengan tingkat kesuburan paling rendah. Gambut oligotrofik banyak dijumpai di pedalaman Kalimantan dan berada jauh dari pengaruh lumpur sungai ataupun laut.


  • Mesotrofik 

Mesotrofik adalah jenis gambut agak subur dengan ciri-ciri kandungan mineral basa yang sedang. Gambut jenis ini memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah dari lapisan eutrofik namun lebih tinggi dari lapisan oligotrofik.


  1. Sifat Biologi

Gambut dapat memelihara daur hidrologi karena sifat hidrofilik yang kuat ke arah horizontal namun lemah ke arah vertikal. Akibatnya lapisan atas gambut sering mengalami kekeringan meskipun lahan bawahnya basah sehingga menyulitkan pasokan air untuk perakaran tumbuhan pada musim kemarau, karena sifat gambut yang kering tidak kembali bila kekeringan dalam kondisi yang ekstrim.


Indeks Kualitas Ekosistem Gambut

Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) adalah nilai yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kualitas ekosistem gambut dalam suatu wilayah pada waktu tertentu. Sedangkan ekosistem gambut adalah tatanan unsur gambut yang merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitasnya.


Lebih lanjut, ketentuan mengenai gambut ataupun Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2025 tentang Status dan Kondisi Lingkungan Hidup Serta Respon Terhadap Perubahan Lingkungan Hidup.


Dalam melakukan perhitungan Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) setidaknya terdapat beberapa komponen yang perlu dipertimbangkan. Adapun komponen penyusun Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) di antaranya meliputi:


  1. Fungsi Ekosistem Gambut

    1. Fungsi Lindung

    2. Fungsi Budidaya


  1. Parameter Kanal/Non Kanal

    1. Area Kanal

    2. Area Non Kanal


  1. Parameter Terbakar/Tidak Terbakar

    1. Areal Terbakar

    2. Areal Tidak Terbakar


  1. Parameter Tinggi Muka Air Tanah

    1. ≥ -0,4 m

    2. -0,4 >x ≥ -0,8 m

    3. -0,8m >x ≥ -1,0 m

    4. ﹤-1,0 m


  1. Parameter Tutupan Lahan

    1. Hutan primer

    2. Hutan sekunder

    3. Hutan tanaman

    4. Belukar rawa

    5. Perkebunan

    6. Belukar, Pertanian Lh Campur

    7. Pertanian Lahan Kering, Rawa, Sawah

    8. Transmigrasi, Savanna

    9. Bandara/Pelabuhan

    10. Tambah, Tubuh Air, Tanah Terbuka, Permukiman

    11. Pertambangan


Keberadaan gambut terbilang sangat vital untuk banyak aspek di banyak hal. Mulai dari aspek lingkungan hingga aspek ketahanan iklim. Tekstur gambut yang cenderung memiliki tanah berpori besar membuatnya tidak begitu padat. Dalam hal ini, gambut turut berperan penting untuk menyimpan air saat musim penghujan. Gambut mampu menampung air sebesar 450% hingga 850% dari bobot keringnya. Kemampuan gambut dalam menampung air ini jauh melampaui kemampuan tanah mineral.


Dengan kemampuan daya serap tinggi, gambut juga bermanfaat untuk menampung air di musim hujan yang bermanfaat untuk meminimalisir potensi banjir di sekitarnya. Sebaliknya saat musim kemarau, air yang tersimpan di gambut akan dilepaskan ke sungai maupun area sekitarnya sehingga potensi terhadap kekeringan ekstrem dapat terhindarkan.


Pemantauan Ekosistem Gambut

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, fungsi pemantauan ekosistem gambut menjadi sangat krusial dan diperlukan. Hal ini tentu mempertimbangkan potensi pemanfaatan gambut untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan maupun untuk keperluan restorasi dan konservasi gambut.


Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2025 tentang Status dan Kondisi Lingkungan Hidup Serta Respon Terhadap Perubahan Lingkungan Hidup ketentuan terkait pemantauan ekosistem gambut juga telah diatur. Hal tersebut mempertimbangan berbagai kondisi baik dari segi aktivitas manusia hingga dampak dari fenomena alam terhadap ekosistem gambut.


Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam ekosistem gambut adalah tinggi muka air tanah (TMAT). Selain menjadi salah satu parameter utama dalam Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG), dari segi teknis pemantauan tinggi muka air tanah juga telah diatur dengan ketentuan khusus.


Adapun ketentuan tersebut tertuang dalam Program Gambut Lestari yang merupakan pengendalian kerusakan ekosistem gambut yang dilakukan dengan cara intervensi terhadap kondisi ekosistem gambut melalui kegiatan utama berupa penyediaan ekosistem gambut, pemantauan ekosistem gambut, pemulihan ekosistem gambut, serta publikasi data dan informasi pengendalian kerusakan ekosistem gambut.


Melalui Program Gambut Lestari terdapat beberapa tujuan yakni berupa:

  1. Terkendalinya kerusakan ekosistem gambut dari berbagai usaha atau kegiatan

  2. Terciptanya masyarakat sadar lingkungan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian kerusakan ekosistem gambut

  3. Terbinanya hubungan koordinasi yang lebih baik antar lembaga terkait dalam pengendalian kerusakan ekosistem gambut


Penjabaran dari Program Gambut Lestari tersebut beberapa di antaranya mencakup penyediaan instrumen dan sumber daya pengendalian kerusakan ekosistem gambut, pemantauan ekosistem gambut, pemulihan ekosistem gambut, serta publikasi data dan informasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut terkini.


Dalam pemantauan ekosistem gambut, salah satu penjabarannya adalah melakukan pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) pada fungsi budidaya dan atau fungsi lindung ekosistem gambut yang salah satunya dapat dilakukan pengukuran secara otomatis menggunakan data logger.


Untuk mendukung pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) adanya implementasi data logger merupakan inovasi berbasis IoT. Lebih lanjut, integrasi data logger, internet, hingga sensor IoT mendukung pemantauan secara otomatis dan non stop untuk mengetahui kondisi Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) secara real time. 


Alat Pantau Tinggi Muka Air Tanah Gambut (APTMATG) adalah teknologi yang dikembangkan untuk mendukung pemantauan ekosistem gambut yang dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi pemantauan dan pemulihan ekosistem gambut hingga early warning system atau sistem peringatan dini.


Kondisi Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) yang dapat berubah setiap saat memerlukan sistem yang terintegrasi dan bekerja otomatis secara non stop untuk mendapat data yang akurat. Melalui Alat Pantau Tinggi Muka Air Tanah Gambut (APTMATG) Mertani hadir dengan solusi untuk sistem pemantauan Tinggi Muka Air Tanah yang efektif. Keakuratan data dan informasi tersebut bermanfaat dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan yang akan diambil berbasis data real-time yang akurat.

 

Dapatkan informasi terbaru mengenai teknologi, isu lingkungan terkini, dan perkembangan Internet of Things (IoT) dengan mengikuti aktivitas kami di:


Website: mertani.co.id 

Linkedin : PT Mertani


Sumber:


Komentar


Pop up bawah Maret.png
WhatsApp

Hubungi Kami

Dapatkan Penawaran Spesial Sesuai Kebutuhanmu!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Mugiyati)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

Thanks for submitting!

bottom of page