top of page

Dampak Perubahan Iklim dan Pengaruhnya untuk Lintas Sektor


Ilustrasi perubahan dampak perubahan iklim
Sumber: js.ugm.ac.id

Perubahan iklim menjadi tantangan global yang berdampak luas terhadap kehidupan manusia dan seluruh ekosistem di bumi. Meningkatnya suhu rata-rata dunia, cuaca ekstrem yang makin sering terjadi, serta naiknya permukaan laut adalah sebagian kecil dari gejala nyata perubahan iklim yang kini tidak bisa diabaikan. Fenomena ini sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, terutama melalui peningkatan emisi gas rumah kaca dari industri, transportasi, dan deforestasi.Ā 


Dalam menghadapi tantangan ini, memahami akar permasalahan, dampak di berbagai sektor, serta solusi berbasis teknologi menjadi langkah penting untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Artikel Mertani kali ini akan mengulas lebih dalam tentang apa itu perubahan iklim, contoh fenomena alam yang terjadi, dampaknya terhadap berbagai sektor kehidupan, dan bagaimana teknologi dapat berperan sebagai solusi adaptif dan mitigatif.


Pengertian Perubahan Iklim

Perubahan iklim merupakan perubahan jangka panjang pada pola cuaca dan suhu rata-rata di bumi yang sering dikaitkan dengan pemanasan global, yaitu peningkatan suhu bumi selama satu dekade atau lebih, yang salah satu penyebabnya justru adalah perubahan iklim itu sendiri. Perubahan ini dipicu oleh interaksi antara komponen alami seperti erupsi vulkanik dan variasi sinar matahari, serta faktor eksternal akibat ulah manusia seperti alih fungsi lahan dan penggunaan bahan bakar fosil. Efek rumah kaca menjadi pendorong utama perubahan iklim, terutama akibat meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O) yang dilepaskan dari aktivitas manusia, terutama sejak terjadinya Revolusi Industri.


Contoh Fenomena Alam Akibat Perubahan Iklim

Gletser yang mencair sebagai salah satu dampak dari perubahan iklim
Sumber: www.tempo.co

Berikut adalah beberapa fenomena alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim:

  1. Mencairnya Es di Kutub

Salah satu dampak dari perubahan iklim adalah mencairnya es di kutub terutama di kutub utara dan kutub selatan. Gletser yang terus mencair lama-kelamaan akan mengakibatkan kekeringan karena tidak adanya lagi sumber air yang sebelumnya berasal dari gletser.


Meluasnya es laut yang mencair memberikan beberapa dampak yaitu hilangnya habitat bagi hewan seperti beruang kutub dan anjing laut, mempengaruhi pola arus laut seperti Arus Konveksi Atlantik UtaraĀ (North Atlantic Drift) yang dapat mempengaruhi cuaca di suatu wilayah, juga menyebabkan kenaikan permukaan laut yang dapat mengancam pulau-pulau rendah dan pesisir di seluruh dunia.


  1. Angin Tornado

Peningkatan suhu permukaan dan energi di atmosfer akibat perubahan iklim menciptakan kontras suhu yang tajam antara massa udara hangat dan dingin. Perbedaan suhu ini berperan sebagai sumber energi tambahan yang memperkuat pembentukan dan perkembangan tornado. Fenomena ini menunjukkan bagaimana dampak perubahan iklim dapat memperbesar potensi cuaca ekstrem. Menurut National Geographic, tornado sendiri merupakan kolom udara yang berputar sangat kencang dan membentang dari permukaan bumi hingga ke dasar awan, menciptakan pusaran angin yang bisa sangat merusak.


