Tantangan
-
Regulasi lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal pengelolaan emisi sering kali mengeluarkan regulasi yang mengatur standar emisi untuk industri dan fasilitas lainnya, mematuhi regulasi ini sangat penting untuk menghindari sanksi atau denda.
-
Aktivitas industri dan proses produksi menghasilkan emisi yang mengandung berbagai zat pencemar, seperti gas beracun yang memiliki dampak serius bagi manusia dan lingkungan, penggunaan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) menjadi kunci untuk memantau dan mengelola emisi secara efektif.





Program CEMS
Pengertian
Continuous Emission Monitoring System (CEMS) adalah sistem yang dirancang untuk terus-menerus memantau dan merekam emisi gas dan partikulat dari industri atau fasilitas lainnya. Fungsinya untuk memberikan pemantauan yang akurat terhadap kualitas udara sekitar, serta membantu mengidentifikasi potensi pencemaran lingkungan.​
Continuous Emission Monitoring System (CEMS)
Detail
-
Mertani data logger
-
Power unit
-
Komunikasi data (2G, 4G, LTE, GSM, LoRa, Satellite Communication (Starlink), Bluetooth, dan WiFi)
-
Panel box
-
Wiring system​
-
GPS
​*Instalasi RTU bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan


CEMS Sensor
Spesifikasi
-
Measuring Range (SO2, NO2, O3: 0~500ppb; CO: 0~50ppm;(extensible))
Parameter:
-
Meteorological​
-
TVOC
-
PM10
-
PM2,5
-
CO
-
NO2
-
SO2
-
O3
Software System
Spesifikasi :
​
-
Mengumpulkan data dari lapangan
-
Pemantauan real-time (grafik, data mentah, dan unduh data)
-
Mendapatkan pemberitahuan cepat tentang data real-time
-
Pengelolaan sensor dan perangkat
-
Laporan data harian, bulanan, dan tahunan
-
Pelacakan lokasi perangkat (GPS)
.png)