  1. Kebakaran Hutan

Perubahan iklim berperan besar dalam meningkatnya resiko kebakaran hutan. Suhu udara yang lebih tinggi, musim kemarau yang lebih panjang, serta penurunan kelembaban tanah menciptakan kondisi yang sangat kering dan mudah terbakar. Selain itu, angin kencang yang menyertai perubahan pola cuaca mempercepat penyebaran api, sehingga kebakaran dapat meluas dalam waktu singkat. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan hutan lebih rentan terhadap percikan api sekecil apapun, baik dari aktivitas manusia maupun sebab alami seperti sambaran petir. Akibatnya, perubahan iklim tidak hanya memperparah intensitas kebakaran, tetapi juga memperluas dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.Ā 


  1. Gelombang Panas

Peningkatan emisi gas rumah kaca menyebabkan suhu rata-rata global terus naik, mengganggu keseimbangan iklim alami bumi. Ketika atmosfer menahan lebih banyak panas, periode cuaca panas menjadi lebih panjang dan ekstrem, bahkan di wilayah yang sebelumnya memiliki iklim sejuk. Gelombang panas ini dapat memicu kekeringan, memperburuk kebakaran hutan, mengancam kesehatan manusia, serta berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.


Dampak Perubahan Iklim dan Pengaruhnya untuk Berbagai Sektor

  1. Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu mempengaruhi siklus tanam dan produktivitas tanaman. Kekeringan yang berkepanjangan dapat menyebabkan gagal panen, sementara banjir dapat merusak lahan pertanian dan menghanyutkan tanaman. Perubahan iklim juga mempengaruhi distribusi hama dan penyakit tanaman, yang dapat mengurangi hasil panen secara drastis.


  1. Sektor Kesehatan Masyarakat

Perubahan iklim membawa dampak yang luas dan beragam terhadap kesehatan masyarakat. Kenaikan suhu ekstrem meningkatkan risiko heat stroke serta memperparah gangguan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, perubahan iklim juga mengganggu pola penyebaran penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti malaria, demam berdarah, dan chikungunya. Di sisi lain, memburuknya kualitas udara akibat polusi dan kebakaran hutan turut memicu gangguan pernapasan, termasuk asma.


  1. Sektor Ekonomi dan Infrastruktur

Perubahan iklim mengancam stabilitas ekonomi global melalui kerusakan infrastruktur, penurunan produktivitas, dan biaya adaptasi yang tinggi. Bencana alam yang semakin sering terjadi mengakibatkan kerugian ekonomi setiap tahunnya. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bangunan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem, sementara sistem transportasi dan logistik terganggu.


Langkah Adaptif Dengan Teknologi untuk Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin kompleks memerlukan pendekatan berbasis teknologi. Salah satu solusi yang kini mulai diadopsi di berbagai sektor adalah penggunaan Automatic Weather Station (AWS), yaitu perangkat pemantauan cuaca otomatis yang mampu mengukur parameter penting seperti suhu, kelembaban, tekanan udara, kecepatan dan arah angin serta curah hujan secara real-time.Ā 


Data cuaca yang akurat dan terkini dari AWS sangat krusial untuk memperkuat sistem peringatan dini terhadap bencana seperti banjir, kebakaran hutan, hingga gelombang panas. Di sektor pertanian, AWS membantu petani menentukan waktu tanam dan panen yang lebih tepat, sehingga mampu meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan pola iklim.Ā 


Sementara di sektor infrastruktur dan sumber daya air, pemantauan cuaca berbasis AWS dapat digunakan untuk mendesain sistem drainase yang adaptif terhadap curah hujan ekstrem dan mencegah kerusakan fasilitas akibat cuaca ekstrem. Dengan integrasi teknologi seperti AWS, masyarakat dan pemerintah dapat mengambil keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data dalam merespons ancaman perubahan iklim.


Sebagai wujud kontribusi dalam menghadirkan solusi berbasis data, Mertani turut menghadirkan perangkat Automatic Weather Station yang kini telah dimanfaatkan di berbagai wilayah di Indonesia oleh berbagai sektor. Dapatkan informasi lainnya seputar ilmu lingkungan dan pertanian dengan cara mengunjungi kami di:Ā 


Situs web:Ā mertani.co.idĀ 

YouTube:Ā mertani resmiĀ 

Linkedin :Ā PT Mertani



Sumber:






Komentar


WhatsApp

Hubungi Kami

Dapatkan Penawaran Spesial Sesuai Kebutuhanmu!
  • YouTube
  • LinkedIn
  • Instagram
  • White Facebook Icon

Sleman, Yogyakarta 55286​

(0274) 2888 087

contact@mertani.co.id

+62 851-7337-3817 (Puspa)

© 2018 by PT Merapi Tani Instrumen

Thanks for submitting!

bottom of page